Jatipulo Beraksi, Upaya Terpadu Cegah Stunting di Jakarta Barat

stakeholder kegiatan jatipulo beraksi

Jakarta, medikastar.id

Stunting atau gangguan pertumbuhan anak menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius. Menurut hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, prevalensi stunting anak usia di bawah 5 tahun (balita) DKI Jakarta mencapai 14,8 persen pada 2022. Di Jakarta Barat, angka stunting mencapai 15,20 persen.

Untuk mengatasi masalah ini, terutama mencapai target penurunan prevalensi stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat bersama para stakeholder  melakukan berbagai intervensi spesifik dan sensitif melalui program Jatipulo Beraksi (Bergerak Atasi Stunting).

Program ini telah berjalan sejak tahun 2021 dengan mengimplementasikan 8 Aksi Konvergensi dan Rencana Aksi Nasional Pencegahan Stunting (RAN PASTI).

Salah satu kegiatan yang dilakukan dalam program ini adalah penguatan praktek baik di Kelurahan Jatipulo, Kecamatan Palmerah, yang merupakan salah satu lokus kelurahan stunting. Kegiatan yang digelar di RPTRA Akur Jatipulo Jakarta Barat, Selasa (12/2023) ini meliputi:

– Pemeriksaan kesehatan dan konfirmasi 30 balita stunting dan 30 balita weight faltering (hambatan kenaikan berat badan) oleh tim dokter spesialis anak Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti.

– Pemeriksaan terhadap 11 ibu hamil kurang energi dan anemia oleh Ikatan Bidan Indonesia.

– Pemberian makanan tambahan (PMT) tinggi protein hewani bagi balita stunting dan ibu hamil kurang energi/anemia yang difasilitasi oleh Forum Kader Posyandu Indonesia dan Inisiatif Zakat Indonesia.

– Pembekalan Tim Pendamping Keluarga dan Guru PAUD oleh Walikota Jakarta Barat, dokter spesialis gizi klinik dan Persatuan Ahli Gizi Jakarta Barat.

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Kota Adm. Jakarta Barat, Indra Patrianto, yang memberikan sambutan sekaligus membuka acara. Selain itu, hadir juga para pejabat tinggi tingkat kota, dekan FK Trisakti, para organisasi profesi, serta pihak swasta (IZI dan FKPI).

Indra Patrianto mengapresiasi kerjasama antara pemerintah dan mitra dalam upaya pencegahan stunting di Jakarta Barat. Ia berharap kegiatan ini dapat berlanjut secara berkesinambungan dan menjadi contoh bagi wilayah lokus kelurahan lain. (*)

Baca juga: Siaga Lansia, Inovasi Layanan Klinik King Care Jakarta