Mengenal GeNose, Alat Deteksi Virus Corona Buatan UGM

medikastar.id

Sejak 5 Februari lalu, pemerintah secara resmi mengizinkan GeNose sebagai alat deteksi virus corona sebagai syarat bagi pelaku perjalanan yang memakai jasa kereta api dan bus. Namun, untuk tahap awal GeNose hanya digunakan di beberapa stasiun di Jakarta.

Seperti apa alat yang dikembangkan oleh tim peneliti dari Universitas Gajah Mada tersebut?

Nama GeNose merupakan akronim dari Gadjah Mada Nose Covid-19. Alat ini dikembangkan untuk membantu skrining Covid-19 secara ringkas dan cepat sejak Maret 2020 lalu. Pada 24 Desember 2020 lalu, GeNose mandapat izin dari Kementerian Kesehatan dengan nomor RI AKD 20401022882.

Cara Kerja

GeNose bekerja dengan mengenali pola senyawa metabolit (Volatile Organic Compound /VOC) yang terbentuk dari orang yang sudah terinfeksi Covid-19 hanya melalui sampel nafas.

Dian Kesumapramudya Nurputra, salah satu anggota Tim Pengembang GeNose, mengungkapkan, orang-orang yang akan diperiksa menggunakan GeNose, terlebih dahulu diminta mengembuskan napas ke tabung khusus.

Lalu, sensor-sensor dalam tabung itu lalu bekerja mendeteksi VOC. Kemudian, data yang diperoleh akan diolah dengan bantuan kecerdasan buatan hingga memunculkan hasil. Dalam waktu sekitar 3 menit, GeNose bisa mendeteksi apakah seseorang positif atau negatif Covid-19.

Tingkat akurasi

GeNose telah melalui uji profiling dengan menggunakan 600 sampel data valid di Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 Bambanglipuro, Yogyakarta. Dari pengujian itu, diketahui tingkat akurasi GeNose mencapai 97%.

Harga

Satu unit alat GeNose diperkirakan seharga Rp 40 juta. Alat tersebut mampu melakukan sekitar 120 kali pemeriksaan per hari, dengan estimasi per pemeriksaan 3 menit selama 6 jam.

Sementara untuk harga tes deteksi Covid-19 menggunakan GeNose C19 cukup murah, yakni sekitar Rp 15-25 ribu. Pengambilan sampel tes berupa embusan napas juga dinilai lebih nyaman, ketimbang menggunakan metode usap atau swab.

Prosedur pemeriksaan

Berikut sejumlah prosedur pemeriksaan saat menggunakan GeNoSe C19:

Saat pemeriksaan, calon penumpang akan diminta untuk mengambil napas melalui hidung dan membuangnya melalui mulut sebanyak 3 kali.

Langkah tersebut terdiri dari 2 kali di awal ambil napas dan buang di dalam masker, kemudian saat pengambilan napas ke-3 langsung embuskan ke dalam kantong hingga penuh.

Kunci kantong agar udara di dalamnya tidak keluar dan serahkan kantong kepada petugas untuk dianalisis menggunakan alat GeNose C19.

Hasil pemeriksaan akan keluar sekitar 3 menit. Pemeriksaan dilakukan 1 kali tanpa pengulangan.

Namun, hal terpenting yang harus diingat adalah GeNose C19 bukan alat utama untuk pemeriksaan Covid-19. Jika pada pemeriksaan menggunakan GeNose C19 keluar hasil positif maka Anda tetap harus melakukan pemeriksaan lanjutan dengan metode swab PCR untuk menegakkan diagnosa Covid-19. (*)

Baca juga: Imlek di Tengah Pandemi, Perhatikan Imbauan Ini