Ketika Mahasiswa Perawat Gigi Belajar Jurnalistik

Kupang, medikastar.id

Para mahasiswa jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Kupang sehari-hari begelut dengan kesehatan gigi dan mulut. Namun pada Sabtu (10/11/2018) mereka belajar tentang dasar-dasar jurnalistik dan karya ilmiah. Kegiatan itu mengusung tema “Bercengkerama dengan Jurnalistik” dan dibawakan oleh tim dari Majalah Kesehatan Medika Star.

Ketua Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Kupang, Melkisedek Nubatonis, SKM, MDSc., mengatakan, kepenulisan menjadi salah satu persoalan mendasar mahasiswa. “Banyak mahasiswa sudah selesai teori dan praktek tapi lama wisuda. Salah satu penyebabnya adalah karena kurang baik dalam karya tulis ilmiah,” tutur Melki. Ia berharap kegiatan ini membuat mahasiswa keperawatan gigi mulai membiasakan diri dengan dunia tulis menulis.

Petrus Laba, salah satu narasumber, dalam pemaparan materinya memberi gambaran persoalan literasi di Indonesia. Hasil penelitian Central Connecticut State University tahun 2016 menunjukkan minat baca orang Indonesia masih sangat rendah. Indonesia berada di urutan 60 dari 61 negara yang diteliti. Selain itu, di tengah kencangnya perkembangan teknologi, banjir informasi tak bisa dibendung. Kabar benar dan kabar bohong (hoaks) menghampiri kita setiap hari. Tak terkecuali di bidang kesehatan. Karena itu, kemampuan memilah, memilih, dan memanfaatkan informasi sangat diperlukan agar tidak terjebak dalam kabar bohong.

Setelah diberi penjelasan tentang dasar-dasar jurnalistik dan karya ilmiah, peserta kegiatan langsung mempraktekan teori-teori tersebut. Mereka dilatih membuat berita, karya ilmiah populer dan karya sastra berupa puisi. Para mahasiswa sangat antusias ketika membacakan hasil karya mereka. Karya-karya mereka kemudian disempurnakan oleh para narasumber untuk dipajang di majalah dinding.

“Pelatihan semacam ini pertama-tama agar kita mulai menghidupkan mading kita. Setelah kita sudah mulai mantap di mading kita bisa kirim ke media-media yang ada. Juga agar kita tidak kesulitan ketika mengerjakan tugas akhir,” kata Antonius Radja Ratu, S.Kp.G, MDSc., penanggungjawab bidang kemahasiswaan.

Langkah awal ini diharapkan mampu membuat mahasiswa melek dunia tulis menulis. Selanjutnya mereka dapat menghasilkan tulisan yang menjangkau masyarakat luas sesuai bidang keahlian mereka. (*/red)

Baca juga:Sejumlah Dinkes dan Rumah Sakit Terima Bantuan Mobil dalam Perayaan HKN 2018