Potensi Sektor Perikanan dan Kelautan di NTT yang Berhasil Dikembangkan Pemprov NTT

potensi perikanan dan kelautan NTT.jpeg

Kota Kupang, medikastar.id

Sebagai provinsi kepulauan, Provinsi NTT punya potensi perikanan dan kelautan yang sangat besar. Di antaranya adalah ikan kakap, kerapu, rumput laut, serta garam. Potensi itulah yang dikembangkan Pemerintah Provinsi di bawah nahkoda Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan wakilnya Josef A. Nae Soi sejak 2018 lalu.

Dalam pidato peringatan HUT NTT yang ke-63 pada 20 Desember 2021 lalu, Viktor Laiskodat memaparkan sejumlah kemajuan dari program strategis yang dikembangkan Pemprov NTT, termasuk program di sektor perikanan dan kelautan.

“Sejak 2018 telah dikembangkan budidaya ikan kakap putih dan kerapu di Kawasan Mulut Seribu-Rote Ndao untuk mendukung pengembangan pariwisata di daerah tersebut, melalui penyediaan 3 unit keramba dengan jumlah benih ikan yang ditebar sebanyak  9.000 ekor serta 1 unit rumah jaga dan 1 unit bagan kelong,” ungkap Viktor.

Selain di Rote Ndao, budidaya perikanan juga dilaksanakan di Labuan Kelambu, Kabupaten Ngada. Pada awal tahun 2020 telah ditebar 1 juta ekor benih kerapu untuk pemberdayaan masyarakat yang berada di wilayah perbatasan antara Kabupaten Ngada dengan Kabupaten Manggarai Timur. 

Viktor berharap pemerintah kabupaten di dua wilayah tersebut untuk berperan aktif memberdayakan BUMD, BUMDes maupun koperasi untuk memproduksi pakan ikan sendiri dengan memanfaatkan potensi setempat dengan pola padat karya.

Selain di dua lokasi tersebut, telah dilakukan juga pilot project budidaya kerapu di Pulau Semau dengan 9 Unit Keramba Jaring Apung Bulat. “Sampai dengan saat ini telah dilakukan dua kali panen dengan total 2 ton ikan kerapu hidup yang telah di ekspor ke Hongkong,” kata Viktor.

Selain ikan, Pemprov NTT juga terus mengembangkan budidaya rumput laut sebagai salah satu komoditi andalan dari sektor kalautan yang menjanjikan.

Dari potensi pengembangan rumput laut seluas 53.000 hektar, saat ini baru dimanfaatkan 11.000 hektar dengan produksi rumput laut pada tahun 2019 sebanyak 1.645.925 ton basah dan meningkat pada tahun 2020 menjadi 2.003.478 ton basah atau terjadi peningkatan produksi sebanyak 357.553 ton basah.

“Untuk meningkatkan produksi, pada tahun 2021, Pemerintah telah memberikan bantuan hibah peralatan dan bibit rumput laut kepada 1.338 pembudidaya,” ujarnya. 

Potensi lain dari sektor ini yang memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan adalah produksi garam. Cuaca, kualitas air laut dan lahan di NTT sangat mendukung untuk menghasilkan garam berkualitas tinggi dengan kadar NaCl mencapai 96 persen sebagai garam industri. 

“Salah satu lahan garam yang kita miliki, yakni di Kabupaten Kupang dengan luas kurang lebih 900 hektar yang telah beroperasi sejak Agustus 2019 dengan kapsitas  150 ton/hektar,” kata politisi Partai Nasdem tersebut.

“Saya berharap agar kabupaten lainnya yang memiliki potensi lahan garam untuk segera mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang ada dengan memberdayakan masyarakat sekitar, sehingga produksi garam NTT dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam menyokong pemenuhan kebutuhan garam nasional sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.

Baca juga: HUT NTT ke-63: Gubernur Viktor Laiskodat Paparkan Kemajuan di 8 Program Strategis