Kota Kupang, medikastar.id
Sebanyak 104 mahasiswa jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Kupang mengikuti yudisium angkatan ke XX TahunAkademik 2020/2021, Selasa (12/10/2021). Kegiatan yang berlangsung di aula Cendana Wangi (lantai 2) Poltekkes Kemenkes Kupang itu dihadiri oleh Wakil Direktur (Wadir 1 Bidang Akademik), Irfan, SKM.,M.Kes.
104 mahasiswa yang diyudisiumkan oleh Wadir 1 itu terdiri dari tiga angkatan, yakni angkatan XVIII sebanyak 1 orang, angkatan XIX sebanyak 14 orang dan angkatan XX sebanyak 89 orang. Para mahasiswa ini pun telah dinyatakan lulus uji kompetensi (Exit Exam) dan berhak untuk mengikuti yudisium.
Ketua Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Kupang, Dr.Mareta B. Bakoil, SST.,M.PH dalam laporan akademiknya menjelaskan, mahasiswa angkatan XX adalah mereka yang terdaftar sebagai mahasiswa pada tahun 2018. Sementara angkatan XIX adalah mereka yang terdaftar pada tahun 2017 dan angkatan XVIII terdaftar sebagai mahasiswa pada 2016.
Mareta mengatakan, mahasiswa sudah menyelesaikan semua tahapan termasuk tahapan praktek laboratorium dan klinik. Untuk praktek klinik kebidanan, kata Mareta, terbagi menjadi praktek klinik kebidanan I, praktek klinik kebidanan II, praktek komunitas dan praktek klinik kebidanan III. Praktek klinik dilaksanakan di Puskesmas, Rumah Sakit dan juga masyarakat/komunitas.
Khusus praktek komunitas, selama pandemi Covid-19 mahasiswa melakukan praktek komunitas secara daring juga luring. Mahasiswa diberi kesempatan untuk memilih keluarga yang dekat dengan tempat tinggal mahasiswa. “Praktek dilaksanakan selama 3 minggu,” ujar Mareta.
Setelah dinyatakan lulus, mahasiswa harus mengikuti exit exam, yakni uji kompetensi. Mahasiswa yang lulus uji kompetensi diperbolehkan untuk mengikuti yudisium.
Mareta menjelaskan, uji kompetensi untuk kebidanan yaitu Ujian Teori yg meliputi askeb kehamilan, persalinan, nifas, bayi, anak, remaja, kesehatan reproduksi, KB, dan Gadar.
“Ini (ujian kompetensi) baru perdana, tahun pertama. Seluruh profesi. Bukan hanya jurusan kebidanan tapi semua profesi,” ujar Mareta.
Untuk tahun ini, mahasiswa kebidanan Poltekkes Kemenkes Kupang yang mengikuti uji kompetensi sebanyak 112 orang, dengan tingkat kelulusan 95, 53 persen. Yang lulus sebanyak 107 orang.
“5 orang bersiap untuk mengikuti exit exam yang kedua,” jelasnya.
Persiapan Buka S1 dan Profesi
104 mahasiswa jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Kupang yang diyudisium memiliki IPK rata-rata 3,43. Lulusan terbaik tahun ini dengan IPK 3,65. Sementara IPK terendah dari 104 mahasiswa ini yakni 3,25.
Tiga orang yang mendapatkan IPK tertinggi yakni, Mery Oktaviana Korbeka dengan IPK 3,65. Disusul Olvi A. Djami dengan IPK 3,63 dan Maria D. G. Mesakh meraih IPK 3,60.
Mery Korbeka saat menyampaikan sambutan mewakili semua mahasiswa yang diyudisium menyampaikan terima kasih kepada oran tua, Poltekkes Kemenkes Kupang dan para dosen jurusan Kebidanan. Mery mengatakan, sebagai mahasiswa mereka sangat menyadari bantuan dan dukungan yang didapat selama ini.
Mantan Ketua BEM Poltekkes Kemenkes Kupang itu pun menyampaikan harapan besar mereka sebagai mahasiswa yang sebentar lagi akan menjadi alumni. Mery mengungkapkan, mereka punya niat untuk terus belajar, menambah pengetahuan mereka terkait ilmu kebidanan.
Untuk itu, melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi merupakan sesuatu yang sangat didambakan. Kendati demikian, di NTT belum ada kampus yang memiliki jurusan kebidanan jenjang strata 1. Begitu pula dengan profesi kebidanan.
Karena itu, Mery mewakili semua mahasiswa yang diyudisium meminta agar Poltekkes Kemenkes Kupang bisa membuka jenjang strata 1 kebidanan juga profesi kebidanan.
“Kami punya semangat dan niat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Karena itu, kami sangat berharap Poltekkes Kemenkes Kupang membuka jenjang strata 1 dan profesi sehingga kami bisa melanjutkan studi,” ujar Mery disambut riuh tepukan tangan para mahasiswa dan dosen.
Untuk diketahui, selama ini semua institusi pendidikan tinggi Kesehatan di NTT hanya menyediakan jenjang D3 Kebidanan. Untuk melanjutkan studi, para bidan di NTT harus melanjutkan studi di Provinsi lain.
Menanggapi hal itu, Mareta mengatakan, upaya membuka jenjang S1 sudah lama dilakukan. Persiapan-persiapan sudah dari 2018 dan saat ini masih sementara berproses. Dari segi sumber daya manusia, Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Kupang sudah sangat siap. Sebagai syarat, dosen harus berlatarbelakang pendidikan magister kebidanan.
Selain itu, sarana pendukung seperti laboratorium pun sudah siap.
Kita berharap semua proses berjalan lancar dan tahun depan sudah bisa membuka pendidikan sarjana dan profesi bidan.
Jaga Marwah Kampus dan Profesi
Wadir 1 Bidang Akademik Poltekkes Kemenkes Kupang, Irfan, SKM., M.Kes meminta para mahasiswa kebidanan yang sudah diyudisium untuk menerapkan ilmu yang telah didapatkan selama ini dengan baik.
Irfan meminta para lulusan kebidanan itu untuk menunjukkan bahwa mereka memang merupakan produk unggulan dari Poltekkes Kemenkes Kupang. Hal itu dapat terwujud melalui pelayanan yang berkualitas saat berada di medan layan.
“Jadi anda harus menjadi lulusan yang memiliki satu standar kualitas, terampil dan profesional ketika saudara-saudara sudah berada di medan pelayanan,” kata Irfan.
Irfan juga menyampaikan proficiat dan ungkapan terima kasih atas capaian jurusan kebidanan dalam uji kompetensi. Dimana 95,53 persen peserta uji kompetensi dinyatakan lulus. Hal itu dinilai merupakan awal yang sangat baik.
Bagi mahasiswa yang belum berhasil dalam ujian kompetensi, Wadir berharap mereka bisa mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapi ujian berikutnya. (joe/*)
Baca juga: Kesehatan dan Digitalisasi UMKM Menuju Kota Masa Depan

