Puluhan Dokter Ikuti Pelatihan Deteksi Dini Kanker & Kegawatdaruratan dalam Kasus Bedah

Kota Kupang, medikastar.id

Kementerian Kesehatan RI, khususnya Pusat Peningkatan Mutu SDM Kesehatan bersama Kolegium Ilmu Bedah Indonesia (KIBI) menggelar Workshop Peningkatan Mutu Pelayanan bagi dokter umum di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam bentuk Pelatihan Deteksi Dini Kanker dan Kegawatdaruratan dalam Kasus Bedah.

Pelatihan yang berlangsung di Hotel Neo Aston Kupang sejak Rabu (17/07/19) hingga Jumat (18/07/19) ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (P2KB) di daerah prioritas dalam rangka peningkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran demi meningkatkan mutu tenaga kesehatan di Indonesia. Terdata sebanyak 28 dokter umum dari berbagai Rumah Sakit dan Puskesmas di wilayah di NTT hadir dan mengikuti pelatihan ini.

Hadir dalam acara pembukaan kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Dominikus Minggu Mere, M.Kes; Kepala Bidang Pengembangan Kualifikasi SDMK, drg. Anggerina Widowati, MKM; Wakil Ketua P2KD PB IDI, dr. Dewi Lestarini, Sp.KK; dan Ketua KIBI, Dr. dr. Ibrahim Labeda, Sp.B.KBD,FCSI; serta kabid SDM Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Loucy Hermanus.

Sebelum membuka kegiatan secara resmi, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Dominikus Minggu Mere, M.Kes dalam sambutannya menyinggung soal Pidato politik Presiden RI, Joko Widodo yang disampaikan pada Visi Indonesia, Minggu (14/07/19) lalu.

Ingin Belajar Langsung di Rumah? Klik untuk Terhubung dengan Branded Home Private

“Sebagaimana kita dengar dalam pidato Presiden Joko Widodo, selain prioritas pada keberlanjutan pembangunan infrastruktur, prioritas berikutnya ialah peningkatan kualitas SDM. Presiden menyampaikan bahwa jangan sampai ada stunting, kematian ibu, atau kematian bayi. Ini merupakan PR besar untuk kita, terutama kami yang di NTT,” katanya.

Menurutnya, apa yang disampaikan oleh Jokowi di atas memiliki korelasi dengan pelatihan yang digelar tersebut, khususnya dalam hal Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (P2KB) di daerah prioritas. Oleh karena itu, pihaknya menyambut baik kegiatan penguatan kapasitas SDM Kesehatan ini, terutama bagi para dokter umum di NTT, sebab melalui kegiatan seperti ini, NTT akan memiliki tenaga kesehatan yang terampil di garda terdepan.

“Sehingga teman-teman ini dapat melaksanakan tugasnya secara baik, walaupun dalam keterbatasan di tempat tugas masing-masing. Pelatihan seperti ini membuat mereka memiliki skil tambahan untuk mengatasi problem kesehatan di wilayahnya masing-masing,” tutur drg. Dominikus.

Dirinya melanjutkan bahwa di NTT, ada banyak hal yang telah dilaksanakan dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas SDM, baik yang sifatnya nasional seperti PIS-PK dan program lain serta berbagai program lainnya di tingkat provinsi, termasuk program penanggulangan stunting. Menurutnya, Gubernur NTT juga fokus pada aspek peningkatan kualitas SDM, sehingga prioritas pembangunan SDM di bidang kesehatan juga terus diupayakan, termasuk berkaitan dengan peningkatan aksesibilitas pelayaan kesehatan dan peningkatan layanan kesehatan.

drg. Dominikus juga menyinggung mengenai upaya peningkatan pelayanan kesehatan, di mana pihaknya terus menjalin kemitraan dengan Fakultas Kedokteran Undana, Fakultas Kesehatan Masyarakat Undana, Poltekkes Kemenkes Kupang, dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan lainnya.

“Ke depan kami ingin agar penelitian dan pengembangan di bidang kesehatan terus kita tingkatkan, sehingga kita ingin terus menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan kesehatan tersebut,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Kualifikasi SDMK, drg. Anggerina Widowati, MKM menjelaskan bahwa Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan merupakan program yang dijalankan oleh Kementerian Kesehatan RI setiap tahunnya di daerah-daerah prioritas.

“Kami menyadari bahwa teman-teman, baik dokter umum maupun dokter gigi dan profesi kesehatan lainnya sangat perlu untuk mendapatkan kesempatan khusus untuk mengikuti workshop seperti ini. Kami memikirkan dan berusaha untuk bisa terus memfasilitasi teman-teman, terutama yang berada di wilayah Indonesia timur,” katanya.

Oleh karenanya, drg. Anggerina berharap agar para dokter dapat mengikuti kegiatan pelatihan ini secara baik dan dapat berdiskusi aktif dengan para narasumber. Ia juga memberikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Provinsi NTT yang telah memfasilitasi terlaksananya kegiatan ini.

Dalam workshop ini, dibahas beberapa topik urgen yang dibawakan oleh para narasumber yang ahli di bidangnya, misalnya topik mengenai “Kebijakan Program Pengembangan dan Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan,” yang dibawakan oleh dr. Dewi Lestarini, Sp.KK; “Infeksi dalam Bedah Umum,” yang dibawakan oleh Dr. dr. Ibrahim Labeda, Sp.B.KBD,FCSI.

Selain itu, ada pula topik mengenai, “Deteksi Dini Kanker Payudara dan Kanker Rektum,” oleh Dr. dr. Sonar S. Panigoro, Sp.B.K.B-Onk; serta topik mengenai “Akut Abdomen” yang dibawakan oleh dr. Agi Satria, Sp.B.KBD. Juga topik terkait, “Management Emergency Bedah (WSD, NGT, Kateter, Bidai)” oleh dr. Achmad Yani, Sp.B.SP.BA(K) dan topik mengenai, “Luka Bakar,” yang dipaparkan oleh Dr.dr. Yefta Moenadjat, SpBP.

Para peserta yang mengikuti pelatihan ini akan mendapatkan 8 SKP dan sertifikat yang ditandatangani oleh kolegium, IDI cabang NTT dan Puskat Mutu SDM Kesehatan. (*/red)

Baca Juga: Derai Air Mata di RS St. Carolus Borromeus Kupang

Video:

Pentingnya Home Care untuk Lansia

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=q6yiTvmHVc4[/embedyt]