Labuan Bajo, medikastar.id
Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef Adreanus Nae Soi, MM tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Rabu (04/03/2020) dengan menumpang pesawat Wings Air. Wakil Gubernur NTT yang didampingi Sekretaris Dinas Kominfo Provinsi NTT, Lusia Tiwe ini disambut Wakil Bupati Mabar, dokter Maria Geong, P.hD dan Forkompimda Kabupaten Mabar, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Mabar.
Sejak di tangga pesawat, Wabup Mabar menyambut kedatangan Nae Soi dengan hangat selanjutnya rombongan Wagub langsung diarahkan ke ruang VIP Bandara Komodo. Sesuai agenda, kehadiran Nae Soi di Bumi Komodo adalah untuk mengikuti Rapat Pimpinan Tingkat Eselon I dan II Kementerian Kominfo RI, yang rencananya dihadiri Sekretaris Jenderal Kemenkominfo RI, Niken Widiastuti dan 7 pejabat eselon 1 serta beberapa pejabat tinggi di lingkungan kementerian tersebut.
Saat dijamu sejenak Wabup Mabar di ruang VIP Bandara Komodo, Nae Soi meminta kepada Pemerintah Kabupaten Mabar agar dapat mengambil langkah-langkah antisipatif dan edukatif bagi seluruh masyarakat Kabupaten Mabar agar tidak panik dalam menyikapi merebaknya penyebaran virus corona dan African Swine Fever (ASF) yang siduga bisa sampai di Kabupaten Mabar.
“Pariwisata di daerah ini tidak boleh sampai terganggu, oleh karena adanya isu-isu merebaknya virus corona dan Virus ASF. Kabupaten ini telah ditetapkan menjadi salah satu dari lima destinasi wisata super prioritas dengan segmentasi premium, di mana Komodo menjadi ikonnya. Oleh sebab itu, masyarakat harus tetap tenang dan menjaga daerah ini agar tetap nyaman bagi siapa saja yang datang. Apalagi Pemerintah Pusat telah menetapkan Labuan Bajo sebagai tuan rumah KTT G-20 dan ASEAN SUMMIT,” katanya.
Nae Soi juga berharap ada upaya untuk mengelola Taman Nasional Komodo (TNK) di Manggarai Barat secara profesional agar ekosistem di TNK tetap terjaga dan menjadi objek wisata berkelas dunia separti Taman Nasional Galapagos sebagai habitat dari penyu raksasa yang sangat terkenal di dunia.
“Saya mendorong agar ke depan TNK juga bisa menjadi seperti Taman Nasional Galapagos, karena dikelola secara baik dengan manajemen modern dan berdampak besar bagi kesejahteraan masyakat lokal pada khususnya dan bagi seluruh masyarakat NTT pada umumnya,” tuturnya.
“Saya juga mohon perhatikan baik-baik fasilitas jalan negara dan jalan provinsi di kabupaten ini. Karena sarana jalan raya amat penting untuk mendorong para wisatawan untuk memiliki minat yang tinggi ketika mereka berkunjung ke berbagai objek wisata alam di daerah ini,” tambah Nae Soi.
Lebih jauh, Ia juga meminta kepada Pemkab dan seluruh komponen masyarakat agar benar-benar serius “mendandani” Kabupaten Mabar sehingga layak menjadi pertemuan berbagai kepala negara di tahun 2023 yang akan datang.
Ketika keluar dari ruangan VIP, Nae Soi masih sempat bertemu dan berbincang dengan para driver bandara yang tergabung dalam organisasi Aftar dan Flores Today Driver Bandara Komodo.
Dalam perbincangan selama kurang lebih 15 menit itu, Ia meminta para pengemudi bandara agar tetap bekerja secara profesional dan turut serta menjaga keindahan Kota Labuan Bajo.
“Saya harap saudara-saudara dapat bekerja dengan baik, dan perlu diingat bahwa beberapa waktu ke depan bandara ini akan dipugar dan diperluas menjadi bandara berstandar internasional agar dapat mempercepat terwujudnya kawasan wisata super prioritas di Labuan Bajo dan lebih khusus menyongsong penyelenggaraan KTT G20 dan ASEAN SUMMIT di tahun 2023. Tugas anda sekalian adalah menjaga kebersihan kota ini, khususnya kebersihan dan kenyamanan bandara ini dan layanilah setiap tamu yg menggunakan jasa anda dengan ramah, agar pariwisata semakin maju,” ucap Nae Soi.
Terpantau usai santap siang Nae Soi dan rombongan kemudian mengunjungi lokasi pelebaran ruas jalan Pantai Pede, Gorontalo menuju Golomori sebagai lokasi pembangunan beberapa hotel berbintang lima. Hotel-hotel ini akan dibangun dalam waktu dekat sebagai sarana akomodasi para kepala negara dam tamu-tamu penting lainnya yang akan hadir pada KTT G-20 dan ASEAN SUMMIT di tahun 2023.
“Sesuai arahan, Bapak Presiden telah menyampaikan ruas jalan ini akan diperlebar 20 meter ke kiri dan kenan. Pekerjaan ini harus selesai di akhir tahun 2020 ini. Oleh sebab itu, segera ditindaklanjuti secepatnya. Ini menjadi akses mobilitas dari para peserta KTT G-20 dan ASEAN SUMMIT nanti, tanpa mengabaikan kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat setempat,” harap Nae Soi. (Frans Tiran/Kasubag Pelmas dan Hubungan Kelembagaan Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

