Mengenal Meningitis, Penyebab Kematian Glenn Fredly

medikastar.id – Pada tanggal 8 April kemarin, musisi legendaris Indonesia, Glenn Fredly meninggal dunia. Pelantun lagu “Akhir Cerita Cinta” tersebut meninggal dunia di Rumah Sakit Setia Mitra Fatmawati, Jakarta Selatan.

Keluarga mengungkapkan bahwa kematian Glenn disebabkan oleh penyakit meningitis. Apa itu meningitis? Mari mengenal penyakit ini.

Pengertian, Penyebab dan Gejala

Meningitis adalah peradangan atau pembengkakan selaput pelindung yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang. Meningitis dibedakan dalam beberapa tipe berdasarkan penyebabnya. Umumnya penyakit ini disebabkan oleh virus dan bakteri, tetapi beberapa kasus disebabkan oleh jamur dan penyebab lainnya.

Meningitis virus adalah jenis meningitis yang paling umum terjadi. Sebanyak 85 persen kasus meningitis ini disebabkan oleh Enterovirus. Setiap tahun, Enterovirus dapat menyebabkan 10 sampai 15 juta infeksi, meski hanya sedikit kasus yang berkembang menjadi meningitis.

Selain disebabkan oleh Enterovirus, virus lain yang juga dapat menyebabkan meningtis adalah influenza, herpes, HIV, dan lain sebagainya. Biasanya meningitis jenis ini bisa hilang tanpa pengobatan. Namun, beberapa kasus perlu diobati.

Jenis meningitis ini dapat menyebabkan penderita mengalami beberapa gejala. Gejala tersebut antara lain sakit kepala, demam, leher kaku, kejang, dan sensitivitas terhadap cahaya terang. Selain itu, ada pula rasa kantuk, lesuh, mual dan muntah, serta nafsu makan menurun.

Tipe yang berikut adalah meningitis bakteri. Meningitis ini disebabkan oleh beberapa jenis bakteri tertentu. Bakteri yang umumnya menyebabkan meningitis adalah Sterptococcus pneumoniae, Neisseria meningitidis, Haemophilus influenza, Listeria monosytogenes, dan Staphylococcus aureus.

Gejala dari meningitis bakteri dapat muncul dan berkembang secara tiba-tiba. Gejala tersebut seperti perubahan status mental, mual, muntah, dan sensitivitas terhadap cahaya. Muncul juga sifat lekas marah, sakit kepala, demam, panas dingin, leher kaku, area kulit berwarna ungu yang menyerupai memar, kantuk, dan rasa lesuh.

Jika tidak ditangani, penderita meningitis bisa mengalami komplikasi. Komplikasi tersebut antara lain kejang, gangguan pendengaran, kehilangan penglihatan, hingga masalah memori. Radang sendi, sakit kepala migrain, kerusakan otak, serta penumpukan cairan antara otak dan tengkorak juga termasuk dalam komplikasi dari meningitis.

Meningitis dapat tertular antara sesama manusia. Meningitis bakteri dapat menyebar melalui makanan. Penyebarannya tergantung pada jenis bakteri penyebabnya. Selain melalui makanan, meningitis ini juga dapat menular lewat kontak dekat.

Sedangkan, meningitis virus dapat ditularkan melalui kontak dekat bersama orang yang memiliki penyakit ini. Saat kontak bersama orang yang memiliki penyakit meningitis, virus akan masuk ke dalam tubuh melalui cairan tubuh penderita pada orang lain. Di dalam tubuh, virus tersebut barulah akan menyebabkan meningitis.

Diagnosis, Penanganan dan Pencegahan

Gejala-gejala tersebut perlu dipahami agar penanganannya dapat dilakukan secara tepat. Sebelum dilakukan penanganan, terlebih dahulu pasien perlu didiagnosis. Cara mendiagnosis meningitis adalah melihat riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik.

Selama pemeriksaan fisik, dokter akan melihat demam, detak jantung yang meningkat, leher kaku, dan kesadaran berkurang. Tes lain untuk mengetahui meningitis adalah tes darah dan CT-scan.

Setelah didiagnosis, pasien meningitis perlu sesegera mungkin dirawat inap. Diagnosis dan perawatan dini bertujuan untuk mencegah kerusakan otak dan kematian. Penanganannya tergantung pada penyebabnya. Salah satu contohnya adalah dengan memberikan antibiotik intravena pada meningitis bakteri.

Selain melakukan pengobatan, penyakit meningitis juga bisa dicegah. Salah satu langkah pencegahan adalah dengan vaksin. Terdapat beberapa jenis vaksin untuk meningitis bakteri. Vaksin utama untuk meningitis adalah untuk mengatasi meningitis bakteri. Alasannya adalah dibandingkan meningitis virus, meningitis bakteri yang tidak ditangani secara cepat dapat menimbulkan efek yang sangat parah.

Selain vaksin, meningitis juga dapat dicegah dengan menjalankan pola hidup sehat. Pola hidup sehat tersebut antara lain istirahat yang cukup, tidak merokok, dan hindari kontak langsung bersama orang yang sakit.

Semua orang dari segala usia bisa mengalami meningitis. Sebelum Glenn Fredly, beberapa tahun yang lalu, artis Olga Syahputra juga meninggal akibat penyakit ini. Oleh karena itu, mari menjaga pola hidup yang sehat agar kita bisa terhindar dari penyakit ini. Selamat jalan legenda musik Indonesia, Glenn Fredly. Ada dan tiada, karyamu akan selalu dikenang. (har)

Baca juga: Menumbuhkan Harapan Baru Melalui Penggunaan Kaki Palsu