Kota Kupang, medikastar.id
Moment perayaan Hari Sumpah Pemuda tidak dilewatkan begitu saja oleh berbagai pihak, termasuk oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kupang. Berkolaborasi dengan Pengurus Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Nusa Tenggara Timur dan Jurusan Farmasi Poltekes Kemenkes Kupang, digelar kampanye bahaya narkoba bagi para mahasiswa.
Berlangsung di halaman Kampus Farmasi Poltekkes Kemenkes Kupang pada Sabtu (27/10/18), kegiatan ini diikuti oleh sekitar 320 mahasiswa. Kampanye bahaya narkoba ini dilakukan dalam bentuk Talk Show dengan tema, “Diseminasi Informasi Melalui Kampanye Stop Narkoba.”
Ketua PD IAI NTT, Frama El Lefiyana Pollo, S.Si.,M.Sc.,Apt menuturkan bahwa dalam rangka merayakan Hari Sumpah Pemuda, pihaknya membangun kerja sama dengan BNN Kota Kupang dan Kampus Farmasi Poltekkes Kupang guna menggelar kegiatan Diseminasi Informasi melalui Kampanye Stop Narkoba. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan pada saat itu ialah lomba orasi narkoba oleh mahasiswa Jurusan Farmasi. Selain itu, dilaksanakan pula sosialisasi dengan pihak PD IAI NTT yang mengangkat topik, “Waspada Pengalahgunaan Obat.”
“Kegiatan ini sangat strategis bagi kami PD IAI NTT karena ini berkaitan dengan program kami juga di bidang pengabdian masyarakat. Salah satu program kami yakni memilih duta anti narkoba. Diharapkan dengan keterbatasan kami, kami bisa dibantu oleh duta anti narkoba yang menjadi perpanjangan lidah bagi masyarakat agar masyarakat paham bahwa narkoba merupakan sebuah hal yang berbahaya,” tutur Frama.
Sementara itu, kepala BNN Kota Kupang, M.T Sidik menuturkan bahwa pihaknya memilih kampus Farmasi Poltekkes Kupang sebab mahasiswa Farmasi dalam kesehariannya selalu bergelut dengan obat-obatan.
“Kita tahu bahwa narkoba merupakan obat, sehingga kami merasa penting untuk melakukan sosialisasi mengenai narkoba di tempat ini,” tuturnya.
Sidik menuturkan bahwa ke depan, pihaknya akan terus melakukan hal serupa di berbagai tempat dan berbagai instansi yang ada di kota Kupang.
“Pemerintah, marilah kita dukung kegiatan yang berkaitan dengan meminimalisir penyalahgunaan narkoba. Sementara bagi masyarakat, mari kita menghindari nadkoba dan katakan tidak pada narkoba,” sambungnya.
“Kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa Farmasi. Memang mengenai bahaya narkotika, obat-obat terlarang dan zat adiktif lainnya secara teori sudah didapat di ruang kelas, namun di sini dikaji lebih dalam. Dengan adanya talk show dan orasi, bagi saya, sebenarnya mereka mempraktikan ilmu yang mereka dapat di ruang kelas,” Sekretaris Jurusan Farmasi, Priska Ernestina Tenda, SF., Apt. M.Sc
Ia mengatakan bahwa pihaknya sangat bersyukur dan menyambut baik kegiatan tersebut. Ke depan Ia berharap agar kegiatan yang digelar tersebut dapat terus berlanjut. Selain kegiatan yang sama, bisa juga dirancang kegiatan lain yang bermanfaat bagi mahasiswa.
“Kami juga sangat bangga bahwa BNN menjanjikan bahwa anak kami yang menjadi duta akan diikutsertakan dalam kegiatan-kegiatan BNN selanjutnya,” ungkapnya.
Lebih jauh, salah satu dosen farmasi, Marce Inggrita kepada Silvi dan Ega, mahasiswa Farmasi yang mewawancarainya menambahkan bahwa kegiatan ini adalah sebuah kegiatan yang positif. Dengan adanya duta anti narkoba Ia berharap adanya edukasi yang benar pada masyarakat pada umumnya dan mahasiswa pada khususnya mengenai penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan ini berlangsung meriah. Seluruh mahasiswa Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Kupang terlihat sangat menikmati rangkain acara tersebut. (*/red)
Baca juga : Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Kupang Gelar Pelatihan Jurnalistik

