Indonesia dan Belanda Jalin Kerja Sama Kesehatan. Ini Bentuk Kerja Samanya!

Denpasar, medikastar.id

Indonesia dan Belada bersepakat untuk menjalin kerja sama di bidang kesehatan. Ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum Saling Pengertian tentang Kerja Sama Kesehatan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia, Nila Farid Moeloek bersama dengan Menteri Negara Belanda, Sybilla Dekker.

Sebagaimana dilansir oleh laman sehatnegeriku.kemkes, penandatanganan ini dilaksanakan di sela-sela rangkaian kegiatan pertemuan tingkat menteri The 5th Global Health Security Agenda (GHSA) di Nusa Dua, Bali, Selasa (06/11/18).

Kerja sama ini demi memperkuat hubungan persahabatan antara kedua negara dan masyarakatnya dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang berkelanjutan antara kedua negara. Juga untuk mempromosikan kerja sama kesehatan yang saling menguntungkan.

“Secara umum, ini akan menjadi payung hukum adanya kerja sama kesehatan antara Indonesia dengan Belanda. Secara detil bentuk kerja samanya nanti,” tutur Nila Moeloek.

Dalam kesempatan tersebut, Menkes RI dan Menteri Negara Belanda masing-masing menyatakan ketertarikannya untuk kerja sama dalam 3 hal di bidang kesehatan. Pertama, kerja sama penguatan sistem kesehatan, khususnya pelayanan kesehatan lansia. Kedua, kerja sama pengendalian penyakit menular, termasuk resistensi antimikroba. Ketiga, kerja sama di bidang ketahanan kesehatan global.

Selain area kerja sama yang telah diajukan dalam MoU, lanjut Nila Moeloek, terdapat beberapa peluang kerja sama di bidang kesehatan yang dapat dilakukan. Pertama, pengembangan kurikulum care giver di Indonesia. Kedua, kerja sama pengiriman tenaga perawat dan care givers Indonesia ke Belanda melalui mekanisme bilateral. Ketiga, pengembangan transit hospital. Keempat, pengembangan Dokter Keluarga (family doctor). Kelima, joint venture industri alkes dan obat di Indonesia.

“Indonesia juga mengharapkan dapat melakukan joint venture investasi di bidang produksi alat-alat kedokteran yang kecil. Misalnya membuat pinset, gunting medis, belum ada yang bisa di kita. Saya mengharapkan yang keseharian digunakan. Kita saat ini sudah bisa produksi masker, baju operasi, handscoon, dan kassa steril,” tutur Nila Moeloek.

Lebih lanjut, di akhir diskusi, kedua belah pihak sepakat untuk segera mengkonkritkan kerja sama bilateral RI-Belanda dalam bentuk Joint Action Plan. Dengan begitu kerja sama keduanya dapat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang nyata untuk meningkatkan pembangunan kesehatan di kedua negara.

Kerja sama ini akan berlaku secara efektif untuk periode 5 tahun dan dapat diperpanjang untuk periode 5 tahun. Kecuali salah satu penandatangan memberikan notifikasi tertulis kepada pihak penandatangan lainnya untuk mengakhiri kerjasama 3 bulan sebelum berakhirnya masa berlaku kerja sama ini. (*)

Baca Juga : 5.773 Kasus HIV/AIDS di NTT, Wagub Minta KPA Kerja Lebih Cepat