Kota Kupang, medikastar.id
Pada tingkat kabupaten/kota, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi yakni Kota Kupang sebesar 10,17 persen. Diikuti Lembata sebesar 5,40 persen dan Belu sebesar 5,26 persen. Hal ini diungkapkan oleh Kepala BPS NTT, Maritje Pattiwailapia, S.H, M.Si kepada awak media, Senin (05/11/18).
Sebelum menjelaskan hal tersebut, Maritje berbicara mengenai Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) NTT. Dikatakan olehnya bahwa TPAK NTT pada Agustus 2018 sebesar 70,17 persen. Ini mengalami peningkatan sebanyak 1,08 point jika dibandingkan dengan Agustus 2017 dimana pada Agustus 2017 lalu tercatat TPAK sebesar 69,09.
“Pada Agustus 2018, dari 3,54 juta penduduk usia kerja, sekitar 2,49 juta orang atau 70,17 persen di antaranya aktif dalam kegiatan ekonomi,” tutur Maritje.
Walapun demikian, terdata bahwa masih ada kesenjangan yang tinggi antara partisipasi kerja perempuan dan laki-laki. Dimana pada Agustus 2018, TPAK Perempuan sebesar 59.86 persen, sementara TPAK laki-laki sebesar 80,96 persen.
Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) NTT pada Agustus 2018 sebesar 3,01 persen atau sebanyak 74,7 ribu orang. Angka ini turun sebanyak 0,26 point atau sebanyak 3,8 ribu orang terhadap TPT Agustus 2017 yang sebesar 3,27 persen atau sebanyak 78,5 ribu orang.
Lebih jauh, berdasarkan data Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurut pendidikan, terdata bahwa TPT terendah sebesar 0,85 persen. Angka ini terdapat pada penduduk berpendidikan SD ke bawah. Sementara itu TPT tertinggi sebesar 7,81 persen terdapat pada jenjang pendidikan Universitas, disusul dengan jenjang pendidikan SMA sebesar 7,54 persen.
“Pada tingkat kabupaten/kota, TPT terendah di kabupaten TTU sebesar 0.85 persen. Diikuti oleh TTS sebesar 1,01 persen dan Sumba Barat Daya sebesar 1,01 persen. Sebaliknya, TPT tertinggi yakni Kota Kupang sebesar 10,17 persen. Diikuti Lembata sebesar 5,40 persen dan Belu sebesar 5,26 persen,” tutur Maritje.
Sementara itu, sambungnya, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tertinggi ada di Sumba Barat Daya sebesar 79,68 persen dan terendah di Kota Kupang sebesar 57,67 persen. (*/red)
Baca Juga : Ekonomi NTT Triwulan III-2018 Tumbuh 5,14 Persen

