Manfaat Musik bagi Kesehatan

medikastar.id – Peringatan hari musik nasional jatuh pada 9 Maret kemarin. Di masa sekarang, perkembangan musik di Indonesia terbilang cukup pesat. Hal ini ditunjukkan melalui kualitas dan keberagaman jenis musik yang ada. Keberagaman yang ada membuat para penikmatnya memiliki banyak pilihan untuk mendegarkan musik.

Selain dinikmati, musik ternyata memiliki banyak manfaat. Salah satunya adalah bagi kesehatan. Musik yang didengarkan dapat menjadi salah satu cara untuk merawat kesehatan, bahkan bisa juga digunakan sebagai terapi.

Musik adalah susunan suara yang mengandung irama, lagu, nada, serta diharmonisasikan dengan alat-alat yang mengeluarkan suara. Banyak penelitian yang telah membuktikan manfaat musik bagi kesehatan.

Salah satu manfaat yang bisa didapatkan dari musik adalah mengurangi rasa sakit dan gangguan kecemasan. Hal tersebut dibuktikan melalui penelitian yang dilakukan oleh Brunel University di Inggris. Penelitian tersebut mengambil secara acak 72 partisipan dari 7000 pasien yang menerima tindakan operasi.

Hasilnya, ditemukan bahwa pasien yang mendengarkan musik setelah operasi, tidak terlalu mengalami rasa sakit dan kecemasan dibandingkan mereka yang tidak mendegarkannya. Selanjutnya, mereka merasa bahwa obat peredah rasa sakit tidak terlalu dibutuhkan.

Penelitian yang dilakukan oleh peneliti Denmark pada tahun 2014 juga menemukan bahwa musik sangat bermanfaat bagi pasien fibrimyalgia. Fibrimyalgia adalah jenis penyakit yang ditandai dengan rasa nyeri di sekujur tubuh, serta rasa lelah dan gangguan tidur.

Dipilih 22 pasien fibrimyalgia untuk mendengarkan musik yang tenang, santai, dan pilihan mereka sendiri. Hasilnya, terjadi penurunan rasa nyeri dan peningkatan fungsi mobilitas pada tubuh mereka secara signifikan.

Selain itu, saat seseorang merasakan stres, mendegarkan musik favorit juga akan membuatnya merasa lebih baik. Penelitian mengenai hal ini telah dilakukan oleh Prof. Isabela Peretz dari Center for Research on Brain, Music and Language University of Montreal di Kanada.

Mereka merekomendasikan bahwa musik yang diputar secara berulang-ulang pada bayi dapat mengurangi stress dan memperkenalkan hiburan. Kemampuan ritme gerakan tubuh juga akan terhubungan dengan ritme dari luar dan ketukannya.

Menurut beberpa peneliti, musik juga akan mengurangi stres dengan cara menurunkan kadar kortisol dalam tubuh. Kortisol adalah hormon yang dilepaskan sebagai respon terhadap stres. Upaya mengurangi stres juga berhubungan dengan jenis musik yang didengarkan.

Musik yang distimulasikan akan meningkatkan tindakan kardiovaskular. Sedangkan musik yang tenang akan menurunkannya.” Kata Dr. Levitin dan teman-teman penelitinya dari Inggris.

Selanjutnya, musik juga bermanfaat untuk menjaga kemempuan daya ingat atau memori. Pada tahun 2013, sebuah study yang dipublikasikan oleh Jurnal Memory and Cognition memuat 60 orang dewasa yang sedang mempelajari bahasa Hungaria.

Mereka melakukan penelitian dengan cara membagi orang-orang tersebut dalam kelompok kecil yang beranggotakan 3 orang. Masing-masing dari ketiga orang tersebut belajar mengucapkan kalimat bahasa Hungaria yang cukup asing.

Seseorang mengucapkan kalimat tersebut dengan cara diucapkan secara normal, seorang lain mengucapkan dengan ketukan tertentu, dan seorang lain dengan cara dinyanyikan. Hasilnya terlihat saat mereka menyuruh orang-orang tersebut mengulang kalimat asing tersebut. Orang-orang yang menyanyikannya dapat mengulang kalimat tersebut dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi dibanding 2 orang lainnya.

Hasil ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran mendengar dan bernyanyi dapat memfasilitasi memori verbatim untuk mengucapkan bahasa asing.” Kata penulis jurnal tersebut.

Penelitian lain juga membuktikan bahwa kelompok orang yang menyukai kegiatan mendegar musik dan menyanyi memiliki suasana hati yang baik. Selain itu, kemampuan memori episodik dan memori kerja untuk melakukan penilaian kognitif juga akan berfungsi dengan baik dibandingkan kelompok biasa.

Untuk mendapatkan manfaatnya, terdapat beberapa metode yang dapat diterapkan sebagai terapi. Terapi musik yang dilakukan disesuaikan dengan tujuan dan media musik yang digunakan.

Yang pertama adalah music mnemonics. Metode ini berguna untuk mengingat sesuatu. Caranya adalah dengan memikirkan lagu atau musik yang disukai. Nada atau irama dari lagu tersebut kemudian digunakan pada anak untuk mengajarkan tentang informasi yang baru.

Metode berikut adalah crossing midline. Penerapannya adalah dengan cara mengajarkan anak seperti bermain drum. Seseorang bisa bernyanyi atau memutar musik, sambil seorang anak memainkan drum untuk mengiringi lagu tersebut. Kedua tangannya perlu aktif memainkan pukulan drum tersebut. Drum yang digunakan disesuaikan dengan apapun yang ada di rumah (tidak perlu drum asli). Metode ini bermanfaat untuk meningkatkan komunikasi antar belahan otak dan persepsi sensorik.

Metode selanjutnya adalah call to attention. Cara melakukannya adalah dengan menggunakan musik sebagai isyarat memulai atau mengehentikan suatu kegiatan. Contohnya saat musik diputar, anak-anak bisa bergoyang mengikuti irama. Sedangkan, saat musik dihentikan, mereka harus menjadi patung. Cara ini berguna untuk melatih respon yang cepat, serta menurunkan tingkat kecemasan.

Selain ketiga metode tersebut, masih banyak metode yang dapat diterapkan bagi anak-anak dan orang dewasa. Jika metode tersebut dirasa cukup rumit, cukup dengarkan saja musik favorit dan dinikmati secara rileks.

Dengan memilih jenis musik yang cocok, serta lirik yang mengandung muatan positif, musik yang didengarkan sudah bisa membuat tubuh dan mental menjadi lebih semangat. Selamat hari musik nasional 2020. (har)

Baca juga: Penggunaan QRIS Akan Mengerek Pertumbuhan Ekonomi