BPS NTT Gelar Ekspose Data Strategis dan Workshop Wartawan, Ini Tujuannya!

Kota Kupang, medikastar.id

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT menggelar kegiatan Ekspose Data dan Workshop Wartawan, Selasa (23/10/18). Kegiatan yang mengangkat tema, “Dengan data kita wujudkan NTT bangkit menuju sejahtera” ini diikuti oleh sekitar 150 orang peserta.

Hadir pada kesempatan tersebut Kepala BPS NTT, Maritje Pattiwailapia, S.H, M.Si; Kepala Bappeda NTT, Ir. Wayan Darmawa, M.T. Hadir pula pihak Kadin NTT yang diwakili oleh Bobby Lianto, MBA. Nampak juga para pimpinan OPD tingkat Provinsi NTT serta 30 wartawan, baik dari media cetak, elektonik dan juga media dalam jaringan (daring).

Indra A. Sofian Souri, ketua panitia kegiatan dalam kesempatan tersebut menuturkan 3 tujuan utama dilaksanakan kegiatan ekspose data dan workshop wartawan tersebut.

Tujuannya ialah melakukan sosialisasi data statistik strategis dan memberikan dukungan terhadap perbaikan data dan informasi pembangunan daerah. Ini perlu ditunjang oleh pemahaman para penyelenggara kegiatan statistik, pemangku kebijakan, media massa, dan masyarakat yang akan menguraikan makna dari data statistik dan informasi yang dihasilkan oleh BPS.

“Kedua, melaksanakan pembinaan bagi para penyelenggara kegiatan statisik, pemangku kebijakan, media massa dan masyarakat yang diupayakan antara lain dengan meningkatkan kemampuan penggunaan dan pemanfaatan hasil statisik untuk mendukung pembangunan daerah,” tuturnya.

Selain itu, kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan solusi yang optimal dalam memenuhi kebutuhan data yang lebih berkualitas untuk dimanfaatkan sebagai bahan dan perencanaan pembangunan daerah yang terukur dan komprehensif.

Kepala BPS NTT, Maritje Pattiwailapia, S.H, M.Si

Sementara itu, Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Bappeda NTT, Ir. Wayan Darmawa, M.T menuturkan bahwa pemerintah provinsi secara serius meletakan data sebagai landasan yang kuat dalam proses perencanaan dan evaluasi. Hal tersebut mengingat betapa pentingnya data, baik dalam proses perencanaan pembangunan maupun dalam evaluasi kinerja pembangunan.

Walaupun data memiliki peranan yang sangat penting, lanjutnya, namun sayang, penyajian data sampai level administrasi terkecil masih kurang diperhatikan. Selain itu, tingkat kepedulian masyarakat akan pentignya data sebagai dasar pengambilan kebijakan juga masih sangat rendah.

“Banyak masyarakat yang masih acuh tak acuh terhadap petugas survei atau sensus di lapangan. Padahal salah satu bentuk kontribusi terhadap negara ialah hanya dengan menjawab pertanyaan survei atau sensus dengan sejujurnya. Seyogianya hasil akan akurat dan pengambilan kebijakan pun akan tepat manakala ada kejujuran dalam pengisian data,” tuturnya.

Viktor melalui Kepala Bappeda NTT menegaskan bahwa pembangunan memang mahal, tetapi membangun tanpa data yang akurat akan lebih mahal. Oleh karenanya, dihimbau kepada semua yang hadir untuk secara proaktif menjawab setiap kebutuhan data yang akurat dan menyampaikan data tersebut sesuai dengan tupoksi perangkat daerah masing-masing.

Sementara kepada para penggiat media cetak, elektronik, dan media daring diharapkan untuk proaktif dan produktif dalam menyuarakan perkembangan pembangunan NTT dengan berlandaskan data yang akurat dan terkini yang disediakan oleh BPS.

Lebih jauh, dalam kesempatan tersebut, Kepala BPS NTT, Maritje Pattiwailapia, S.H, M.Si memaparkan materi mengenai Isu Strategis Provinsi NTT. Isu yang dipaparkan tersebut antara lain isu geografi, isu sosio demografi, isu ekonomi, isu kemiskinan dan ketimpangan, serta isu politik dan pemerintahan.

Selain Maritje, beberapa materi juga dipaparkan oleh pihak BPS. Antara lain Heri Drajat Raharja yang membawakan materi mengenai IPM dan ITK. Alberth Christian Lukan membawa materi mengenai kemiskinan dan Abdul Azis membawa materi mengenai inflasi. Selain itu, nampak pula I Gede Made Suwartana yang mempresentasikan materi mengenai pertanian dan Yezua Harnold Abel yang berbicara mengenai PDRB. (*/red)

Baca Juga : “Tetap Sehat di Masa Pensiun”