Kota Kupang, medikastar.id
“Perang besar terhadap Narkoba menuntut seluruh komponen masyarakat maupun elemen bangsa untuk bergerak secara aktif melawan kejahatan terorganisir yang bersifat lintas negara. Kejahatan narkotika merupakan kejahatan luar biasa, yang harus diatasi secara serius. Apabila tidak ditanggulangi, dapat digunakan sebagai salah satu senjata dalam proxy war untuk melumpuhkan keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara.”
Demikian kutipan sambutan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, dalam rangka Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2018, Kamis (12/07/18). Sambutan tersebut dibacakan oleh Gubernur Provinsi NTT, Drs. Frans Lebu Raya dalam acara HANI 2018 tingkat NTT. Acara tersebut berlangsung di halaman gedung Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Dalam sambutannya, Jokowi menegaskan bahwa masalah yang ditimbulkan oleh narkoba menjadi ancaman terbesar bagi bonus demografi bangsa Indonesia pada tahun 2030 nanti. Jika masalah narkoba tidak teratasi, bonus demografi penduduk akan menjadi beban bangsa, generasi muda sebagai penerus bangsa dirusak oleh narkoba. Ini menjadi ancaman serius terhadap eksistensi negara yang berdampak pada ketahanan nasional.
Pemasalahan narkoba, lanjut Jokowi, harus diatasi dengan strategi khusus. Strategi khusus tersebut ialah keseimbangan penanganan antara pendekatan penegakan hukum dan pendekatan kesehatan.
“Pendekatan penegakan hukum bertujuan untuk memutus mata rantai pemasok narkoba mulai dari produsen sampai pada jaringan pengedarnya. Sedangkan pendekatan kesehatan bertujuan untuk memutus mata rantai para pengguna narkoba yang ketergantungan untuk mendapatkan perawatan dan rehabilitasi,” terangnya.
Selain itu, menurut Jokowi, upaya pencegahan dan pemberdayaan masyarakat pun harus dioptimalkan. Sehingga, masyarakat pun turut aktif menanggulangi permasalahan narkoba.
Dirinya yakin bahwa dengan terlindunginya masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkoba, masyarakat akan mampu melahirkan generasi yang sehat dan unggul untuk berperan dalam menghadapi globalisasi dan berbagai tantangan yang ada.
“Saya yakin, jika rakyat sehat maka negara akan kuat,” tegasnya.
United Nations Office Drugs and Crimes (UNODC) dalam HANI 2018 ini mengangkat tema, “Listen First, Listening to Children and Youth is the First Step to Help Them grow Healthy and Save.” Sementara itu, di Indonesia, HANI 2018 mengangkat tema, “Menyatukan dan Menggerakan Seluruh Kekuatan Bangsa dalam Perang Melawan Narkoba, untuk Mewujudkan Masyarakat Indonesia yang Sehat tanpa Narkoba.”
Perayaan HANI 2018 yang berlangsung di halaman kantor BNN Provinsi NTT itu sendiri berlangsung semarak. Selain pelepasan balon oleh Gubernur NTT, Frans Labu Raya dan Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno, kaum muda pun tampil dalam acara tersebut. Mereka mempersembahkan drama yang berisi ajakan untuk menolak Narkoba. (Red)
Baca Juga : Tiga Nelayan Asal Matim Diduga Hilang di Perairan Laut Borong

