medikastar.id
Berdasarkan informasi dari Kementerian Informatika dan Komunikasi (Kominfo) pada di bulan Mei lalu, terdapat lebih dari 1000 berita hoax tentang Covid-19 beredar di masyarakat. Sedangkan, dilansir dari beritasatu.com, sampai pada bulan Juni kemarin telah terdapat 137.829 kasus hoax yang ditangani oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
Hingga saat ini, berita hoax baru terus bermunculan setiap harinya, terkhususnya di media sosial. Hoax merupakan informasi yang tidak memiliki dasar kebenaran, tetapi disebarluaskanselayaknya sebuah fakta. Lantas, apa saja ciri-ciri hoax? Dan apa dampaknya bagi masyarakat di tengah pandemi Covid-19 saat ini?
Ciri-ciri hoax dan dampaknya bagi masyarakat
Terdapat beberapa ciri hoax yang biasanya sangat terlihat. Ciri-ciri tersebut seperti berjudul provokatif atau hanya mengutamakan clickbait, tidak berdasar pada sumber yang jelas, dan cenderung bias atau berat sebelah.
Judul yang provokatif biasanya digunakan pembuat hoax untuk menarik minat orang-orang untuk melihat dan mempercayainya. Sering kali, hanya dengan membaca judulnya, pembaca dapat langsung merasa cemas, terprovokasi, atau terpengaruh dengan konten tersebut.
Selanjutnya, berita-berita seperti ini tidak memiliki sumber atau referensi yang jelas. Terkadang sumber atau referensi dicantumkan oleh pembuat berita. Namun, saat berita tersebut dicek pada alamat atau website sumber, atau dikonfirmasi langsung, informasi tersebut tidak ada. Dengan kata lain, sumber hanya dicantumkan untuk mengecoh dan menarik minat orang-orang untuk mempercayainya.
Hoax juga biasanya cenderung berat sebelah atau tidak berimbang. Berita bohong sering dipakai untuk menyerang suatu pihak atau membuat orang lain merasa terganggu. Pada akhirnya, orang-orang yang percaya akan terpancing untuk menyalahkan suatu pihak, tanpa tahu kebenarannya.
Untuk lebih memahami ciri-ciri hoax, kenali juga bentuk-bentuknya. Jenis-jenis konten hoax biasanya dibuat dalam bentuk tulisan, gambar, video, meme, dan lain sebagainya. Biasanya konten tersebut telah diedit atau dimanipulasi sedemikian rupa sehingga orang yang membacanya terpengaruh.

Contohnya adalah gambar atau tangkapan layar di atas. Judulnya berbunyi provokatif dan hendak menyatakan bahwa rapid test Covid-19 menyebabkan para santri di Kudus tak sadarkan diri. Padahal, CNN Indonesia tidak pernah membuat artikel dengan judul seperti yang tertera pada gambar. Gambar tersebut telah diedit ulang agar membuat orang lain mudah percaya.
Dampak dari penyebaran hoax sangat berbahaya bagi masyarakat. Alasannya karena berita yang bohong dapat menimbulkan salah persepsi atau pengetahuan yang keliru. Hal itu dapat mengakibatkan terjadinya kecemasan, kebingungan, hingga ketakutan. Selanjutnya, hoax dapat membuat orang yang mempercayainya melakukan hal-hal yang salah.

Contohnya seperti konten tulisan yang disebarluaskan berikut. Konten tersebut berisi informasi yang mengatakan bahwa Covid-19 dapat disembuhkan dengan berendam air laut. Padahal, Covid-19 tidak menyerang kulit, tetapi sel-sel di dalam tubuh manusia.
Orang-orang yang terpancing kemungkinan akan pergi berendam di laut, meski sebenarnya tindakan tersebut tidak berpengaruh apa-apa bagi pencegahan dan penanganan Covid-19. Ditambah lagi, sumber dan referensinya tidak jelas. Karena itu, tulisan tersebut termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Penyebab hoax disebarluaskan dan tips untuk berbagi
Lantas, mengapa hoax dapat disebarluaskan? Terdapat dua alasan orang-orang menyebarkan hoax. Ada yang memang sengaja membuat konten hoax dengan suatu tujuan tertentu. Biasanya untuk memperoleh keuntungan, membuat kecemasan, atau kesenangan pribadi.
Ada pula orang yang menyebarkan hoax karena ketidaktahuan bahwa informasi yang dibagikan adalah berita bohong. Kemungkinan, sebelum disebarkan, orang tersebut tidak mencari tahu dahulu kebenarannya.
Karena itu, jika ingin menyebarkan suatu informasi, periksa atau telitiah dahulu. Berikut ini merupakan beberapa tips dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengenai cara untuk berbagi.
- Cek asal berita dan pastikan berita berasal dari sumber terpercaya. Ingat, meski suatu pesan sering dibagikan, belum tentu pesan itu benar.
- Hati-hati dengan pesan yang diteruskan. Bila anda tidak yakin siapa yang menulis pesan aslinya, cek dua kali fakta-faktanya. Periksa secara daring fakta-fakta yang ditampilkan. Periksa situs berita dan situs pemerintah yang terpercaya untuk memastikan.
- Pastikan anggota keluarga menyadari adanya hoaks dan ingatkan mereka tidak membaginya: beberapa orang masih tidak tahu foto bisa diedit, video bisa di-dubbing ulang, dan seterusnya. Jangan biarkan keluarga tercinta menjadi korban.
- Bila suatu pesan menimbulkan emosi negatif, seperti ketakutan, rasa marah, kebingungan, dll., berhenti membacanya! Itu adalah tanda-tanda hoaks, yang didesain membuat orang bereaksi cepat tanpa berpikir. Lawan dan cek dulu.
- Bila tidak meyakinkan, jangan dibagi ke orang lain. Membagi hoaks bukan berarti peduli tapi justru mencelakai orang lain.
Hoax atau berita bohong memiliki dampak negatif bagi pengetahuan dan perilaku masyarakat. Karena itu, telitilah dengan baik berita yang tersebar, terlebih sebelum disebarluaskan kepada orang lain. (har)
Baca juga: Bertambah 2.657, Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Tembus 70 Ribu

