medikastar.id
Virus Corona atau SARS-CoV-2 merupakan virus jenis baru yang sekarang telah menjadi pandemi global. Semua orang dari berbagai negara tentu sedang berusaha untuk menangani virus yang sudah menyebar selama kurang lebih enam bulan ini. Berbagai penelitian dilakukan sebagai salah satu cara utama untuk mendukung mengatasi Covid-19.
Meksi begitu, masih banyak hal yang belum terlalu pasti hingga kini. Berikut ini beberapa hal yang masih menjadi misteri dari pandemi Covid-19, dikutip dari berbagai sumber.
Awal Penularan ke Manusia
Banyak ahli mempercayai bahwa virus Corona berasal dari kelelawar tapal kuda di Cina. Hal ini dikarenakan virus yang terdapat pada tubuh dari beberapa kelelawar jenis tersebut memiliki kemiripan genom sebesar 90-an persen dengan SARS-CoV-2.
Selanjutnya, melalui analisis mendalam dan perbandingan yang dilakukan, para peneliti mengungkap bahwa sebelum menyebar ke manusia, virus Corona mungkin berpindah pada inang lain. Contohnya seperti musang dan trenggiling. Akan tetapi, penelitian belum membuktikan bahwa virus yang terdapat pada hewan-hewan itu dapat berpindah pada manusia.
Untuk melacak asal mula penyebaran virus Corona ke manusia, peneliti perlu menemukan hewan yang menjadi inang virus Corona dengan kemiripan genom sebesar 99 persen dengan SARS-CoV-2. Hingga sekarang, para ahli mikrobiologi masih melakukan penelitian dengan mencari sampel jaringan yang berada di berbagai wilayah.
Bisakah Pasien Sembuh kembali Terinfeksi?
Banyak media memberitakan bahwa di berbagai negara, pasien yang telah sembuh dari Covid-19 kembali dinyatakan positif mengidap penyakit tersebut. Namun, hal itu masih menjadi perdebatan hingga kini.
Seperti yang diketahui, ketika seseorang terserang virus, tubuh biasanya akan mengembangkan kekebalan jangka pendek yang disebut sebagai antibodi. Bahkan, para peneliti sangat yakin bahwa antibodi tersebut akan mengenali dan melawan virus tersebut di masa yang akan datang.
Para ahli juga menduga bahwa pasien sembuh yang kembali dinyatakan positif Covid-19 merupakan akibat salah tafsir dari hasil tes atau false positif. Alasannya karena beberapa tes diagnostik dapat mendekteksi sisa potongan virus yang telah mati di dalam tubuh. Meski begitu, belum ada yang bisa memastikan bahwa dalam jangka panjang, orang yang telah sembuh bisa terkena infeksi virus Corona lagi atau tidak.
Antibodi dari penyakit SARS dan MERS dapat bertahan hingga lebih dari satu tahun. Sementara itu, sebuah penelitian yang dilakukan pada bulan Juni kemarin menunjukkan bahwa antibodi dari SARS-CoV-2 hanya dapat bertahan selama dua hingga tiga bulan setelah infeksi. Para ahli pun belum bisa memastikan level spesifik dari antibodi yang diperlukan dalam tubuh seseorang untuk dapat menjadi kebal sepenuhnya.
Waktu Pasti Tersedianya Vaksin
Vaksin menjadi salah satu cara terbaik untuk menangani Covid-19. Hingga sekarang, banyak peneliti dari berbagai belahan dunia sedang gencar melakukan pengujian guna menyediakan vaksin untuk virus Corona.
Dalam beberapa waktu ke depan, beberapa jenis vaksin akan diuji coba pada manusia. Pemerintah Amerika Serikat berharap bahwa ratusan juta dosis vaksin bisa tersedia pada Januari 2021. Akan tetapi, beberapa ahli vaksinasi dan analis industri merasa ragu akan hal tersebut. Mereka memperkirakan bahwa vaksin akan siap pada tahun 2022 atau mungkin lebih dari waktu tersebut.
Sementara itu, pemerintah Indonesia menargetkan untuk memulai produksi vaksin pada Januari 2021. Pembuatan vaksin ini juga merupakan bentuk kerja sama dengan negara Cina. Presiden Jokowi menargetkan lebih dari 300 juta vaksin Covid-19 yang akan diproduksi.
Uji klinis ketiga akan dilakukan oleh perusahaan Bio Farma dan Sinovac pada bulan Juli ini. Selain itu, beberapa perusahaan lain juga sedang melakukan pengujian vaksin Covid-19.
Hingga sekarang, berbagai penelitian masih terus dilakukan guna menangani penyebaran virus Corona. Informasi-informasi baru akan terus bermunculan. Semua pihak tentu mengharapkan munculnya hal-hal yang baik bagi penanganan virus Corona.
Karena itu, teruslah patuhi setiap anjuran dan protokol kesehatan yang diberikan. Alasannya karena setiap protokol kesehatan yang dianjurkan dibuat berdasarkan bukti ilmiah dengan tujuan agar semua orang tetap terlindungi dari Covid-19. (har)

