Vaksinasi Bagi Ibu Hamil di Kota Kupang, Angin Segar Di Tengah Terpaan Covid-19

Kota Kupang, medikastar.id

Kantor PKK Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Kamis (19/8/2021) pagi terlihat cukup ramai. Banyak ibu hamil terlihat memasuki halaman kantor yang terletak di jalan Polisi Militer itu. Keceriaan terlihat pada wajah mereka. Bagaimana tidak, mereka akan mendapatkan vaksin Covid-19 untuk pertama kalinya.

Semenjak pandemi Covid-19 melanda Indonesia pada 2020 lalu, Pemerintah terus berupaya menekan laju penyebaran Covid-19. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan melakukan vaksinasi besar-besaran dengan tujuan membentuk kekebalan komunal (herd imunity).

Ibu hamil juga tak luput dari bahaya serangan virus Corona. Kekhawatiran akan keselamatan diri dan juga janinnya merupakan satu alasan tingginya antusiasme Ibu hamil mengikuti program vaksinasi setelah dinyatakan aman disuntikkan vaksin.

Ketakutan akan gejala yang timbul pasca vaksinasi membuat beberapa orang sempat dilema menerima vaksin. Namun kekuatan cinta terhadap diri dan buah hati, keyakinan dan keberanian perlahan tumbuh. Dukungan keluarga pun semakin menguatkan hati untuk melangkahkan kaki ke tempat vaksinasi.

“Keluarga juga semua mendukung (supaya vaksin) untuk menjaga besok-besok kalau ketularan itu lebih berbahaya lagi (kalau tidak vaksin),” kata Angel Meo.

Ditemani kakaknya, Angel datang untuk mendapatkan vaksin Covid-19 jenis Sinovac itu. Ia merasa, vaksin tersebut akan sangat membantu dirinya dan janinnya mengurangi resiko tertular virus Corona.

Kegelisahan adanya gejala pasca vaksin tak dialami oleh Angel. Usai mendapatkan vaksin, Angel terlihat ceria dan bercerita sambil sesekali melepas tawa. Penjelasan yang didapatkan dari dokter, gejala pasca vaksin yang mungkin terjadi adalah mual. Namun hal itu sudah biasa terjadi pada Ibu hamil. Angel pun diminta untuk tidak terlalu cemas.

“Masih aman. Tapi tidak tau seterusnya apa yang terjadi,” ujarnya.

Beberapa ibu hamil sedang menunggu giliran untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 di Kantor PKK Provinsi NTT, Kamis (19/8/2021) pagi (Foto: Joe/Medikastar)

Ketua PKK Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, mendukung penuh vaksinasi bagi Ibu hamil itu. Baginya, Covid-19 saat ini belum bisa diobati. Karena itu, vaksinasi menjadi salah satu cara meningkatkan kekebalan tubuh melawan serangan virus tersebut. Selain itu, percepatan vaksinasi akan membentuk kekebalan komunal yang bisa mengurangi resiko penularan.

PKK Provinsi NTT turut mendukung percepatan vaksinasi. Sebelumnya, bersama Pemerintah Provinsi menggalakan vaksinasi bagi masyarakat umum, kini bersama Perkumpulan Obstetri dan Ginokologi Indonesia (POGI) Wilayah NTT dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) wilayah NTT mendorong Ibu-ibu hamil untuk mendapatkan vaksin. Bahkan Ketua PKK yang akrab disapa Bunda Julie itu, meminta agar pengurus PKK di Kabupaten/Kota juga menjalin kerja sama denga POGI dan IBI setempat melaksanakan program vaksinasi itu.

Permintaan itu disampaikan Bunda Julie mengingat peningkatan angka kematian ibu hamil akibat Covid-19 yang terjadi beberapa bulan terakhir. Jika tidak segara diberi vaksin, risiko yang terjadi bukan hanya soal kematian, namun anak yang terpaksa lahir dengan kondisi prematur, bayi yang kehilangan Ibu karena menjadi korban Covid-19 bisa menjadi pemicu meningkatnya angka stunting dan gizi buruk di NTT.

“Kita ini harus cepat, herd imunity itu harus tercapai dengan cepat di masa pandemi covid ini,” ucap Julie.

“Saya sedih mendengar Ibu-ibu itu kematiannya lebih dari biasanya. Dan kemarin itu pasien yang ditangani mereka (rumah sakit) itu, mati karena covid. Sedih, anaknya itu sudah prematur, ibunya meninggal. Jadi ini otomatis kita punya masalah salah satu, stunting dan gizi buruk sudah ada disitu,” tambahnya.

Agar program vaksinasi Ibu hamil tersebut bisa tetap berjalan dan cakupan pelayanannya lebih luas. PKK Provinsi bersama POGI dan IBI susah bersepakat untuk melaksanakan vaksinasi secara rutin setiap minggunya dengan target pelayanan 50-100 orang dalam semingu.

Tidak hanya soal komitmen mempercepat vaksinasi, Bunda Julie membagikan sarung khas Sabu kepada semua Ibu hamil yang mengikuti program vaksinasi awal ini. Bunda Julie ingin membangkit rasa percaya diri para Ibu hamil yang bersedia menjadi bagian dari orang-orang yang akan membentuk kekebalan komunal di daerah ini.

“Buktinya mereka tidak hanya terlihat menarik, rapi tapi mereka juga senang bisa bawa pulang itu sebagai hadiah dari dekranasda,” ujar Bunda Julie.

Salah satu produk dari Dekranasda NTT yakni teh kelor pun menjadi bingkisan yang diterima para Ibu hamil. Selain mempromosikan produk Dekranasda, kandungan gizi tinggi yang dimiliki daun kelor dinilai sangat penting dikonsumsi oleh Ibu hamil guna mencegah stunting sejak dini.

Karena itu, Bunda Julie menyarankan agar daun kelor itu terus dikonsumsi, tidak hanya saat hamil tetapi setelah bersalin pun harus tetap dikonsumsi untuk melancarkan ASI.

“Kita di PKK itu salah satu program kita adalah stunting. Untuk mencegah itu maka perlu mengkonsumsi makanan-makanan bergizi. Karena daun kelor ini kandungan gizinya sangat tinggi, Ibu hamil harus konsumsi itu,” jelasnya.

Ketua POGI wilayah NTT, dr. Laurens David Paulus, Sp.OG (K) menjelaskan, dalam kurun waktu sebulan terakhir, angka kematian ibu akibat terpapar covid-19 mengalami peningkatan. Karena itu, upaya vaksinasi bagi mereka merupakan salah satu pilihan wajib selain penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Pada prinsipnya, kematian Ibu hamil akibat covid-19 di NTT sudah mulai meningkat. Pada sebulan terkahir, kami di RS W.Z.Johanes ada 36 Ibu hamil yang kami tangani akibat Covid-19 dan 2 orang meninggal dunia,” kata dr. Laurens.

Dengan jumlah Ibu hamil di NTT yang tercatat tahun 2021 ini mencapai angka 130 lebih, percepatan vaksinasi tentunya membutuhkan dukungan dan kerja sama yang baik dari berbagai pihak.

Karena itu, vaksinasi secara rutin perlu dilakukan hingga bulan Oktober mendatang. dr. Laurens pun meminta agar kerja sama PKK Provinsi bisa dilakukan juga oleh PKK tingkat Kabupaten/Kota sehingga program ini bisa terealisasi dan menjangkau semua Ibu hamil. Dengan demikian, tingkat kematian Ibu akibat Covid-19 bisa ditekan.

“Program ini tidak hanya ditingkat Provinsi tapi juga ditingkat Kabupaten. Karena itu kami sangat berharap ada kerja sama yang baik dari PKK sehingga program ini bisa dilakukan juga di tingkat Kabupaten,” tutup dr. Laurens. (joe/*)

Baca juga: Pentingnya Memenuhi Asupan Vitamin D Bagi Tubuh