Ini Sejumlah Langkah Pemprov NTT Antisipasi Penyebaran Virus Corona

Kota Kupang, medikastar.id

Pemerintah Provinsi NTT secara serius melakukan beberapa langkah untuk mencegah penyebaran virus corona (covid-19) di wilayah provinsi NTT. Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT sekaligus juru bicara Satgas Covid-19 di NTT, Dr. Marius Ardu Jelamu, M.Si kepada media ini, Selasa (18/03/20) memaparkan sejumlah langkah yang telah diambil oleh pemerintah NTT.

Menurutnya, salah satu langkah yang telah dilakukan pemerintah provinsi NTT ialah menutup untuk sementara perbatasan Indonesia dengan Timor Leste. Penutupan perbatasan ini dilakukan secara selektif mengingat lalu lintas barang dari Timor Barat ke Timor Leste terjadi setiap hari.

“Untuk arus orang, kita akan lakukan secara selektif untuk menjaga kesehatan dari dua bela pihak, baik dari Timor Leste maupun Timor Barat mengingat Timor Leste sebagai negara yang terbuka, penerbangan dari mana pun di dunia ini langsung ke Dili dan kita tidak bisa memastikan apakah orang-orang yang datang tersebut suspect virus corona atau tidak,” tutur Marius.

Selain menutup pintu perbatasan, pemerintah provinsi NTT mendorong masyarakat NTT yang tinggal di luar NTT dan akan kembali ke NTT untuk lebih dahulu melakukan isolasi mandiri di dalam rumahnya selama 14 hari. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa diri mereka tidak terinfeksi virus corona.

“Selama melakukan isolasi tersebut, hindari bertemu dengan banyak orang atau berkunjung ke tempat-tempat umum, melakukan general cek up dan orang tersebut diharapkan mengkonsumsi makanan yang bergizi,” kata Marius.

Kemudian, lanjutnya, untuk para wisatawan yang datang ke NTT dengan menggunakan kapal pesiar, pemerintah mengharapkan agar KKP dan imigrasi sejak awal memastikan bahwa mereka dalam kondisi sehat.

“Lebih baik lagi kalau wisatawan tersebut memiliki kartu rekomendasi dari negaranya bahwa yang bersangkutan sehat. Kita juga tetap melakukan control kesehatan di atas kapal. Kalau dinyatakan sehat baru boleh turun ke tempat wisata,” tegas Marius.

Sementara itu, wisatawan yang masuk melalui bandara, harus melewati thermo scanner dan thermo gun untuk mengukur suhu. Kalau misalanya terindikasi suspect virus corona, maka tenaga dokter dan tenaga medis yang telah ada akan melakukan pemeriksaan selanjutnya. Demikian juga dengan orang yang datang melalui pelabuhan.

“Dalam jangka pendek untuk menjaga kesehatan seluruh masyarakat NTT, mulai tanggal 20 Maret hingga 4 April para siswa akan diliburkan. Ini agar anak-anak lebih banyak belajar di rumah, tetapi bukan berarti karena libur maka anak-anak ini dibawa ke mall, bioskop dan sebagainya,” jelas Marius.

Lebih jauh, Gubernur NTT juga menghimbau agar tradisi budaya bersalaman yang selama ini dilakukan di NTT dihentikan sementara, seperti cium hidung, berjabatan tangan, cium pipi, dan sebagainya.

Pemerintah juga mendorong seluruh masyarakat NTT untuk menunda kegiatan-kegiatan yang melibatkan ratusan bahkan ribuan orang. Dalam hal ini Marius mengatakan bahwa gubernur NTT meminta agar ada 2 event besar keagaamaan, yakni pentabisan uskup di Ruteng dan juga Semana Santa di Larantuka diperhatikan secara baik. Diharapkan agar para tamu undangan dalam acara pentabisan uskup di Ruteng betul-betul dikontrol.

“Gubernur mendorong agar Semana Santa hanya diikuti oleh warga lokal di Flores Timur, sedangkan para pesiara yang lain kita minta dengan hormat untuk menunda kedatangannya, tahun depan baru datang,” lanjut Marius.

“Kami menghimbau para bupati dan wali kota se-NTT, pimpinan lembaga, pimpinan koperasi, agama, perguruan tinggi, sekolah, dan sebagainya untuk juga menyiapkan cairan disinfektan di depan pintu masuk masing-masing lembaga dan thermo gun untuk mengukur suhu. Kalau ada tamu yang datang dan suhu tubuhnya di atas 38 derajat diminta untuk pulamg ke rumah dan kemudian ke fasilitas kesehatan untuk memeriksakan diri,” tambahnya.

Selain itu, Marius juga mengatakan bahwa pemerintah provinsi NTT meminta bantuan aparat Kepolisian untuk mengontrol orang-orang yang mengail di air keruh, misalnya dengan menimbun masker dan menjualnya dengan harga yang mahal.

“Kita juga minta para pelaku ekonomi untuk tetap menjaga stabilitas harga,” tutupnya. (*/red)

Baca Juga: Empat ODP di NTT Dinyatakan Negatif Corona