Kupang, NTT – Di tengah berkembangnya industri kecantikan yang kerap memposisikan cantik sebagai simbol kemewahan, Phoenyx Beauty Studio hadir membawa pesan yang berbeda dan lebih bermakna: cantik adalah hak setiap wanita.
Bagi Phoenyx Beauty Studio, kecantikan bukan tentang status sosial, bukan pula soal mahal atau tidaknya sebuah perawatan. Cantik adalah tentang rasa percaya diri, kesehatan, dan penghargaan terhadap diri sendiri—sesuatu yang seharusnya bisa dirasakan oleh semua perempuan, tanpa kecuali.
CEO dan Founder Phoenyx Beauty Studio, dr. Yoseph Elkridus Gonang, menegaskan bahwa sejak awal Phoenyx dibangun dengan satu keyakinan utama: kecantikan harus inklusif dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Kami percaya bahwa setiap wanita berhak merasa cantik, dirawat, dan dihargai. Karena itu Phoenyx hadir sebagai studio kecantikan profesional dengan standar layanan tinggi, namun harga tetap terjangkau,” ujar Dokter Eky Gonang.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui konsistensi Phoenyx dalam menghadirkan berbagai inovasi layanan, program promo rutin, serta konsep perawatan yang mengikuti standar profesional tanpa mengorbankan kualitas. Phoenyx Beauty Studio Pusat–Oebufu menjadi pusat inovasi yang terus melahirkan ide-ide baru dan menjadi teladan bagi seluruh cabang.
Lebih dari sekadar layanan kecantikan, Phoenyx juga membawa misi sosial melalui Phoenyx Beauty Academy—program pelatihan kecantikan dengan sistem training gratis yang membuka peluang bagi perempuan untuk belajar, berkembang, dan memiliki keahlian sebagai beautician atau terapis kecantikan profesional.
“Kami ingin Phoenyx bukan hanya tempat merawat kecantikan, tetapi juga tempat melahirkan harapan dan masa depan. Perempuan harus punya ruang untuk bertumbuh dan mandiri,” tambahnya.
Melalui berbagai program, inovasi, dan pendekatan yang humanis, Phoenyx Beauty Studio menegaskan posisinya bukan hanya sebagai pelaku industri kecantikan, tetapi sebagai gerakan yang memperjuangkan hak perempuan untuk merasa cantik, percaya diri, dan berdaya.
Di Phoenyx, kecantikan bukan standar yang memisahkan—melainkan bahasa yang menyatukan.
Karena pada akhirnya, cantik itu bukan priviliage. Cantik itu hak setiap wanita. (Red*)

