Kota Kupang, medikastar.id
dr. Christian Widodo namanya. Owner Kupang Graha Medika ini punya kecintaan yang luar biasa terhadap dunia olahraga. Sebagian waktunya selalu diluangkan untuk dunia olahraga, termasuk bagi atlet-atlet yang berjuang membawa nama NTT.
Salah satu bentuk kecintaannya terhadap dunia olahraga, khususnya dunia tinju ialah dengan membuka sasana Tinju Warior Training Camp di Kupang. Selain itu, beberapa waktu lalu, dirinya mewakili NTT dan mewakili Indonesia dalam perhelatan olahraga akbar, Asian Games 2018. Ia tampil sebagai salah satu tenaga medis untuk cabang olahraga tinju.
Lebih dari itu, sejak 4 tahun silam, dirinya sudah terlibat aktif sebagai dokter yang memeriksa kesehatan para atlet di NTT.
Selasa, (12/09/18) dr. Christian kembali mengambil bagian dalam pemeriksaan kesehatan para atlet yang akan bertanding dalam pekan olahraga provinsi NTT. Dimana melalui pekan olahraga provinsi tersebut, diseleksi bibit atlet terbaik yang akan bertanding di pra PON dan PON 2020.
Dikatakan olehnya bahwa pemeriksaan kesehatan bagi atlet merupakan sebuah hal yang sangat penting dan wajib dilakukan.
“Untuk olahraga keras, seperti tinju, tarung derajat, silat, kempo, karate, wajib dilakukan pemeriksaan kesehatan bagi para atletnya. Wajib hukumnya untuk sebelum bertanding dilakukan pemeriksaan kesehatan,” tutur dr. Christian.
Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan, lanjutnya, adalah pemeriksaan kesehatan lengkap, dari kepala sampai jari.
“Jadi dilakukan pemeriksaan dari mata, mulut, toraks, abdomen, sendi-sendi, dan sebagainya. Mereka harus tidak punya masalah-masalah kesehatan,” sambungnya.

Ia melanjutkan, “Semua atlet harus dilakukan pemeriksaan kesehatan. Minimal pemeriksaan laboratorium, seperti pemeriksaan darah lengkap, Hepatitis, TBC, pemeriksaan urin, dan juga foto ronsen toraks.”
Tujuannya, terang dr. Christian, tentu saja untuk mengetahui kondisi kesehatan atlet sebelum bertanding. Jika ditemukan bahwa atlet memiliki masalah kesehatan, seperti terkena TBC atau Hepatitis, maka atlet tersebut tidak boleh bertanding. Selain itu, pemeriksaan kesehatan juga bertujuan untuk mencegah agar atlet tidak cedera saat pertandingan.
Dirinya menuturkan bahwa umumnya atlet-atlet NTT yang diperiksa memiliki kondisi kesehatan yang baik serta layak bertanding.
dr. Christian pun berharap agar para atlet selalu memperhatikan kondisi kesehatan mereka.
“Kalau menyangkut kesehatan, atlet harus makan yang sehat dan tidur yang cukup. Harus tetap menjaga kondisi kesehatan. Jangan minum obat sembarangan kalau mau bertanding, sebab obat-obatan tertentu memiliki kandungan yang dilarang oleh Lembaga Anti Doping Indonesia,” tegas dr. Christian.
Selain itu, dr. Christian juga membuka layanan konsultasi kesehatan secara gratis bagi para atlet. Para atlet yang ingin berkonsultasi, dapat langsung menghubungi dirinya melalui telpon atau pesan ke nomor handphone pribadinya.
Ketika disinggung soal perhatian pemerintah, Ia mengungkapkan bahwa perhatian pemerintah sudah sangat baik. Namun, dirinya berharap agar pemerintah secara khusus meningkatkan perhatiannya pada aspek nutrisi bagi para atlet.
“Nutrisi atlet perlu diperhatikan. Kalau bisa anggaran untuk ini lebih diperhatikan, khusus untuk anak-anak kita di PPLP, PPLD, PPLMD, dan juga di asrama atlet. Nutrisi mereka harus diperhatikan. Menu makanan mereka harus disesuaikan dengan cabang olahraga mereka karena beda cabang olaraga beda nutrisi yang dibutuhkan. Misalnya, atlet angkat beban tentunya membutuhkan nutrisi yang berbeda dengan atlet yang bertarung,” katanya. (Red)
Baca Juga : Penguatan Kapasitas Jejaring Pemantau Keadilan, KPK Gandeng Sejumlah Elemen di NTT

