Jenis Flu Babi Baru yang Berpotensi jadi Pandemi Ditemukan di Cina

medikastar.id

Pandemi Covid-19 belum usai hingga kini. Namun, beberapa hari belakangan ini muncul pemberitaan bahwa potensi pandemi baru akan muncul.

Virus yang berpotensi menjadi pandemi tersebut adalah flu babi jenis baru. Virus yang ditemukan di Cina tersebut dapat menular ke manusia.

Dilansir dari The New York Times, virus flu babi jenis baru ini dikenal dengan nama G4 EA H1N1. Jenis flu baru yang terindentifikasi ini memiliki kemiripan dengan flu babi yang menjadi pandemi pada tahun 2009 lalu. Tetapi, virus ini telah memiliki beberapa perubahan, serta dapat tumbuh dan berkembang biak di sel-sel yang melapisi saluran udara manusia.

Sejauh ini, virus tersebut telah menginfeksi beberapa orang. Meski begitu, infeksi tersebut belum menyebabkan penyakit pada orang yang telah tertular. Hal ini membuat para peneliti khawatir bahwa keadaan atau situasi dapat berubah tanpa adanya tanda dan peringatan.

“Virus G4 memiliki semua ciri penting dari kandidat virus pandemi. Karena itu, pengendalian penyebaran babi dan monitor populasi manusia harus segera dilakukan dengan cermat,” kata para peneliti.

Penelitian yang dipublikasikan melalui jurnal Proceedings of National Academy of Sciences melakukan pengawasan pada babi di 10 provinsi Cina. Pengawasan dilakukan dari tahun 2011 hingga 2018. Dalam jangka waktu tiga tahun terkahir, para peneliti mengumpulkan 338 sampel darah dari pekerja di 15 tempat peternakan babi, serta 230 orang dari rumah-rumah terdekat.

Hasil penelitian menunjukan bahwa 10,4 persen pekerja dan 4,4 persen orang yang lain dinyatakan positif terhadap G4 EA H1N1 secara antibodi. Lebih lanjut, pekerja yang berusia antara 18 dan 35 tahun memiliki risiko positif yang lebih tinggi, yakni sebesar 20,5 persen.

“Memperhatikan risiko bukanlah sebuah ilmu pasti. Tapi, kita tetap disarankan untuk memperhatikan virus tersebut,” kata Dr. Ian H. Brown, Kepala Departemen Virologi Badan Kesehatan Hewan dan Tanaman Inggris. Ia menjadi salah satu orang yang me-review penelitian yang dilakukan tersebut sebelum diterbitkan.

Dr. Brown menambahkan bahwa jika terjadi perubahan lebih lanjut, maka virus itu dapat menjadi lebih agresif pada manusia seperti yang dilakukan oleh SARS-CoV-2 atau virus Corona. Lebih jauh lagi, Dr. Li-Min Huang, Direktur Divisi Penyakit Menular Anak dari Rumah Sakit Unversitas Taiwan menambahkan tentang langkah lanjutan yang perlu dilakukan.

Langkah berikut yang perlu dilakukan adalah mencari tahu apakah pekerja yang terinfeksi di peternakan babi tersebut tertular dari manusia atau tidak. Selanjutnya, apakah virus G4 menyebar pada keluarga mereka atau tidak.

“Ini studi yang sangat penting dan virusnya terlihat cukup berbahaya. Kita perlu khawatir tentang penyakit apapun yang berpotensi menular dari manusia ke manusia,” kata Dr. Huang.

Lantas, apa yang harus dilakukan? Dilansir dari BBC, Prof. James Wood, Kepala Kedokteran Hewan University of Cambridge mengungkapkan bahwa hasil penelitian yang telah ada merupakan pengingat yang bermanfaat. Manusia akan terus menerus menghadapi munculnya patogen jenis baru.

Hal ini membuat upaya pengawasan terhadap segala jenis penyakit, termasuk flu atau influenza perlu tetap dilakukan. Meski pandemi Covid-19 masih berlansung, kewaspadaan dan pengawasan tetap perlu dilakukan.

Hingga saat ini, virus G4 belum menunjukkan ancaman yang besar. Virus ini pun belum menyebar sampai ke negara-negara lain, termasuk Indonesia. Akan tetapi, kita perlu mengetahui dan mewaspadainya agar dapat melakukan upaya-upaya pencegahan. (har)

Baca juga: Mengenal Listeria, Bakteri yang Cemari Jamur Enoki dari Korea