medikastar.id – Penyebaran virus corona terjadi sangat cepat. Pintu masuk corona untuk menginfeksi tubuh manusia adalah mata, hidung, dan mulut. Karena itu, dalam masa pandemi ini, masyarakat diminta untuk tidak menyentuh bagian-bagian wajah tersebut.
Meski telah direkomendasikan untuk tidak menyentuh bagian wajah, nampaknya orang-orang merasa sulit untuk melakukannya. Hal ini memunculkan pertanyaan, mungkinkah seseorang bisa berhenti menyentuh wajahnya?
Virus corona dapat bertahan pada berbagai macam benda di sekitar masyarakat. Seseorang mungkin saja menyentuh benda yang terdapat virus. Setelah menyentuh benda yang terdapat virus, jika ia memegang wajah, virus yang berada di tangannya akan masuk ke dalam tubuh. Selanjutnya, ia akan terinfeksi dan bisa menyebarkan virus pada orang-orang di sekitarnya.
Berhenti menyentuh tangan merupakan hal yang tentu saja sulit dilakukan. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2008 mengamati 10 subyek, masing-masing pada ruang kerja mereka selama 3 jam. Peneliti menemukan bahwa mereka rata-rata menyentuh wajahnya sebanyak 16 kali dalam satu jam.
Study lain yang dilakukan pada tahun 2015 mengamati 26 mahasiswa kedokteran di sebuah universitas di Australia. Hasilnya, diketahui bahwa para subyek penelitian menyentuh wajahnya sebanyak 23 kali dalam satu jam. Hampir setengah dari tindakan menyentuh wajah yang dilakukan melibatkan mata, hidung, dan wajah.
Dikutip dari healthline, bahkan seorang tenaga kesehatan yang profesionalpun sulit untuk tidak menyentuh wajahnya. Mereka terhitung dapat menyentuh wajahnya sebanyak 19 kali dalam 2 jam, serta tidak terlalu memperhatikan kebersihan tangan mereka.
Para ahli menyatakan bahwa perilaku menyentuh wajah termasuk dalam tindakan alamiah seorang manusia. Hal ini berarti manusia bisa selalu terdorong untuk menyentuh wajahnya.
“Secara alami, orang-orang akan memperhatikan wajah orang lain dan menjadi peka terhadap isyarat wajah mereka. Jadi, menyentuh wajah bisa sedikit berkaitan dengan kecenderungan alami untuk peka terhadap wajah dan ekspresi diri kita.” Kata Kevin Chapman, seorang Psikolog dan Direktur Kentucky for Centre of Anxiety and Related Disorder.
Lalu, bagaimana caranya untuk menjalankan rekomendasi ini agar bisa terbebas dari infeksi covid-19? Meski terdengar sulit, namun perilaku menyentuh wajah bisa tetap dikurangi.
Cara yang pertama adalah kesadaran. Dengan mengatakan pada diri untuk tidak menyentuh wajah, bisa jadi seseorang malahan akan menyentuh wajahnya lebih banyak. Dibandingkan memaksakan diri mati-matian, alangkah baiknya terapkan hal tersebut secara fleksibel.
“Dari pada mengatakan saya tidak akan menyentuh wajah saya hari ini, katakanlah saya harus lebih sadar mengenai sentuhan pada wajah hari ini.” ucap Chapman.
Cara yang kedua adalah menggunakan pengingat. Tujuannya adalah mendukung niat untuk tidak menyentuh wajah. Niat saja tidak akan cukup. Terkadang dibutuhkan alat bantu lain agar niat tersebut bisa menjadi sebuah tindakan.
“Berhati-hatilah dengan niat anda menjauhkan tangan dari wajah. Dalam waktu singkat anda akan menyadari apa yang anda lakukan dengan tangan anda.” Kata Zachary Sikora, PsyD, Seorang Psikolog Klinis dari Northwestern Medicine Huntley Hospital, Amerika Serikat.
Sikora menambahkan bahwa agar lebih efektif, seseorang bisa menggunakan post-it atau lembar tempel. Tempatkan benda tersebut pada lokasi yang mudah dilihat. Tuliskan peringatan untuk tidak menyentuh wajah. Dengan melihatnya, seseorang akan teringat untuk taat dalam menjalankan rekomendasi tersebut.
Cara lainnya adalah membuat tangan tetap sibuk dengan pekerjaan yang lainnya. Tangan yang sibuk dengan pekerjaan lain akan mengurangi penggunaan tangan untuk menyentuh wajah.
“Buat tanganmu sibuk. Jika anda berada di rumah, nontonlah televisi, lipat pakaian, menyortir surat, atau peganglah sesuatu di tangan anda.” Ucap Sikora.
Seseorang bisa saja telah berusaha menjalankan cara-cara tersebut, tapi masih saja menyentuh wajahnya. Sangat sulit untuk sama sekali tidak menyentuh wajah sendiri.
“Jika anda berada di rumah, anda tahu siapa di sana, anda juga tahu bahwa rumah anda telah dibersihkan, silahkan sentuh wajah anda. Kita adalah manusia yang perlu membiasakan diri dengan perilaku baru.” Kata Anne Liu, seorang Profesor dan Dokter Penyakit Menular dari Stanford Health Care.
Oleh karena itu, jika seseorang bisa mengurangi sedikit perilaku menyentuh wajahnya, hal tersebut dapat didukung dengan rekomendasi lainnya di rumah. Rekomendasi yang paling penting untuk dilakukan dalam masa pandemi ini adalah rajin mencuci tangan dan menggunakan masker saat hendak keluar rumah.
Mencuci tangan dengan rajin akan membunuh virus yang berada di tangan. Jadi, saat seseorang menyentuh wajahnya secara tidak sengaja, tangannya telah terbebas dari virus. Sedangkan, masker yang digunakan juga akan menjadi pengingat bahwa area wajah tidak boleh disentuh atau sedang dilindungi.
Kebiasaan menyentuh wajah bisa dikurangi. Akan tetapi, rekomendasi yang lain perlu diterapkan juga agar upaya pencegahan infeksi virus corona bisa menjadi efektif. (har)

Baca juga: Mengenal Psikosomatik, Keluhan Fisik Akibat Gangguan Pikiran

