Kota Kupang, medikastar.id
Minggu (17/02/18), Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Ahli Gizi Indonesia (DPD Persagi) Provinsi NTT bekerja sama dengan Dinkes Provinsi NTT, RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes, dan Program Studi Gizi Poltekkes Kemenkes RI Kupang menggelar kegiatan Konseling Gizi di Gereja St. Maria Assumpta Kupang.
Sebagaimana diberitakan oleh media ini sebelumnya, konseling gizi ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional ke-59. Dalam bingkai “Bulan Bakti Gizi,” kegiatan ini telah berlangsung sejak 25 Januari 2019 lalu di berbagai tempat ibadah di Kota Kupang.
Di sela-sela kegiatan konseling gizi di Gereja St. Maria Assumpta Kupang, Mispa Paintik, Amd. Gizi, salah satu Konselor Gizi dalam kegiatan Bulan Bakti Gizi 2019 menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada umat mengenai pentingnya pengaturan makanan bagi masing-masing pribadi.
Konseling Gizi, lanjutnya, diawali dengan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan yang bertujuan untuk mengetahui indeks massa tubuh (IMT). Kemudian dilakukan juga pengukuran tekanan darah. Selanjutnya umat yang hadir disilakan untuk berkonsultasi dengan ahli gizi dikaitkan pula dengan riwayat penyakit atau keluhan tertentu yang pernah mereka alami.
“Kita juga memberikan konseling agar mereka yang berstatus gizi kurang dapat meningkatkan berat badan atau mereka yang overweight dapat menurunkan berat badan agar IMT mereka berada pada posisi normal,” terang Mispa.
Lebih jauh, Ia menjelaskan bahwa pada dasarnya konseling gizi merupakan sebuah hal yang sangat penting untuk dilaksanakan, akan tetapi masyarakat umumnya belum mengetahui dan belum sadar akan pentingnya hal ini.
“Selama ini konseling gizi belum familiar di masyarakat, sehingga dengan adanya Hari Gizi Nasional 2019 dan dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan masyarakat dapat mengetahui bagaimana peran Ahli Gizi dalam memperbaiki status gizi masyarakat. Juga agar mereka paham tentang pentingnya konseling gizi,” jelas Mispa.

Ia kembali menekankan bahwa melalui konseling gizi, masyarakat dapat memahami tentang pengaturan makanan bagi pribadi mereka masing-masing, sebab pengaturan makanan sangat berpengaruh terhadap kesehatan diri.
“Kita selalu ingat bahwa mencegah itu lebih baik daripada mengobati. Nah, sebenarnya untuk mencegah berbagai penyakit, salah satu caranya ialah dengan mengatur pola makan kita,” sambungnya.
Hal senada juga dikemukakan oleh Regina Maria Boro, DCN., M.Kes, salah satu Konselor Gizi dan juga dosen di Program Studi Gizi Poltekkes Kemenkes RI Kupang. Dikatakan olehnya bahwa gizi seimbang merupakan sebuah hal urgen dalam seluruh siklus kehidupan manusia, sejak masih dalam kandungan hingga beranjak lansia.
“Dalam seluruh siklus kehidupan kita, kita tidak terlepas dari gizi. Tetapi perlu diperhatikan bahwa kebutuhan dan permasalahan gizi itu berbeda pada setiap tingkatan umur, sehingga diperlukan yang namanya konseling gizi, misalnya berkaitan dengan gizi seimbang bagi balita, kita perlu memberi konseling gizi bagi ibu, sebab yang mengambil peran penting ialah ibu” jelas Regina.
Regina menambahkan bahwa pengaturan makanan yang baik ialah pengaturan makanan yang memperhatikan segi jumlah makanan, jenis makanan, bahan makanan, dan keterkaitan dengan gangguan metabolisme yang dialami oleh masing-masing orang. Diatas semua itu, hal utama yang harus dipegang oleh masing-masing individu ialah disiplin diri dalam mengkonsumsi makanan agar tetap sesuai dengan pengaturan yang telah ada.
“Diharapkan yang sudah mendapatkan konseling bisa memperbaiki perilaku, terutama dalam mengatur pola makan,” tegasnya.

Klik untuk terhubung dengan dr.Teacher Florist Kupang
Terima Kasih dari DPD Persagi NTT
I Gede Kabinawa, salah satu pengurus DPD Persagi NTT, mewakili Ketua DPD Persagi NTT menyampaikan terima kasih yang tulus kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya berbagai kegiatan selama Bulan Bakti Gizi 2019.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pastor Paroki dan pengurus Gereja St. Maria Assumpta, Pendeta dan pengurus Gereja Advent-Walikota, Pendeta dan pengurus Gereja Pniel-Oebobo, PHDI, WHDI dan Pengempon Pura Oebanantha-Oeba, Imam dan pengurus Masjid Nurul Iman-Oebobo, serta seluruh umat yang sudah memberikan kepercayaan kepada tim kami untuk memberikan layanan konseling gizi,” kata Gede.

Pihaknya berharap agar konseling gizi dapat menjadi bahan informasi yang bermanfaat untuk mengatur gizi seimbang bagi keluarga atau penyusunan diit khusus pada penderita penyakit seperti hipertensi, asam urat, diabetes melitus, hiperkolesterol, dan sebagainya.
“Tentu masyarakat tidak hanya dapat memanfaatkan layanan konseling gizi di Bulan Bakti Gizi ini saja. Sehari-hari bila memerlukan konseling gizi bisa berkonsultasi pada ahli gizi di puskesmas dan rumah sakit,” tutur Gede
Selain konseling gizi, dalam rangkaian Bulan Bakti Gizi 2019 ini juga telah dilaksanakan kegiatan bersama meliputi sosialisasi dan pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri di beberapa SMP dan SMA dan kegiatan pembinaan pola makan berbasis menu gizi seimbang bagi ibu balita. Untuk itu pihaknya juga mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan dukungan Dinkes Provinsi NTT, RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes, Program Studi Gizi Poltekkes Kemenkes RI Kupang, Dinkes Kota Kupang, Puskesmas Oebobo dan juga Puskesmas Oesapa.
“Kedepan kita perlu merancang lagi kegiatan lainnya sesuai masukan dari para anggota Persagi, stakeholder dan harapan masyarakat tentunya. Konseling gizi ini tetap menjadi salah satu kegiatan pokok kami dan mudah-mudahan bisa berkolaborasi dengan organisasi profesi kesehatan lainnya serta pihak-pihak lain yang punya kepedulian dalam peningkatan kesehatan masyarakat. Kami juga ingin mendorong agar kegiatan ini ditingkatkan di puskesmas maupun di rumah sakit, tutupnya. (*)
Baca Juga: Kemen PPPA Pastikan Anak Mendapat Perlindungan Khusus

