Kota Kupang, medikastar.id
Dewan Pengawas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. WZ Johannes Kupang periode 2019-2024 akhirnya resmi bertugas usai dilaksanakan serah terima jabatan dari Dewan Pengawas Rumah Sakit periode sebelumnya, 2014-2019. Acara serah terima ini dilaksanakan pada Selasa (21/01/19).
Dewan Pengawas RSUD Prof. Dr. WZ Johannes Kupang periode 2019-2024 tersebut antara lain, Dr. David Pandie, MS, Dr. Rita Enny, MKes, dan Yoyaris Mau. Ketiganya menggantikan Drs. Hendrik Rawambaku, M.Si, Dr. Henyo Kerong, Dr. Frengky Hartanto, MHA, Drs. Anton Timo, dan Sidin, SE, M.Si.
“Komposisinya yang baru ini 3 orang, kalau sebelumnya 5 orang. Saat ini komposisinya 3 orang karena memang sesuai dengan regulasi yakni bahwa nilai asset kita belum sampai 500 Miliar,” jelas Dr. drg. Mindo Sinaga, Direktur RSUD Prof. Dr. WZ Johannes Kupang.
“Saya atas nama pimpinan di rumah sakit ini mengucapkan terima kasih untuk tugas-tugas yang sudah dilaksanakan oleh dewan pengawas rumah sakit periode 2014-2019,” lanjutnya.
Selain itu, drg. Mindo juga mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas kepada dewan pengawas yang baru. Menurutnya, ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama, sehingga masyarakat NTT dapat memberikan penilaian yang lebih baik mengenai kiprah RSUD Prof. Dr. WZ Johannes Kupang.
Dikatakan olehnya bahwa Dewan Pengawas RSUD Prof. Dr. WZ Johannes Kupang tersebut merupakan bagian dari rumah sakit yang mengawasi secara internal segala urusan yang ada di RS tersebut.
“Kita harapkan masukan-masukan dari dewan pengawas ini juga kita harapkan dewan pengawas dapat memberikan kita, khususnya di bagian managemen untuk menata rumah sakit ini menjadi lebih baik,” sambung drg. Mindo.
Sementara itu, Dr. David Pandie, MS dalam sambutannya mengutarakan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada pihaknya merupakan sebuah tantangan yang besar mengingat RSUD Prof. Dr. WZ Johannes merupakan RS yang paling terdepan di NTT.
“Bagaimana pun sesuai kedudukan dewan pengawas, kami akan upayakan agar semua standard pelayanan di rumah sakit ini minimal dapat berjalan dengan semakin baik,” katanya.
David menambahkan bahwa untuk memastikan semua hal dapat berjalan dengan baik tentunya pihaknya membutuhkan kerja sama dengan direktur dan seluruh jajarannya, baik yang berhubungan dengan kesehatan maupun hal-hal teknis lainnya.
“Kita akan lakukan efisiensi di berbagai sisi dan juga pengembangan sumber daya manusia menjadi lebih baik, sehingga semua yang bekerja di sini juga merasa senang dan semua orang yang masuk ke sini juga merasa senang dengan pelayanan yang diberikan,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Ir. H. Muhammad Ansor dalam kesempatan tersebut menjelaskan beberapa hal yang akan terus diperhatikan dan diupayakan oleh pihaknya sebagai mitra kerja RSUD Prof. Dr. WZ Johannes.
“Hal pertama yang tentunya menjadi perhatian kita ialah kesejahteraan para dokter. Kita akan upayakan secara bertahap agar kesejahteraan para dokter, baik itu para sub spesialis, dokter spesialis, dan juga dokter umum semakin membaik dari waktu ke waktu. Akan tetapi untuk hal ini perlu diperhatikan juga agar waktu para dokter ini lebih banyak waktunya di RSUD Johannes,” ungkapnya.
Selain itu, dirinya juga menyinggung mengenai sarana dan pra sarana yang ada di RSUD Prof. Dr. WZ Johannes. Dalam kaitannya dengan hal ini, pihaknya juga akan terus mengupayakan agar sarana dan pra sarana yang ada terus ditingkatkan.
“Kami juga mendorong agar apabila UGD yang baru telah selesai dibangun maka secepatnya dapat segera dilaunching oleh gubernur NTT sehigga masyarakat NTT dapat segera menikmati pelayananya,” tutupnya. (*/red)

