Agent of Change Gema Cermat Kabupaten Kupang Mulai Beraksi

Kota Kupang, medikastar.id

Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) mulai terasa di Kabupaten Kupang. Para Agent of Change (AoC) Gema Cermat mulai menunjukan aksinya, memberikan edukasi bagi masyarakat mengenai penggunaan obat secara rasional.

Kamis (11/10/18), sebelum turun ke masyarakat, Agent of Change (AoC) Gema Cermat Kabupaten Kupang ini memperoleh pembekalan terkait hal tersebut. Kegiatan dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Bidang Pelayanan Kesehatan Seksi Kefarmasian dan Alat Kesehatan dengan Direktorat Pelayanan Kefarmasian Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

Hadir pada kesempatan tersebut Rudi Winarko, Kepala Seksi Kefarmasian dan Alat Kesehatan Dinas Kesehatan NTT. Hadir juga Ketua Pengurus Daerah (PD) IAI NTT, Frama El Lefiyana Pollo. Hadir sebagai pemateri pada kesempatan tersebut, Hendra Hermawan dari Direktorat Pelayanan Kefarmasian Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Dora Susetyaningdyah, Master AoC Pkm Bahu Manado juga hadir dan memberikan pembekalan bagi para AoC.

Handra Hermawan, Kepada Medika Star menuturkan bahwa pihaknya saat ini tengah mengkampanyekan Gema Cermat. Bahwa saat ini, masyarakat perlu diberdayakan dan masyakat perlu diedukasi mengenai bagaimana dia memilih, mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat dengan benar. Hal tersebut disebabkan karena saat ini sudah banyak terjadi kesalahan penggunaan obat di masyarakat karena kurangnya infomasi.

“Melalui kegiatan ini, kita juga mencoba untuk memberdayakan apoteker. Selama ini eksistensi apoteker di masyarakat agak kurang terlihat karena kita lebih banyak bekerja di belakang layar,” tuturnya.

“Jadi, kita semacam menyasar 2 tujuan sekaligus. Antara lain, yakni memberdayakan tenaga kesehatan, dalam hal ini apoteker dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya. Juga mengedukasi masyarakat agar mereka lebih rasional dalam menggunakan obat,” tambah Hendra.

Hendra menjelaskan bahwa AoC yang dibekali tersebut langsung melaksanakan aksi nyata di masyarakat. Para AoC yang dibekali ini mengedukasi masyarakat di aula gereja GMIT Elim Jalan Timor Raya Km 37, Kabupaten Kupang, pada Jumat (12/10/18).

“Kita membuat semacam focus group discussion. AoC menjadi tutor fasilitator yang akan membimbing masyarakat dalam diskusi mengenai bagaimana mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat-obatan secara baik dan benar,” terang Hendra.

Ia lanjut menjelaskan bahwa untuk selanjutnya, para AoC tersebut akan menjadi corong penyuluh di lapangan mengenai cara penggunaan obat yang rasional. AoC ini dapat diundang oleh seluruh organisasi atau unsur dalam masyarakat untuk memberikan edukasi tersebut.

Sementara itu, Rudi Winarko, Kepala Seksi Kefarmasian dan Alat Kesehatan Dinas Kesehatan NTT menjelaskan bahwa pada waktu-waktu lalu, perhatian pihaknya lebih diutamakan pada produk obat. Akan tetapi, ke depan, pihaknya mulai berorientasi pada pasein termasuk masyarakat.

“Masyarakat selama ini hanya sebagai obyek, sementara ke depan kita berusaha agar masyarakat menjadi subyek yang dapat memilih obat dengan cerdas. Minimal masyarakat paham mengenai indikasi, kontra indikasi, cara penggunaam dan pemakaian obat, termasuk efek samping obat,” jelasnya.

Rudi menuturkan bahwa sebagai agent of change, para peserta yang memperoleh pembekalan tersebut akan menindaklanjuti informasi yang mereka peroleh di masing-masing apotiknya atau di tempat dinasnya. Mereka juga bisa menyebarkan informasi tersebut ke masyarakat luas.

“Setelah ini mereka turun ke masyarakat dan memberikan pencerahan kepada masyarakat,” lanjutnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Daerah (PD) IAI NTT, Frama El Lefiyana Pollo mengapresiasi Dinas Kesehatan NTT, khususnya Seksi Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Diirnya juga mengapresiasi Direktorat Pelayanan Kefarmasian Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

Dirinya menuturkan bahwa saat ini, sudah 89 AoC di 5 kabupaten di NTT. Dengan adanya pembekalan untuk para AoC kabupaten Kupang,  diharapkan agar Gema Cermat lebih dioptimalkan lagi di NTT.

“Kegiatan ini semakin meneguhkan komitmen saya untuk benar-benar mendukung pelaksanaan Gema Cermat ini, karena ini merupakan kampanye yang langsung menyentuh masyarakat. Sehingga masyarakat lebih peduli, paham, dan terampil untuk menggunakan obat secara tepat, benar, dan akhirnya menggunakan obar secara rasional,” ujarnya.

Usai pembekalan tersebut, pada Jumat (12/10/18) para AoC Kabupaten Kupang ini langsung menyambangi masyarakat di aula gereja GMIT Elim Jalan Timor Raya Km 37, Kabupaten Kupang. Di sana mereka memberikan edukasi mengenai bagaimana mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat-obatan secara baik dan benar. (*/red)

Baca Juga : Imunisasi MR mencapai 100 Persen, TTU Raih Penghargaan Kemenkes