Kemenkes Pastikan Lokasi Observasi WNI dari China Aman

Natuna, medikastar.id

Natuna menjadi tempat yang dipilih Pemerintah Indonesia sebagai lokasi transit untuk mengobservasi WNI yang dievakuasi dari Wuhan. Informasi awal jumlah WNI yang akan pulang ke Indonesia ada 245 orang, namun jumlah yang pasti tiba di Indonesia ada 238 orang. 4 orang mengundurkan diri karena lebih nyaman tinggal di sana, sisanya 3 orang tidak lolos skrining oleh Pemerintah Cina.

Terkait lokasi, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Anung Sugihantono mengutarakan bahwa pemilihan lokasi tersebut telah mempertimbangkan dari segi jarak dan waktu.

Hal yang sama disampaikan oleh Panglima TNI Hadi Tjahjanto dalan konferensi pers pelepasan tim penjemputan ke Wuhan pada Sabtu (1/1/20) bahwa Natuna memiliki rumah sakit yang dikelola 3 angkatan. Selain itu jarak dermaga dan landasan pacu juga dekat. Sehingga memudahkan dalam proses transit observasi.

Di Natuna, Pemerintah Indonesia telah menyediakan tempat tinggal yang memadai. Ada fasilitas kesehatan beserta tenaga kesehatan, sarana dan prasarana pendukung, serta logistik. Yang dilakukan disana adalah observasi bukan membatasi.

“Tempat observasi telah didesain sedemikian rupa, hanggar dibuat secara berlapis dengan siklus udara yang baik,” kata Anung.

Mengenai kekhawatiran masyarakat akan jarak hanggar yang dinilai terlalu dekat dengan pemukiman warga, Dirjen Anung memastikan bahwa proses penularan nCoV tidak akan terjadi. Pasalnya virus tidak akan bertahan lama di udara. Terlebih di lokasi observasi telah diskenariokan menjadi 3 bagian.

“Di sana juga dibagi menjadi 3 ring. Ring 1 untuk tenaga kesehatan dan WNI yang dievakuasi, ring 2 untuk penyediaan makanan dan ring 3 untuk pemantauan. Sehingga kekhawatiran masyarakat akan potensi penularan nCoV tidak akan terjadi,” tegasnya.

Proses observasi direncanakan akan berlangsung selama 14 hari. Selama itu juga, mereka akan diberikan berbagai kegiatan agar tidak jenuh. Pemerintah juga siap mendukung logistik yang dibutuhkan, karena yang dilakukan disana adalah observasi bukan membatasi.

“Kementerian kesehatan telah mengeluarkan pedoman kegiatan untuk WNI di Natuna. Logistik yang dibutuhkan juga terus diupdate untuk dipenuhi. Untuk mengurangi kejenuhan, Pemerintah juga menyediakan alat fitness, permainan, serta alat kesenian,” kata Dirjen Anung.

Meski dinyatakan sehat oleh Pemerintah Tiongkok, warga negara Indonesia di Natuna tetap akan terus dipantau dan akan dilakukan pemeriksaan suhu tubuh 2 kali sehari, sekali lagi untuk memastikan kondisi mereka tetap sehat. (*/sehatnegeriku)

Baca Juga: Tiba di Natuna, WNI dari China Diskrining Ulang