Niki-Niki, medikastar.id
Memperingati 100 tahun Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) di Niki-Niki, sejumlah kegiatan dilakukan. Rangkaian kegiatan dimulai dengan donor darah Jumat (19/10/18) dan juga Pawai dan Pentas seni budaya nusantara pada Minggu (21/10/18). Selain itu, digelar pula Galeri Foto sejarah Injili di Niki-Niki dan Kebaktian penyegaran iman pada Kamis (25/10/18).
Puncak acara dirayakan dengan ibadah syukur 100 tahun Injil di Niki-Niki, Sabtu (27/8/2018). Ibadah syukur berlangsung di Gereja GMIT Sonhala Niki-Niki, dipimpin oleh para Pendeta se-Klasis Amanuban Tengah. Khotbah pada kesempatan itu oleh Pdt. Guten Selan.
Ibadat syukur berlangsung meriah di bawah tema, “Segala ujung bumi akan mengingatnya (Mzmr 22:28).” Ibadah tersebut diselingi pantomim tanpa suara tentang napak tilas perjalanan injil di Niki-Niki.
Perayaan ini dihadiri ketua sinode GMIT, Pdt. Merry Kolimon, M.Th. Dalam suara gembalanya Pdt. Merry mengucapkan terima kasih dan selamat kepada seluruh jemaat Sonhalan.
“100 tahun yang lalu bangsa Indonesia belum ada, sekolah GMIT sudah ada, injil sudah ada sejak itu di Niki-Niki, tepatnya 27 Oktober 1918,” ungkapnya.
Memasuki 100 tahun, Pdt.Merry mengajak semua jemaat menjadikan hari ini menjadi moment refleksi yg baik.
“Kita mengetahui apa yang terjadi 100 tahun sebelumnya lewat sejarah. Namun, apa yang akan terjadi 100 tahun ke depan kita tidak tahu,” pintanya.
Karena itu, Merry berharap seluruh Jemaat hendaknya tidak berhenti mewartakan kabar baik kepada semua orang terlebih persiapan kepada generasi muda.
“Zaman datang silih berganti, namun Injil harus tetap hidup,” tuturnya.
Anak-anak, lanjutnya, adalah masa depan Gereja. Etika hidup dalam keluarga dalam masyarakat menjadi perhatian sungguh-sungguh bagi anak-anak yang adalah masa depan Gereja.
“Pendidikan bagi anak-anak dan generasi yang akan datang melalui pendidikan yang Tuhan berikan di negeri merupakan satu keharusan. Hidupkanlah sebagai anak-anak Injil, anak-anak kabar baik, mereka yang akan menceritakan kembali di masa yang akan datang,” pesannya.
Ketua Panitia perayaan syukur 100 tahun Injil di Niki-Niki, dr. Erwin Leo, M.Kes kepada Medika Star memberikan kesan dan pesannya tersendiri.
“Selepas perayaan syukur 100 tahun Injil di Niki-Niki, kita tetap satu, tidak tercerai-berai. Soinhala tetap menjadi Istana damai buat kita semua,” ungkap sang dokter.
Terkait kegiatan tersebut, dirinya mengucapkan limpah terima kasih kepada semua jemaat dari rayon 1 sampai rayon 26, kepada Panitia dan kepada semua pihak yang telah membantu dengan caranya masing-masing.
Semarak perayaan syukur berakhir dengan launching buku Mekar Menjadi Istana Damai: Memaknai 100 tahun Kekristenan di Niki Niki dan Merengkuh Doa. Buku ini karya Pdt. Yuda D. Hawu Haba, M.Th dan Vik Charly Samosi, M.Si. (*/DM)
Baca Juga : Ini Cara “Gerak” Rayakan Hari Sumpah Pemuda

