medikastar.id
Angka kasus positif Covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan drastis berapa minggu belakangan. Peningkatan tersebut menyebabkan penuhnya sejumlah rumah sakit dan fasilitas isolasi.
Karena itu, tidak sedikit masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 harus melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. World Health Organization (WHO) yang dilansir Alodokter.com menghimbau agar semua masyarakat, khususnya pasien isolasi mandiri, untuk memiliki oximeter.
Oximeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kadar oksigen dalam darah dan juga untuk mencegah gangguan kesehatan yang disebabkan karena kurangnya oksigen dalam tubuh seseorang.
Alat ini bukan hanya digunakan oleh pengidap Covid-19 saja, melainkan oleh semua orang seperti pengidap asma, pneumonia, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), gagal jantung dan lain sebagainya.
Kenapa? Karena pada umumnya, orang yang mengalami kondisi kekurangan oksigen tidak menimbulkan gejala. Dan kondisi tersebut sangat berbahaya dan dapat mengancam nyawa seseorang apabila diabaikan serta tidak segera ditangani.
Oleh sebab itu, sangat penting bagi kita untuk selalu memantau kadar oksigen di dalam tubuh dengan menggunakan oximeter nadi.
Cara Menggunakan Oximeter Nadi
- Cuci tangan sebelum dan sesudah menggunakan oximeter. Pastikan kuku dalam kondisi tidak panjang dan bersih, serta hindari penggunaan cat kuku berwarna gelap ataupun kuku palsu.
- Nyalakan oximeter kemudian posisikan jari telunjuk/jari tengah atau ibu jari diantara capit oximeter.
- Setelah oximeter terpasang, diamkan dan tunggu hingga beberapa detik hingga alat berhasil untuk mengukur kada oksigen dalam darah.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah cara membaca hasil pengukuran menggunakan oximeter. Dikutip melalui DetikHealth, jika saturasi oksigen berada pada 95% hingga 100% maka kadar oksigen dinyatakan normal. Namun jika berada di bawah 90% maka dinyatakan rendah.
Lantas, bagaimana jika saturasi oksigen berada dibawah 90%? Pertolongan pertama dapat dilakukan dengan segera mencari suplementasi dengan tabung oksigen. Namun tetap disarankan untuk segara mendapat perawatan di rumah sakit.
Karena itu, setiap orang dianjurkan untuk memiliki oximeter agar dapat terus memantau kadar oksigen didalam tubuhnya sehingga dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (*/ctr)

