Kupang, Medika Star
Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun ( HUT ) Negara Republik Indonesia yang ke-73, Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ) menggelar lomba paduan suara lingkup Dinas Kesehatan tepat pada tanggal 17 Agustus 2018.
Lomba paduan suara tersebut dilaksanakan di bawah tema “Berprestasi dan bergembira dalam alunan musik dan nada”. Perlombaan ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas kesehatan drg. Dominikus M Mere, M.Kes, Kepala UPT Laboratorium Kesehatan provinsi NTT Drs. Agustinus Sally, A.Pt, MM, Kepala UPT Rumah Sakit Jiwa Naimata dr. Dickson Legoh, SpKJ, Kepala UPT Pelatihan Tenaga Kesehatan NTT, Aplonaris Berkanis, S.Kep, Kepala Bidang lingkup Dinkes NTT, Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat ( IAKMI) Dr. dr. Hyronimus Fernades, M. Kes, Maria Matildis Banda penulis Novel Wijaya Kusuma, dan tetamu undangan lainnya.
Agustina Rospita, koordinator acara paduan suara yang dimaksud, kepada medika star mengatakan bahwa pihaknya menggelar paduan suara bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73 ini atas inisiatif dan ide cemerlang dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT.
“Tahun ini diadakan lomba berdassarkan ide cemerlang dari Pak Kadis” Ungkapnya.
Menurut Rospita, perlombaan dilaksanakan dengan tiga kategori, yaitu kategori Solo Pria, Solo Wanita dan Vokal Grup. Total peserta lomba sebanyak 16 tim. Dari 16 tim yang ada telah terpilih 10 tim yang dinyatakan lolos ke babak selanjutnya. Lalu, akan dipilih empat tim terbaik. Adapun ke-10 tim tersebut adalah tim dari Seksi P2PM, Seksi PPSDMK, Seksi Rujukan, Kelompok Sub Bagian Keuangan, Seksi PSDMK, Kelompk Subag PDE, Kelompoj dari Rumah Sakit Umum W.Z. Yohanes, kelompok dari Laboratorium Kesehatan NTT, dan seksi Promkes.
Kepada medika star Rospita mengungkapkan kesan menyenangkan atas partisipasi semua pihak. Baginya hal tersebut menjadi satu kebanggan bagi dinkes dalam merayakan HUT Proklamasi Republik Indonesia yang ke-73.
Terlepas dari itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Dominikus M. Mere, M.Kes yang ditemui Medika Star di sela perlombaan, mengungkapkan rasa bangga terhadap kegiatan perlombaaan tersebut. Inisiatif lomba paduan suara ini berkat pengalaman drg. Dominikus M. Mere saat menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan selama 7 tahun di Kabupaten Ende. Saat itu, dirinya melihat kondisi para tenaga kesehatan yang lupa refreshing akibat tenggelam dalam rutinitas pelayanan setiap hari.
Kata Dominikus, kegiatan ini berangkat dari keprihatinan kita sebagai anak bangsa yang sering melupakan jasa para Dokter dalam merawat para perintis kemerdekaan di medan perang. Jasa para dokter sangat penting sejak saat itu hingga sekarang. Untuk itu, perlu diperingati.
“Kita lihat awal perjuangan bangsa ini, banyak dokter ikut berperan aktif di dalamnya. Juga dari NTT, kita perlu berbangga karena salah satu tokoh kesehatan ternama di bangsa ini adalah ahli Radiologi pertama di Indonesia yaitu Prof. Dr. Wilhelmus Zakarias Yohanes”ungkapnya.
Sebagai petugas kesehatan di daerah ini, lanjut Domi Mere, kita perlu mengenang jasa-jasa mereka, sebab baginya orang di luar daerah NTT saja mengenang jasa Prof. W.Z Yohanes, sedangkan orang NTT tidak mengenang jasanya.
Lebih lanjut, drg. Domi juga mengajak para tenaga kesehatan untuk selalu bekerja sama.
“Saya ajak, selain refreshing , orang kesehatan perlu bekerja dalam tim dan membangun komitmen bersama” paparnya
Drg. Domi Mere mengharapkan dengan kerja sama tim, tenaga kesehatan dapat bahu-membahu untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Menurutnya, sudah lama aspek pemberdayaan masyarakat tidak diperhatikan, seperti posyandu yang tidak direvitalisasi, imuniasi menjadi “longgar”, dan sebagainya.
“Saat ini kita panen semuanya, di mana angka stunting NTT tertinggi di Indonesia, panen penyakit, panen kematian dan masih banyak masalah lainnya. Hal ini menjadi bahan permenungan untuk kita”, pintanya.
Melihat kondisi ini, drg. Domi mengatakan bahwa perlu adanya perbaikan sitem secara sistematis dari hulu sampai ke hilir. Dalam sistem tersebut, SDM diperkuat dan pembiayaan kesehatan perlu ditambah dengan komitmen. Pemerintah perlu berkomitmen menyiapkan pendanaan sekitar 10% dari APBN atau ABPD. Hal ini penting sebab yang kita kerjakan adalah investasi manusia bukan investasi infrastruktur. Pada investasi manusia, panennya membutuhkan waktu yang lebih panjang. Penting juga penelitian dan pengembangan kesehatan dibangun, peningkatan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan, dan penguatan kembali sistem informasi regulasi pelayanan kesehatan. Hal ini sangat penting demi membangun masyarakat NTT yang sehat dan sejahtera
( Dinho Mali)
Baca Juga: Dinkes Manggarai Timur Serius Perhatikan Soal TBC dan HIV/AIDS

