Oelamasi, medikastar.id
Profesi perawat adalah profesi yang mulia. Profesi ini menuntut untuk menahan air mata dan menciptakan senyum ke semua orang. Kalian akan menjadi saksi sebuah kelahiran atau kematian. Sebagai Ners milenial, bekerjalah secara profesional dan jangan masa bodoh. Karena tiap kepedulian dan senyum ajaib kalian memiliki tempat istimewa di tiap-tiap kehidupan yang kalian sentuh.
Hal itu disampaikan Direktur Stikes Maranatha Kupang, Merry Fanggidae, dalam acara Angkat Sumpah Profesi Ners Stikes Maranatha Kupang Tahun 2017/2018 di aula Stikes Maranatha Kupang, Sabtu (9/2/2019). Angkat sumpah keperawatan itu diikuti oleh 102 mahasiswa Ners Stikes Maranatha dan satu orang mahasiswa D3 Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang.
Dalam kesempatan yang itu, Merry juga menekankan bahwa tugas yang telah menanti para perawat dipenuhi berbagai tantangan. Di antaranya adalah persaingan di dunia kerja yang semakin kompetitif. Juga kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang membawa pengaruh pada bidang kesehatan dan bioteknologi. Karena itu, para Ners diminta untuk mampu bersaing. Ners juga diharapkan mampu memahami dan menganalisa berbagai kemajuan tersebut demi pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Profesionalitas juga ditekankan Pelaksana tugas DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) NTT, Sabinus Kedang. Ia mengajak para Ners untuk memberikan pelayanan yang berkualitas sesuai standar ilmu yang telah dipelajari.
“Tanggung jawab menunjukkan kewajiban untuk menyelesaikan pekerjaan secara profesional, dengan memahami secara jelas tentang uraian tugas yang dapat dicapai berdasarkan standar yang berlaku atau disepakati,” ujar Sabinus.
Valentina Ipimas, S. Kep, Ns., salah satu lulusan dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada pihak kampus, orang tua, dan semua pihak yang telah memungkinkan mereka bisa merengkuh profesi Ners. Mewakili para Ners yang baru diambil sumpahnya, ia berjanji akan melaksanakan tugas pelayanan dengan sebaik-baiknya, dengan menjaga sikap dan perilaku sebagai seorang perawat profesional.
Dengan diangkat sumpahnya 102 Ners tersebut maka sampai saat ini, Stikes Maranatha Kupang telah menghasilkan 443 Ners yang tersebar di berbagai daerah, bahkan sampai ke Timor Leste dan Jepang. Hal ini, menurut Direktur Stikes Maranatha Merry Fanggidae, menunjukkan bahwa Stikes Maranatha mampu bersaing dengan lulusan dari perguruan tinggi kesehatan lainnya.
Daya saing itu juga dibuktikan dengan Hasil Uji Kompetensi nasional Ners Indonesia dengan presentase kelulusan untuk periode Maret 2018 tertinggi Uji Kompetensi lebih dari 100 orang. Hasil itu membuahkan penghargaan dari Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) Pusat yang diserahkan pada saat RUA di Padang, Sumatera Barat Oktober 2018 yang lalu.
Dalam acara itu, 6 orang lulusan profesi Ners terbaik diberi penghargaan oleh pihak kampus. Mereka adalah Valentina Ipimas dan Inggrid Fallo dengan IPK 3,86; Fransiska Lucyda Nali dan Priyati Rihi dengan IPK 3,82; serta Severianus Panang dan Theodora Paitei dengan IPK 3,78. (*)
Baca Juga : Jelang HUT ke-10, RSIA Dedari Gelar Ragam Kegiatan

