Perhatikan Kesehatan Siswa, Puskesmas Tilir Akan Ciptakan Rapor Kesehatan!

Borong, Medika Star.com

Puskesmas Tilir, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, terus berupaya melakukan kegiatan promotif preventif di semua lembaga pendidikan. Baik dari tingkat SD, SMP, dan SMA. Salah satu idenya ialah dengan berupaya untuk menciptakan rapor kesehatan bagi siswa.

Berbagai upaya promotif preventif tersebut dilaksanakan untuk memberikan pembekalan sekaligus penyelamatan terhadap anak-anak sekolah agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang negativ yang dapat membahayakan kesehatan diri mereka.

Salah satu hal yang dilakukan ialah dengan melakukan pelayanan UKS/UKGS di sekolah-sekolah. Terdata sekolah-sekolah tersebut, antara lain SDK Tilir 1, SDI Rentung, SDN Tanjung, dan  SMPN 9. Selain itu, juga dilakukan di SDK Jong, SDI Mbong Pawo, SMPN II Borong, SMAN 5 Borong, SDI Tok, dan SDK Waling. Juga di SMPN Satap Tok, SMPN VIII Borong, SDI Bapang, SMPN Satap Bapang, SDI Lopa, dan SDI Beaka Ntangis.

Kepala Puskesmas Tilir, Kristoforis Siong saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Kamis, (30/08/18) menuturkan bahwa kegiatan yang sedang dilakukan merupakan upaya promotif dan preventif. Kegiatan tersebut juga untuk mendapatkan data penjaringan.

“Sasaran kegiatannya ialah kami lakukan di tingkat pendidikan. Sehingga kami dapat memiliki data dasar untuk melakukan kegiatan sosialisasi kesehatan di sekolah. Ke depan kami akan merencanakan logistik ke semua sekolah karena kami sudah memiliki data dasar sampai di tahun 2019,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan bahwa salah satu kegiatan dari program UKG dalam meningkatkan kesehatan derajat anak sekolah ialah kegiatan pemeriksaan kesehatan gigi. Selain itu, ada juga sosialisasi mengenai kawasan tanpa rokok.

“Sekolah merupakan bagian dari institusi umum dengan nota bene bahwa ada perkumpulan anak sekolah di situ. Sehingga tidak boleh tercipta hal yang berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan kesehatan anak sekolah,” ungkapnya.

KTR diharapkan dapat diterapkan di sekolah, sehingga lembaga pendidikan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Tilir benar-benar menciptakan lingkungan yang kondusif.

Puskesmas Tilir juga menggelar pemberian TTD untuk anak usia remaja di sekolah. Ini merupakan salah satu jenis kegiatan pemberian imun bagi anak sekolah, sehingga mereka dapat sehat dan bisa menghasilkan sesuatu yang postif bagi hidupnya sendiri.

Kegiatan ini dilakukan secara bertahap, dilakukan mulai dari tingkat pendidikan dan kemudian baru ke masyarakat luas.

“Kami lebih memilih lembaga pendidikan, karena pembinaan mental dan karakter dasarnya ada di lembaga pendidikan, selain di keluarga. Untuk masyarakat, kami lakukan kegiatan ini di tingkat posyandu,” ungkapnya.

Dijelaskan pula olehnya bahwa faktor yang paling mempengaruhi derajat kesehatan seseorang, salah satunya adalah perilaku.

“Jadi titik star kami lakukan di tingkat perilaku dengan memberikan informasi. Tujuan akhirnya adalah peningkatan sumber daya sasaran, sehingga pengetahuan mereka, misalnya mengenai bahaya merokok dan apa dampaknya terhadap kesehatan,” terangnya.

Sebelumnya, lanjut Kristoforus, pihknya sudah melakukan kegiatan sosialisasi terkait penyalagunaan NAPZA di tingkat pendidikan. Dalam kegiatan ini pihaknya sudah membentuk tim yang terdiri dari tenaga kesehatan gigi, promkes, perawat, dan bidan.

Kristoforus berharap, ke depan pihaknya akan coba menciptakan rapor kesehatan untuk siswa. Sehingga dari bulan ke bulan maupun dari tahun ke tahun pihaknya bisa memantau perkembangan kesehatan siswa/i. (Mull)

Baca Juga : 3.367 Kasus Perempuan & Anak Ditangani Menteri PPPA Selama Tahun 2017