Kota Kupang, medikastar.id
dr. Dewa Putu Sahadewa, Sp.OG (K), owner Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Dedari Kupang bertutur bahwa pihaknya menyadari betul bahwa angka kematian ibu di wilayah NTT masih sangat tinggi. Untuk mengatasi hal ini, menurutnya, dibutuhkan gerak langkah bersama dari semua pihak, termasuk dari masyarakat luas.
Hal ini disampaikan oleh dr. Sahadewa di sela-sela kegiatan seminar nasional yang diadakan oleh RSIA Dedari, Sabtu (27/10/18) di Millenium Ballroom Kupang. Sebagaimana diberitakan oleh media ini sebelumnya, seminar nasional ini mengangkat tema yang sangat menarik. Tema yang diangkat ialah, “Strategi Penurunan Angka Kematian Ibu dan Pencegahan Stunting Berbasis Penyelamatan 1000 Hari Pertama Kehidupan.” Seminar ini diikuti oleh sekitar 700an peserta.
dr. Arie Kusuma, Sp.OG (K), Ketua PP POGI (Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia) hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Hadir juga narasumber lainnya yakni dr. Dewa Putu Sahadewa, Sp.OG (K); dr. Irene Kathereen L.A Davidz, SpA.,M.Kes; Dr. Ina D. Ratuludji, M.Kes; dr. Laurens David Paulus, Sp.OG (K). Theresia Dian, Duta Pangan Lokal Provinsi NTT juga menjadi narasumber dalam seminar itu.
“Kita menyadari bahwa angka kematian ibu di NTT masih sangat memprihatinkan. Bahkan angkanya lebih tinggi dari pada angka nasional, dengan penyebab yang itu-itu saja. Misalnya seperti karena pendarahan, karena Preeklamsia dan infeksi. Juga mungkin penyebab lain yang berkembang saat ini, seperti gagal jantung pada ibu hamil,” tutur dr. Sahadewa.
Terkait hal ini, dirinya mengatakan bahwa permasalahan tingginya angka kematian ibu ini harus diatasi secara bersama oleh semua pihak, termasuk oleh masyarakat luas.

“Ini memerlukan gerak langkah bersama dari semua provider bahkan juga masyarakat. Kesadaran masyarakat dan kemauan untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan saat melahirkan harus ditingkatkan. Di satu pihak, tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan harus semakin meningkatkan diri,” terangnya.
Sementara itu, Direktur RSIA Dedari, dr. Nanin Susanti, Akp. MARS menjelaskan bahwa seminar yang diselenggarakan oleh RSIA Dedari tersebut merupakan sebuah kelanjutan dari seminar yang telah diadakan oleh pihaknya setahun yang lalu.
“Kami dari RSIA Dedari konsen dalam penurunan angka kematian ibu dan bayi. Ke depan mudah-mudahan setiap tahun kita bisa mengadakan seminar nasional khusus mengenai kesehatan ibu dan anak,” tuturnya.
Di kesempatan yang sama, dr. Nanin mengatakan bahwa RSIA Dedari terus mengembangkan diri dan ingin menjadi rumah sakit ibu dan anak yang lengkap. Bahkan dirinya berharap agar RSIA Dedari bisa menjadi pusat rujukan dari para mitra kerja, seperti para bidan dan juga Puskesmas.
“Kita akan terus konsisten menjadi rumah sakit ibu dan anak dan kita terus mempersiapkan penambahan-penambahan alat dan gedung serta fasilitas lainnya,” ujarnya.
Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang selama ini sudah mempercayakan RSIA Dedari sebagai tempat untuk memperoleh layanan kesehatan, khususnya kesehatan ibu dan anak.
Gelaran seminar nasional RSIA Dedari ini sangat menarik. Selain karena materinya yang menarik, para peserta dalam seminar ini juga tampil menawan dengan busana adat daerahnya masing-masing. (*/Red)
Baca Juga : Pesan Pdt. Merry Kolimon dalam Moment Perayaan 100 Tahun Injil di Niki-Niki

