Poltekkes Kemenkes Kupang Kembali Hasilkan 1.794 Lulusan

Kota Kupang, medikastar.id

Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Kupang kembali menghasilkan 1.794 lulusan dalam gelaran wisuda yang dilangsungkan selama 2 hari, sejak Rabu (11/09/19) hingga Kamis (12/03/19) di aula Politeknik Negeri Kupang.

Wisudawan ini terdiri atas 215 wisudawan dari Prodi DIII Keperawatan Kupang, 155 wisudawan Prodi DIII Keperawatan Ende, 185 wisudawan Prodi DIII Keperawatan Waingapu, 78 wisudawan Prodi DIII Keperawatan Waikabubak. Juga 402 wisudawan Prodi DIII Kebidanan, 79 wisudawan Prodi DIII PJJ Kebidanan, 104 wisudawan Prodi Kesehatan Lingkungan, 143 wisudawan DIII Farmasi, 213 wisudawan Prodi DIII Keperawatan Gigi, 98 wisudawan Prodi Gizi, dan 122 wisudawan Prodi DIII Teknik Laboratorium Medis.

Di hari pertama, Rabu (11/09/19), Poltekkes Kemenkes Kupang menyelenggarakan wisuda bagi 902 wisudawan dari kelas regular Prodi DIII Keperawatan Kupang, Keperawatan Ende, Keperawatan Waingapu, kelas Reguler dan PJJ Prodi DIII Kebidanan, kelas regular Keperawatan Gigi, Kesehatan Lingkungan, dan Gizi.

Direktur Poltekkes Kemenkes Kupang, Dr. R.H. Kristina, SKM.,M.Kes dalam Laporan Pendidikannya pada kesempatan tersebut terlebih dahulu menjelaskan mengenai Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang dilaksanakan oleh Poltekkes Kemenkes Kupang.

Dijelaskan bahwa Undang-Undang nomor 26 tahun 2014 tentang tenaga kesehatan mengamanatkan bahwa tenaga kesehatan harus memiliki kualifikasi minimum diploma III. Oleh karenanya Kementerian Kesehatan melalui Badan PPSDM Kesehatan telah mengembangkan program percepatan dalam bentuk PJJ dan RPL.

Setelah kabupaten Flores Timur dan kabupaten Sumba Barat Daya sebagai pilot project program ini, akhirnya pada tahun 2016 Poltekkes Kemenkes Kupang resmi memperoleh ijin penyelenggaraan PJJ. PJJ tersebut kemudian dikembangkan di 4 kabupaten lainnya, yaitu Kabupaten Timor Tengah Utara, Ngada, Sumba Barat Daya dan Kabupaten Fak-Fak, Provinsi Papua Barat.

“Total seluruh lulusan program PJJ Poltekkes Kemenkes Kupang sampai tahun 2019 sebanyak 526 orang,” terang Kristina.

Pada tahun 2016, lanjutnya, dikeluarkan peraturan menteri Kesehatan RI nomor 41 tahun 2016 tentang Percepatan Peningkatan Kualifikasi Pendidikan Tenaga Kesehatan dan Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI no. 26 tahun 2016 tentang rekognisi pembelajaran lampau. Olehnya, pada tahun 2017 Poltekkes Kemenkes Kupang mulai menyelenggarakan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

“Total seluruh lulusan program RPL Poltekkes Kemenkes Kupang sampai tahun 2019 sebanyak 1.126 orang,” lanjut Kristina.

Dirinya di kesempatan itu juga menjelaskan berbagai inovasi yang tengah dikembangkan Poltekkes Kemenkes Kupang saat ini. Salah satunya ialah bahwa Poltekkes Kemenkes Kupang telah mengembangkan sistem pembelajaran berbasis teknologi informasi, yaitu pembelajaran e-learning dalam bentuk virtual learning Poltekkes bagi kelas reguler dan learning management system bagi program PJJ.

Selain itu, Poltekkes Kemenkes Kupang juga berkomitmen untuk mengembangkan kapasitas kelembagaan dan jejaring dengan menyelenggarakan Prodi D-IV Keperawatan dan Program Profesi Ners serta kerja sama dengan lembaga sertifikasi profesi untuk mempersiapkan asesor yang berkompeten demi sertifikasi profesi kesehatan.

“Tahun ini juga telah dikeluarkan izin dari Kementerian Keuangan nomor 602/kmk.05/2019 tanggal 30 juli 2019 tentang penetapan Poltekkes Kemenkes Kupang sebagai instansi pemerintah yang menerapkan pola pengelolaan keuangan badan layanan umum atau BLU,” jelas Kristina lebih lanjut.

Terkait tenaga pendidik/dosen maupun tenaga kependidikan, Ia mengutarakan bahwa saat ini, Poltekkes Kemenkes Kupang memiliki 155 dosen berkualifikasi magister kesehatan serta 13 orang dosen berkualifikasi doktor yang siap berkontribusi di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat untuk membantu memecahkan permasalahan kesehatan yang timbul di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Untuk memberi kontribusi langsung dalam bentuk pengabdian masyarakat, Poltekkes Kupang mengembangkan suatu program yang disebut “one student one family.”

“Program ini diharapkan mampu untuk menurunkan kasus angka kematian ibu, angka kematian anak, pencegahan stunting serta masalah-masalah penyakit menular maupun penyakit tidak menular. Selain itu, beberapa jurusan strategis telah berkolaborasi untuk mengembangkan produk makanan dan minuman berbasis kelor (moringa) untuk pencegahan stunting di NTT,” tambah Kristina.

Ia berharap agar dengan berbagai inovasi yang ada, Poltekkes Kemenkes Kupang mendapat dukungan penuh dari pemerintah provinsi NTT serta instansi terkait untuk berkolaborasi, khususnya dalam hal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat secara langsung.

Kepada para wisudawan, Kristina berpesan bahwa wisuda merupakan suatu langkah awal ke tahapan selanjutnya. Oleh karena itu para wisudawan diharapkan menunjukan sikap profesionalisme, komitmen yang tinggi, serta perilaku yang baik dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab di tengah masyarakat.

“Kami sangat berharap agar saudara-saudara dapat menunjukan kemampuan bersaing dan berkontribusi terhadap pembangunan kesehatan,” pesannya.

Sementara itu, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, dalam sambutan yang dibacakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT drg. Dominikus Mere, M.Kes mengutarakan bahwa tenaga kesehatan yang telah mengangkat sumpah layanan harus mampu mempunyai hati yang sabar dan tulus dalam karya pelayanannya sehingga pasien merasakan sentuhan kasih.

“Di dalam menjalankan tugas kita sebagai tenaga kesehatan, kita harus bekerja dengan hati, melayani dengan tulus dan ikhlas. Kalau kita punya semangat berkorban dengan sungguh, Nusa Tenggara Timur pasti akan bangkit dan sejahtera,” pesannya. (*/red)

Baca Juga: Jembatan Emas dr. Kornelius Kodi Mete & Christian Taka untuk SBD

Video:

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=q6yiTvmHVc4[/embedyt]