Kota Kupang, Medika Star
Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) atau Imunisasi Campak dan Rubella secara resmi mulai dilaksanakan. Bertempat di SMPK St. Theresia Kupang, Rabu (01/08/18), Kampanye Imunisasi MR tingkat Provinsi NTT dan Kota Kupang resmi dibuka oleh Penjabat Gubernur NTT, Drs. Robert Simbolon, MPA.
Selain Pencanangan dan Introduksi Kampaye Imunisasi MR, sejumlah anak dari tingkat PAUD, SD dan SMP juga langsung mendapatkan Imunisasi MR pada saat tersebut.
Hadir dalam acara ini, Wali Kota Kupang, Jefirston Riwu Kore. Hadir pula Forum Kordinasi Pimpinan Daerah Tingkat Provinsi NTT dan Kota Kupang. Ketua Tim Penggerak PKK NTT, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kupang, para Pimpinan Perangkat Daerah Tingkat Provinsi NTT dan Kota Kupang pun turut hadir. Hadir juga Pimpinan Unicef Perwakilan NTT/NTB.
Penjabat Gubernur NTT, Drs. Robert Simbolon, MPA dalam sambutannya menjelaskan bahwa salah satu cara efektif untuk mencegah penyakit ialah dengan memberikan Imunisasi Dasar pada masa bayi dan Imunisasi Tambahan pada masa kanak-kanak dan dewasa. Pelayanan imunisasi yang diberikan harus berkualitas, menggunakan vaksin yang aman dan efektif serta dengan cakupan imunisasi yang tinggi dan merata.
“Melalui program Imunisasi, kita telah memberikan perlindungan terhadap anak-anak kita dari 8 penyakit. Yakni tuberkolosis, campak, difteri, batuk rejan, tetanus, polio, hepatitis B, dan Haemophilus Influenza,” terangnya.

“Mulai hari ini kita akan memberikan perlindungan terhadap satu penyakit lagi, yaitu rubella. Sehingga anak-anak kita akan terlindungi dari 9 penyakit,” sambung Robert.
Dirinya pun berjanji akan mendorong pemerintah di 22 Kabupaten dan Kota di NTT untuk secara serius melaksanakan kegiatan Imunisasi MR selama Agustus dan September 2018.
Sementara itu, Wali Kota Kupang, Jefirston Riwu Kore dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa target Kota Kupang dalam Imunisasi MR ialah 100 persen. Dalam hal ini semua anak di Kota Kupang yang berusia di atas 9 bulan hingga di bawah 15 tahun yang berjumlah sekitar 104.791 anak wajib mendapatkan imunisasi.
“Imunisasi campak dan rubella ini sangat penting untuk anak-anak. Kalau kita ingin sehat, maka imunisasi ini sangat perlu,” tegasnya.
Untuk mencapai target 100 persen, lanjut Jefri, salah satu cara yang dilaksanakan ialah dengan melibatkan semua tokoh masyarakat, RT dan RW, lurah, termasuk camat dalam kegiatan tersebut.
“Lurah dan camat harus kerja sama untuk mencapai angka 100 persen sasaran memperoleh imunisasi,” tegasnya.
I Wayan Ari Wijana S. Putra, M.Si, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang juga menegaskan bahwa target Imunisasi MR di Kota Kupang ialah 100 persen.
“Sasaran yang akan kita layani untuk dua bulan ke depan ialah sebanyak 104.791 anak usia di atas sembilan bulan sampai kurang dari 15 tahun. Pos pelayanan akan kami buka sebanyak 786 pos,” terangnya.

Seperti yang diberitakan medikastar.id sebelumnya, selama Agustus hingga September 2018, Kampanye Imunisasi MR akan dilaksanakan di berbagai pos pelayanan di seluruh wilayah NTT.
Kampanye Imunisasi MR ditujukan khusus bagi anak-anak yang berusia di atas 9 bulan hingga di bawah usia 15 tahun. Untuk tingkat NTT, Data Pusdatin menunjukan bahwa sekitar 1,7 juta anak NTT pada usia tersebut yang menjadi sasaran Imunisasi MR.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Dominikus M. Mere, M.Kes sebelumnya menjelaskan bahwa Imunisasi MR akan dilakukan di sekolah-sekolah, dari tingkat PAUD sampai dengan SMP. Kegiatan tersebut juga dilaksanakan di Puskesmas, dengan jumlah sebanyak 404 Puskesmas di seluruh NTT dan juga di Posyandu.
Jumlah vaksi yang dibutuhkan ialah sebesar 228.816 vial atau botol vaksin dengan pos Imunisasi MR sebanyak 9.909 pos.
Pantauan media ini, acara Pencanangan dan Introduksi Imunisasi MR tingkat Provinsi NTT dan Kota Kupang tersebut berlangsung semarak. Penjabat Gubernur NTT dan Wali Kota Kupang beserta tamu undangan lainnya disambut dengan drum band dan dihibur dengan nyanyian yang dilantunkan oleh para siswa/siswi SMPK St. Theresia. (Red)
Baca Juga : Warga Kota Komba: “Kepala Desa Jangan Anggap Remeh Sosialisasi Imunisasi MR”

