Tahun Depan Angggaran PKK Matim Naik Jadi 1 Miliar Rupiah

Borong, medikastar.id

Plt. Bupati Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Agas Andreas mengatakan bahwa tahun depan (2019), anggaran PKK Matim dinaikan dari 500 juta menjadi 1 Miliar. Dana tersebut diharapkan tidak sekedar ada, tetapi untuk menjawabi berbagai persoalan yang ada.

Hal tersebut dikatakan olehnya saat kunjungan kerja dan supervisi Ketua TP PKK Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, pada Kamis (01/11/2018) di aula Rumah Jabatan Bupati Manggarai Timur.

Agas pada saat itu menyampaikan terima kasih kepada ketua PKK NTT yang sudah berkunjung ke Kabupaten Matim. Meskipun Gubenur NTT belum berkunjung, tetapi ketua TP PKK NTT lebih dulu hadir di Matim.

Terkait kunjungan tersebut, dirinya juga menegaskan bahwa suksesnya sebuah program dapat tercapai jika itu bisa dilaksanakan secara bersama.

“NTT sudah dicap sebagai daerah tertinggal. Kita tidak perlu malu dengan predikat itu, tetapi perlu kerja bersama sehingga 3T bisa berubah menjadi Termaju, Terindah, Ternama,” jelasnya.

Untuk wilayah Matim, lanjutnya, dari 159 Desa, terdapat 100 desa yang sangat tertinggal. Oleh karena itu, harus dibangun desa terpadu. Terkait ini, Pemda dan PKK harus bahu membahu agar desa tersebut bisa berkembang.

“Ke depan, kita sama-sama melihat dan memandang  desa yang bermasalah, sehingga dengan gotong-royong kita membangun agar desa tersebut bisa mandiri dan sukses,” tuturnya.

Ketua Tim Pengerak (TP) PKK Propinvinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat pada kesempatan itu meminta TP PKK Kabupaten Manggarai Timur (Matim) untuk serius mengurus program yang bisa menyejahterakan rakyat.

Julie Sutrisno  dalam sambutannya menjelaskan bahwa  Kabupaten Matim adalah daerah potensial pertanian yang cukup terkenal, seperti kopi dan tanaman komoditi lainnya.

Selain itu, kata dia, sebagian wilayah daerah di Matim sangat cocok untuk  ditanamkan kelor. Apalagi, salah satu program Gubernur dan Wakil Gubernur NTT adalah memberantas status gizi buruk.

“Kualitas daun kelor yang terbaik di dunia yang pertama di negara Spanyol dan yang kedua di Nusa Tenggara Timur. Saat ini program penanaman daun kelor sudah berjalan,” ungkapnya.

“Apapun program PKK yang diturunkan dari Provinsi dan juga Kabupaten tidak akan sukses kalau tidak ada sinergi dan kerja sama dalam menjalankan program tersebut. Tentu  tujuannya adalah supaya masyarakat sejahtera dan keluar dari garis kemiskinan,” ujarnya.

Ukuran masyarakat sejahtera, jelas Julie, adalah masyarakat yang mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-sehari dan mampu membiayai pendidikan anak hingga perguruan tinggi.

Untuk mencapai masyarakat Matim yang sejahtera, PPK Kabupaten Matim diharapkan mampu menjalankan program dengan bersinergi bersama PKK di tingkat desa.

“PKK tidak hanya dibutuhkan di Kota tetapi juga sangat dibutuhkan di desa, sehingga PKK Propinsi NTT langsung turun ke desa untuk bertemu masyarakat desa,” ungkap Julie.

Di kesempatan yang sama,  Ketua (TP) PKK Kabupaten Matim, Theresia Agas Wisang menyampaikan bahwa pihaknya selama ini mengalami kendala dana yang minim, sehingga sejumlah kegiatan PKK tidak bisa dilaksanakan. Sedikitnya, PKK hanya mampu menyediakan anggaran sebesar Rp 500 juta.

Ia menjelaskan, PKK Kabupaten Manggarai Timur selama ini telah sukses melaksanakan berbagai program. Program tersebut seperti melakukan penyuluhan kesehatan dan pengelolaan makanan lokal dan bersinergi dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Matim.

Menurutnya berbagai progam sudah dijalankan hingga saat ini. Ke depan pihaknya juga akan melakukan berbagai kegiatan dengan bersinergi dengan kecamatan, kelurahan dan desa. (Mull)

Baca Juga : Ini Peran Unicef dalam Imunisasi MR Beberapa Waktu Lalu