Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi Butuh Kemitraan antara Pemerintah, Swasta, & Masyarakat

medikastar.id

Perlu ada kemitraan yang kuat antara pemerintah, swasta dan masyarakat dalam mencari solusi agar NTT mampu keluar dari keterpurukan ekonomi akibat covid-19. Hal tersebut merupakan kesimpulan yang dipetik dari Forum Diskusi Ekonomi, Akselerasi Pemulihan Ekonomi NTT Pada Masa Pandemi Covid-19, Kamis (20/05/21).

Forum diskusi tersebut merupakan gelaran yang terselenggara berkat kerja sama Politeknik Negeri Kupang dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT dan juga Pemerintah Provinsi NTT. Dilangsungkan di lantai 2 kantor Gubernur NTT, kegiatan ini menghadirkan 3 pemateri utama, antara lain Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi NTT, Leonardus Lelo; Wakil Kepala OJK Provinsi NTT, Setya Aryanto; dan Kepala Bagian Kebijakan Perekonomian dan SUmber Daya Alam Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT, Erens D. Hamel.

Kepada media ini, ketua panitia kegiatan, Dr. Maria Bernadetha, SE.MM menjelaskan bahwa forum diskusi ekonomi tersebut dilatar belakangi oleh kondisi ekonomi Indonesia, khususnya NTT yang sangat memprihatinkan akibat pandemic covid-19.

Ia mengungkapkan bahwa sektor-sektor usaha banyak yang kolaps dan banyak yang memberhentikan karyawannya, sehingga banyak orang yang terpaksa kehilangan pekerjaan. Selain itu, PDRB NTT juga mengalami penurunan. Kondisi lain yang juga memprihatinkan ialah bahwa banyak sekali lapangan kerja di NTT yang tidak bisa menampung anak-anak NTT yang pulang dari luar NTT seperti Jawa, Bali, dan tempat lainnya karena kehilangan pekerjaan di sana.

“Melihat kondisi ini kami dari Politeknik Negeri Kupang berinisiatif untuk bekerja sama dengan OJK dan Pemda membuat forum diskusi ekonomi agar memberikan gambaran kepada masyarakat dan para pelaku UKM mengenai bagaimana strategi akselerasi pemulihan ekonomi NTT. Tujuannya agar pelaku-pelaku UKM dan masyarakat berani mengambil langkah keluar dan menciptakan peluang-peluang usaha untuk keluar dari kondisi keterpurukan ekonomi akibat pandemic covid-19,” terang Maria.

Dirinya memaparkan bahwa sebagai panitia penyelenggara kegiatan, harapan terbesarnya ialah agar forum yang menggandeng Pemerintah Provinsi NTT, baik legislative maupun eksekutif tersebut dapat  mencari dan menemukan solusi agar situasi keterpurukan ekonomi yang tengah terjadi tidak berlangsung lama. Jika pun situasi tersebut berkepanjangan maka perlu ada solusi yang tepat bagi masyarakat dan juga UKM.

“Di sisi lain, kita melihat bahwa harus ada kemitraan yang kuat antara pemerintah, swasta dan masyarakat dalam mencari solusi agar kita mampu keluar dari keterpurukan ekonomi akibat covid-19 ini,” tutupnya.

Terpantau forum diskusi ini berlangsung dengan menerapkan protokoler kesehatan yang ketat. Jumlah peserta yang hadir di ruangan kegiatan sangat dibatasi, sementara peserta lainnya mengikuti forum tersebut secara daring.

Peserta yang hadir dalam forum diskusi tersebut antara lain para  akademisi politeknik negeri kupang, peserta dari Fakultas Ekonomi Udayana, para pelaku usaha dari sejumlah daerah, para mahasiswa Politeknik Negeri Kupang, dan juga peserta dari beberapa instansi pemerintah. (*/Red)