Kota Kupang, medikastar.id
Menjelang perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si, Apt., mengajak masyarakat NTT untuk memperhatikan keamanan pangan. Ajakan ini disampaikan olehnya saat memberikan materi dalam kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Obat dan Makanan (KIE) yang dilaksanakan di Kantor Lurah Naimata, Kamis (19/12/19).
KIE ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh BPOM di Kupang dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai mutu, khasiat, dan keamanan produk terapeutik, obat tradisional, kosmetika, produk komplemen, dan produk pangan serta bahan berbahaya. Selain Melki, hadir sebagai narasumber, Kepala BPOM di Kupang, Drs. Sem Lapik, Apt.,M.Sc.
Melki di kesempatan ini menegaskan bahwa keamanan pangan diperlukan untuk memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi merupakan makanan yang sehat dan tidak ada cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan bahkan membahayakan kesehatan masyarakat.
“Kita mau merayakan Natal dan Tahun Baru dengan penuh suka cita sehingga mari kita menaruh perhatian pada keamanan pangan, sebab tentunya makanan yang sehatlah yang perlu kita konsumsi, bukan makanan tidak sehat yang justru berbahaya bagi kita,” kata Melki.
Selain ajakan ini, salah satu hal penting yang diangkat oleh Melki terkait makanan yang sehat ialah proses penyediaan makanan itu sendiri. Menurutnya, masyarakat khususnya ibu-ibu yang menyediakan makanan perlu memastikan bahwa bahan makanan yang dimasak ialah bahan yang benar-benar sehat dan tidak mengandung zat-zat berbahaya.
“Misalnya saat membeli ikan di pasar, pastikan bahwa ikan yang kita beli itu adalah ikan yang segar,” katanya.
Selain bahan, proses pengolahan makanan pun harus dipastikan telah melalui proses yang benar, tentunya dengan memperhatikan aspek kebersihan.
“Ketika memasak, pastikan bahwa tangan kita telah dicuci. Jangan memasak dengan menggunakan tangan yang kotor. Jadi perlu kita ingat bahwa kita mencuci tangan bukan hanya saat sebelum atau sesudah makan tetapi juga saat memasak,” tegas Melki.
Dirinya mengutarakan bahwa makanan yang sehat perlu menjadi perhatian seluruh masyarakat khususnya saat hari raya, mengingat di NTT telah terjadi beberapa kasus keracunan makanan yang bahkan menimbulkan korban jiwa.
Dijelaskan oleh Melki, keracunan makanan seperti yang terjadi di beberapa lokasi di NTT tahun ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Beberapa faktor penyebab tersebut misalnya karena makanan yang dikonsumsi sudah rusak, makanan sudah kedaluwarsa, atau jua karena makanan yang dimakan mengandung bahan berbahaya seperti pewarna tekstil atau formalin atau juga boraks. Di samping beberapa faktor lainnya, cara pengolahan dan penyimpanan makanan yang tidak tepat juga dapat menyebabkan orang keracunan.
Oleh karena itu Melki mengajak masyarakat untuk memperhatikan 5 Kunci keamanan pangan. 5 kunci ini antara lain menjaga kebersihan makanan, memisahkan bahan makanan dari makanan yang sudah matang, memasak dengan benar, menjaga pangan pada suhu yang aman, dan menggunakan alat dan bahan baku yang aman. (*/red)

