Kefamenanu, Medika Star
Universitas Negeri Timor (Unimor) sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun ini resmi memiliki beberapa program studi (Prodi) baru. Prodi tersebut yaitu Prodi Keperawatan, Prodi Informatika, Prodi Kimia Murni, Prodi Fisika Murni, dan Prodi Matematika Murni.
Dengan demikian, total Prodi di Unimor berjumlah 16 Prodi dari 4 Fakultas. 4 Fakultas tersebut, yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakutas Pertanian, Fakultas Ekonomi, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Khusus Prodi Keperawatan, Unimor menerima pengalihan dari dari Akademi Keperawatan (Akper) milik Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Belu beberapa waktu yang lalu.
Menggembirakan, pada tahun ini Unimor telah telah menggelar wisuda perdana dari Prodi Keperawatan. Wisudawan dari Prodi Keperawatan tersebut berjumlah 42 orang, dari total 400an wisudawan dari Program Studi lainnya. Acara wisuda sekaligus pengambilan sumpah profesi perawat tersebut berlangsung di aula Biinmafo pada Sabtu (28/07/18) yang lalu.
Terkait hal ini, Rektor Unimor, Prof. Dr. Sirilius Seran, SE, MS yang ditemui Medika Star di Kampus Unimor, Senin (30/07/18) lalu mengungkapkan serangkaian informasi terkait pengalihan dan ide-ide untuk kemajuan Unimor di masa-masa yang akan datang.
“Setelah melewati serangkaian proses panjang, pada akhirnya Akper Belu menjadi bagian dari Unimor. Bahkan tahun ini sudah wisuda perdana Prodi Keperawatan Unimor,” ungkap Profesor Pertama di Unimor ini.
Baginya, hal ini menjadi sebuah kebanggan tersendiri. Dengan bergabungnya Akper Belu, maka pihak Unimor terpanggil untuk terus menyiapkan tenaga kesehatan yang handal bagi masyarakat NTT khususnya dan Indonesia pada umumnya.
“Kita berharap bergabungnya Akper Belu menjadi embrio dalam menyiapkan tenaga tenaga kesehatan yang handal,” papar dia.
Sebagai sebuah semangat awal dalam menyiapkan tenaga kesehatan yang handal, pihaknya telah memikirkan dan berencana menambahkan Prodi baru di waktu yang akan datang, bahkan penambahan Fakultas Kedokteran di Unimor.
“Kita sedang melakukan persiapan untuk pengembangan itu,” kata Prof. Sirilius.
Baca Juga : Anak Anda Suka Bernyanyi? Ayo Ikuti Lomba Suara Anak Indonesia!
Prof. Sirilius mengungkapkan bahwa dalam persiapan itu, hal terpenting yang dipikirkan adalah jumlah tenaga pendidik yang memadai. Minimal 6 orang Magister yang disiplin ilmunya serumpun dengan program studi atau fakultas yang akan dibuka.
“Tahun lalu kita sudah kirimkan beberapa orang untuk lanjut pendidikan Magister,” sambungnya.
Dikirimnya beberapa calon tenaga pendidik ini merupakan satu upaya nyata dalam proses menjadikan Unimor yang lebih baik. Prof. Sirilius mengakui bahwa Unimor menjadi yang terbaik, bukan sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba, tetapi melalui berbagai usaha. Usaha-usaha itu yang saat ini sedang dan terus diperjuangkan.
Masih terkait upaya menyiapkan tenaga tenaga kesehatan yang handal, selain menyiapkan tenaga pendidik, juga perlu memperhatikan status akreditasi Prodi. Saat ini Program Studi Keperaawatan itu sendiri terakreditasi C. Namun, Ia meyakini bahwa dengan semua proses yang ada, ke depan Prodi ini akan menjadi lebih baik, sehingga dapat menaikan status Akreditas menjadi Terakreditasi B atau lebih.
Ia melanjutkan bahwa untuk upaya ini, hal yang pertama dilakukan adalah memindahkan Home Base Prodi Keperawatan ke Unimor dengan Nomor Induk Dosen Nasional yang sama. Diyakini setelah adanya pemindahan Home Base dan beberapa Dosen yang melanjutkan kulaih S2 selesai, maka beberapa Prodi baru lainnya siap dibuka.
Keadaan demikain bagi Unimor bukan menjadi hambatan, tetapi diyakini sebagai sebuah moment yang pas di mana dalam persiapan ini, masih ada surat edaran Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi tentamg moratorium Pembentukan Fakultas dan Jurusan.
“Ini momentum yang pas, di mana saat ini belum bisa membuka program studi dan jurusan baru karena masih ada moratorium. Setelah moratorium ini selesai, besar kemungkinan semua persiapan telah selesai dan semoga apa yang diimpikan dapat terwujud,” lanjut sang Profesor dengan opitimis.
Moratorium yang dimaksud adalah surat edaran Menteri Riset Teknolgi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia No. 05/SE/X/2017 tentang Moratorium Pembentukan Fakultas dan Jurusan pada Perguruan Tinggi Negeri.
Di akhir perbincangan dengan Medika Star, kepada masyarakat, Prof. Sirilius mengharapkan agar peluang memperoleh pendidikan di Univeritas Negeri Timor dapat terwujud. Saat ini, sudah sekitar 40an orang yang terdaftar di Program Studi Keperawatan Unimor.
“Dari jumlah yang ada, terdapat beberapa mahasiswa dari Timor Leste. Teriring salam Sapienta et Veritas,” ungkapnya. (DM)
Baca Juga : Rumah Sakit Mamami Layani Masyarakat Baumata Utara

