Yakobus Jano: Kita Terus Berjuang Agar Anggota Kaya Jasmani & Rohani

Kota Kupang, medikastar.id

Tahun 2020, ketika KSP Kopdit Pintu Air memasuki usianya yang ke-25 tahun, Yakobus Jano, Ketua KSP Kopdit Pintu air menitipkan harapannya agar UKM-UKM yang dimiliki oleh seluruh anggota KSP Kopdit Pintu Air mulai menampakan dirinya dan kemudian dapat berkembang secara baik.

“Perkembangan bisnis anggota kita, khususnya UKM belum nampak secara baik sehingga kita akan berupaya agar UKM milik anggota kita ini dapat berkembang. Tentunya jika usaha-usaha mereka ini berkembang kehidupan mereka pun akan menjadi lebih baik lagi,” kata Yakobus Jano, Selasa (07/01/20).

Ia menegaskan bahwa dalam perjalanan berkoperasi, yang diharapkan oleh pihaknya ialah adanya perubahan dari waktu ke waktu dalam kehidupan masyarakat, khususnya kaum Nelayan, Tani, Ternak, dan Buruh (NTTB) melalui hidup berkoperasi.

“Memang sejauh ini ada perubahan, tetapi saya lihat bahwa perubahan yang ada cenderung kecil dan malah ada yang stagnan. Ini tentunya tidak lepas juga dari budaya pesta pora yang selalu ada di tengah masyarakat kita. Tidak heran jika kita lihat bahwa pertubuhan ekonomi yang bagus cenderung ada di kelas menengah ke atas, sedangkan kelas menengah ke bawah dari waktu ke waktu kelihatan kecil pertumbuhan ekonominya,” jelas Yakobus.

Oleh karena itu, langkah lainnya yang dilakukan, selain simpan pinjam, di tahun 2020 ini KSP Kopdit Pintu juga akan terjun ke sektor riil. Sektor rill tersebut ialah SPBU, minyak kelapa, garam, holticultura, dan juga peternakan.

“Saat merayakan pesta perak koperasi ini, kita memiliki satu tugas untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya kaum NTTB untuk berani beralih dari simpan pijam yang selama ini menjadi pokok kita ke sektor riil,” tegas Yakobus.

Untuk itu, hingga saat ini yang telah disiapkan oleh KSP Kopdit Pintu Air ialah usaha minyak kelapa dan juga garam. Sementara SPBU, pihaknya masih berkoordinasi dengan Pertamina. Di usaha lainnya, KSP Kopdit Pintu Air masih menyesuaikan dengan pendanaan yang ada.

“Semua hal yang kita lakukan ini, intinya ialah bahwa kita berjuangan agar anggota kita menjadi kaya dalam hal jasmani dan rohani,” tutup Yakobus. (*/red)