medikastar.id
Selama beraktivitas dari rumah di masa pandemi covid-19 seperti sekarang ini, orang tua dan anak sering kali dilingkupi oleh rasa bosan. Rasa bosan dapat memicu stres, khususnya bagi anak-anak. Anak-anak bisa saja bermain bersama teman-temannya di luar rumah. Namun, dalam masa pandemi sekarang ini, bermain di luar rumah cukup berisiko. Karena itu, jika diharuskan tetap di rumah, orang tua dan anggota keluarga lain perlu menjadi teman bermain bagi mereka.
Lantas, bagaimana caranya? Berikut merupakan rekomendasi dari Unicef mengenai pola permainan yang bisa diterapkan bersama anak selama berada di rumah. Tak hanya untuk hiburan, cara ini juga bisa memberi stimulus dan melatih kecerdasan anak-anak.
Bayi berusia 0-1 tahun
Ciluk-ba
Banyak orang tentu telah mengetahui permainan ciluk-ba bersama bayi atau anak-anak. Orang dewasa cukup menggunakan tangannya dan suara yang lembut untuk memainkannya. Duduklah bersama anak, kemudian angkat kedua tangan untuk menutupi wajah. Kain juga bisa digunakan untuk menutupi wajah. Kemudian, buka penutup wajah sambil berkata ciluk-ba dengan suara yang riang.
Ketika anak-anak menonton, mereka akan melihat wajah orang tua atau keluarganya muncul dan menghilang. Saat ia beranjak sedikit dewasa, ia akan mengajak orang tua untuk bermain hal yang sama.
Lihat dan katakan
Cara memainkan “lihat dan katakan” sangat sederhana. Orang dewasa cukup melihat suatu benda atau objek, kemudian menunjuknya. Lalu, katakan nama objek tersebut dan deskripsikan secara singkat.
Contohnya dengan menunjuk kursi dan mengatakan, “lihat, itu kursi dan warnanya adalah cokelat”. Permainan ini dapat membantu membangun kemampuan anak dalam berbahasa, sambil terjalinnya ikatan yang lebih erat antara orang tua dan anak.
Band keluarga
Nyanyikanlah lagu-lagu bersama bayi. Musik yang dimainkan bisa diciptakan melalui benda-benda berbahan aman yang berada di rumah. Contohnya, letakkan kancing atau manik-manik di dalam botol dan tutup rapat. Kemudian botol tersebut digoncangkan dan musik pun akan tercipta.
Musik sangat bagus untuk kebutuhan sensorik anak. Sementara itu, memegang dan mengguncangkan botol akan membantu kemampuan motorik dari anak. Lebih jauh lagi, hal tersebut bisa melatih kreativitas anak dan tentunya mendatangkan rasa menyenangkan.
Permainan nama tubuh
Permainan ini bertujuan untuk melatih anak dalam mengenal nama-nama anggotan tubuh mereka. Cara melakukannya adalah dengan menunjuk bagian tubuh tertentu dari anak dan beritahu namanya. Orang tua juga bisa menunjuk bagian tubuhnya sendiri, beri tahu namanya dan biarkan anak memperhatikan hal tersebut. Contohnya adalah dengan menunjuk dan mengatakan, “Mana hidung? Ini (Sambil menunjuk hidung)”.
Balita berusia 1-2 tahun
Mobil kotak
Gunakan kotak atau kardus kosong, kemudian letakan anak bersama kain atau selimut di dalamnya untuk membuatnya merasa nyaman. Setelah itu, dorong kotak secara perlahan dan buatlah bunyi mobil “vroom, vroom” menggunakan mulut. Anak akan merasa senang dengan berkeliling rumah, sedang orang dewasa akan melakukan gerakan fisik atau olahraga ringan.
Drumer rumahan
Temukan beberapa barang bekas yang aman dan bisa disusun secara sederhana menjadi drum. Contohnya adalah botol, ember, atau panci bekas yang sudah dibersihkan. Untuk stik drumnya bisa menggunakan beberapa senduk kayu. Orang tua bisa menunjukkan contoh cara memainkannya, kemudian biarkan anak berkreasi dengan musik ciptaannya. Ketrampilan motorik halusnya akan dikembangkan melalui permainan ini.
Menggambar dan mewarnai
Berikan padanya beberapa crayon dan kertas. Biarkan anak berkreasi dengan imajinasi dan warna yang ia sukai. Aktivitas ini bisa melatih kreativitas dan kemandiriannya. Setelah anak selesai menggambar atau mewarnai, jelaskan padanya tentang perbedaan warna yang ia pakai. Jangan lupa juga untuk memberikan apresiasi kecil berupa pujian padanya.
Mengover bola
Gunakan bola yang kecil dan berbahan lembut. Gulingkan bola tersebut ke depan dan belakang anak. Guliran bola yang dilakukan bersama anak akan melatih kepercayaan dirinya dan juga mengajarinya untuk berespon terhadap sesuatu. Bisa juga gunakan lebih dari satu bola dan mintai pendapatnya terhadap bola yang dipilihnya. Tujuannya agar membuat anak merasa lebih terlibat.
Anak Pra-Sekolah berusia 3-4 tahun
Berdandan
Ambilah beberapa kain atau pakaian yang berbeda, kemudian dorong sang anak untuk membuat kostum pura-pura dari bahan tersebut. Lalu, mainkan permainan berdasarkan apa yang dia pilih dan buat. Permainan yang bisa dimainkan adalah seperti rumah-rumahan dan lain sebagainya.
Permainan “Aku akan menangkapmu”
Permainan “Aku akan menangkapmu” tentu sedikit membutuhkan kejar-kejaran atau berlari. Permainan ini dapat dilakukan di area rumah. Hal ini bisa membantu orang tua dan anak untuk melakukan gerakan fisik. Setelah bermain, orang tua dan anak mungkin saja bisa beristirahat bersama.
Menebak bunyi
Buatlah suara atau bunyi dari suatu hewan tertentu, kemudian biarkan anak menebak apa nama hewan yang mengeluarkan suara tersebut. Orang dewasa bisa bertukar giliran dan biarkan anak juga membuat suara, lalu menebaknya.
Tantangan balita
Ketika bertumbuh lebih dewasa, balita umumnya menyukai tantangan yang mengasyikan. Tantangan yang diberikan bisa membantu mereka tumbuh terkoordinasi secara fisik. Cara penerapannya dapat dilakukan dengan meminta anak, “Bisakah kamu mengangkat tanganmu?” atau “Bisakah kamu menyentuhkan tanganmu ke jari kaki?”
Gunakanlah bagian-bagian tubuh anak yang lain juga sebagai cara untuk belajar. Selanjutnya, perhatikan dengan seksama apa saja yang bisa dilakukan oleh anak. Jika ia merasa bingung, orang tua dan lain-lain bisa memberi contoh terlebih dahulu.
Anak berusia 5-8 tahun
Balapan dengan menggunakan rintangan
Buatlah rintangan dengan menggunakan bantal atau permainan dan bahan lain yang lembut dan aman. Tunjukkan pada anak bagaimana cara melewati rintangan tersebut dan perhatikan caranya mencoba melewati rintangan secepat yang ia bisa. Agar lebih menyenangkan, gunakanlah waktu dan dorong sang anak untuk melewati rekor waktu yang ia sudah ciptakan dalam melewat rintangan yang ada.
Membersihkan
Gunakan beberapa benda atau permainan anak yang aman jika dimasukan ke dalam air. Kemudian, isilah ember dengan air dan mulailah bermain. Dorong sang anak untuk mencelupkan permainannya ke dalam air dan bersihkan benda-benda tersebut menggunakan kain yang lembut. Dalam proses pembersihan, lakukan dengan interaksi yang menyenangkan.
Berimajinasi
Mintalah anak untuk memimpin permainan dan dorong dia untuk membuat skenario khayalan. Ikuti cerita yang ia katakan dan setiap instruksi yang ia berikan. Kemudian, tanyakan padanya tentang dunia yang ia ciptakan.
Membuat makanan ringan
Mintalah bantuan pada sang anak untuk membantu orang tua dalam mempersiapkan snack atau makanan ringan bagi keluarga. Berikan ia tantangan untuk mengatur warna atau bentuk makanan secara kreatif. Ingatlah untuk menggunakan bahan makanan yang sehat. Permainan ini akan membuat anak merasa bangga dengan makanan lezat yang ia ciptakan.
Bermain bersama anak-anak adalah hal yang menyenangkan. Orang tua dan anggota keluarga bisa mendapatkan hiburan dan tidak mudah bosan. Selain itu, kecerdasan serta mental anak juga akan meningkat. Karena itu, permainan apa yang ingin kalian mainkan bersama anak, healthies? (har)
Baca juga: Jumlah Kasus Covid-19 Masih Fluktuatif

