Warna-warna Zona Daerah dalam Pandemi Covid-19 dan Artinya

medikastar.id

Dalam manajemen penanganan pandemi covid-19, terdapat berbagai macam metode yang digunakan. Metode-metode tersebut bertujuan memudahkan semua pihak yang terlibat dalam proses penanganan. Salah satu metode yang digunakan adalah pemberian warna zona pada daerah-daerah selama masa pandemi.

Penerapan warna zona pada daerah-daerah bisa dilihat pada peta persebaran covid-19. Lantas, apa arti dan kegunaannya? Bagaimana cara berespon pada warna zona tersebut?

Melansir New England Complex Systems Institute, penetapan warna pada suatu daerah bertujuan untuk memberikan respon wabah yang efektif. Dengan kata lain, fungsinya adalah membantu memantau situasi, meningkatkan upaya respon sesuai kebutuhan, serta mengantisipasi suatu area dari kendala yang bisa saja terjadi.

Umumnya, terdapat empat jenis warna dengan artinya masing-masing. Warna tersebut antara lain hijau, kuning, oranye, dan merah. Jenis-jenis warna tersebut perlu ditetapkan pada setiap daerah hingga kawasan terkecil sekalipun.

Zona Hijau

Zona hijau berarti suatu wilayah atau negara yang tidak memiliki kasus positif covid-19. Jika daerah tersebut memiliki kasus positif pun, jumlahnya sangat sedikit. Kasusnya juga hanya berasal dari orang yang datang dari luar wilayah tersebut.

Meski dapat dikategorikan sebagai daerah yang aman, terdapat beberapa tindakan antisipasi yang perlu diterapkan. Yang pertama adalah meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pola dan cara virus menyebar, serta penerapan physical distancing, cuci tangan, dan penggunaan masker.

Yang berikut adalah meningkatkan respon cepat dalam melakukan tes pada warga lokal yang terindikasi memiliki gejala covid-19. Selanjutnya adalah pemberlakuan tes bagi orang-orang yang baru saja datang dari zona kuning atau oranye pada pintu masuk suatu wilayah.

Tujuannya adalah mengindentifikasi orang yang memiliki gejala seperti demam dan batuk. Selama menunggu hasil, orang-orang tersebut perlu melakukan isolasi. Jika hasil tes mereka positif, mereka akan diarahkan untuk mendapatkan tindakan lanjutan. Tindakan lanjutan bisa berbentuk karantina diri atau perawatan medis.

Lain halnya dengan orang yang berasal dari zona kuning dan oranye, orang yang berasal dari zona merah wajib dikarantina selama 14 hari. Hal ini dikarenakan mereka bisa jadi memiliki risiko penularan yang cukup besar.

Zona Kuning

Zona kuning berarti suatu daerah atau negara telah memiliki kasus dalam jumlah sedikit, termasuk transmisi lokal. Meski begitu, warna ini belum menunjukkan adanya transmisi pada komunitas dalam jumlah yang besar.

Terdapat beberapa tindakan yang perlu dilakukan sebagai upaya antisipasi dan penanganan. Hal yang pertama adalah tetap menjalankan protokol yang diterapkan pada zona hijau. Selanjutnya, diperlukan adanya contact tracing atau pelacakan kontak, tes, serta monitor atau isolasi diri bagi orang-orang yang terindikasi telah terinfeksi.

Langkah berikutnya adalah peningkatan promosi perlindungan diri seperti menjaga jarak sosial, mencuci tangan, serta etika batuk dan bersin. Pemantauan juga perlu lebih sering dilakukan pada kelompok tertentu yang diketahui sering memiliki kontak dengan pasien positif. Tujuannya untuk pendeteksian kasus dan wabah secara dini.

Warga dalam wilayah zona kuning juga perlu didesak agar tidak melakukan pertemuan yang tidak terlalu penting, terlebih dalam ruang tertutup. Pelindung diri pada tenaga medis secara maksimal juga harus dilaksanakan.

Zona Oranye

Zona oranye memiliki arti suatu wilayah atau negara dengan jarak yang dekat dari zona merah, meski dalam kelompok yang kecil sekalipun. Dalam zona ini, semua protokol pada zona kuning tetap dilakukan. Perlindungan diri seperti penggunaan masker juga makin digencarkan. Acara atau pertemuan yang tidak penting wajib dibatalkan.

Tempat publik akan mulai didisinfeksi guna mencegah penyebaran virus pada tempat umum. Tes pada orang-orang yang memiliki gejala juga mulai aktif dilakukan. Dalam pelaksanaan tes, kecepatan dan kapasitasnya akan ditingkatkan.

Zona Merah

Zona merah berarti suatu negara atau wilayah telah memilki kasus transmisi lokal yang konsisten. Pada tahap ini, semua protokol pada zona oranye wajib terus dijalankan. Karena tingkat keparahannya, masyarakat harus benar-benar disiplin dan taat agar tidak mendapatkan infeksi virus.

Daerah yang memiliki zona merah akan menangguhkan sekolah, tempat ibadah, tempat-tempat usaha, serta tempat lain yang bisa mengundang perkumpulan kelompok orang. Perjalanan keluar dan masuk juga akan diberlakukan secara ketat dengan berbagai macam persyaratan yang harus dipenuhi.

Lockdown atau karantina dan pembatasan sosial berskala besar juga akan mulai diterapkan. Pada saat ini, orang-orang pada daerah tersebut akan mendapatkan supply bantuan makanan dan kebutuhan lainnya. Semua kontak kasus juga akan diberlakukan karantina.

Pemerintah mulai akan meningkatkan sumber daya yang diperlukan. Sumber daya tersebut meliputi bantuan medis dan logistik bagi wilayah yang dikarantina. Pada zona ini, fasilitas kesehatan yang digunakan bagi para pasien covid-19 juga akan terpisah dari fasilitas kesehatan lainnya. Rumah Sakit pun akan dibagi dalam beberapa tingkatan guna memisahkan dan menangani kasus sesuai tingkat keparahannya.

Zona Hitam

Selain empat warna zona yang umum digunakan, terdapat juga warna hitam. Salah satu wilayah di Indonesia yang sedang berada pada zona hitam adalah Kota Surabaya. Dilansir dari health.grid.id (3/6), Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, dr Joni Wahyuhadi mengatakan bahwa warna hitam menunjukkan kasus covid-19 di daerah tersebut telah lebih dari 1.025 kasus.

“Semakin banyak catatan kasusnya, warna di peta sebaran akan semakin pekat hingga berwarna hitam.” Kata Joni.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa peningkatan tajam jumlah kasus covid-19 di daerah tersebut bisa terjadi dikarenakan adanya tracing. Pengambilan sampel juga membuat pelacakan kasus positif menjadi lebih mudah dilakukan.

Untuk menangani hal tersebut, bantuan alat tes dan berbagai logistik telah disalurkan ke Surabaya. Tes massal juga sedang gencar dilaksanakan. Selain itu, imbauan bagi penyintas covid-19 untuk mendonorkan plasma darah juga dilakukan. Donor plasma darah akan digunakan dalam proses pengobatan pasien covid-19 yang sedang berada dalam masa kritis sebagai vaksinasi pasif.

Warna zona pada suatu daerah menunjukkan tingkat keparahan pandemi pada wilayah tersebut. Dengan mengetahui hal ini, masyarakat bisa lebih waspada, berhati-hati dan terus menerapkan protokol kesehatan yang diberikan secara disiplin. (har)

Baca juga: Waspada Gelombang Kedua Pandemi Covid-19