Viral Obat Dexamethasone, Benarkah Bisa Mengobati Pasien Covid-19?

medikastar.id

Obat untuk menangani pasien covid-19 adalah hal yang sangat dibutuhkan di masa pandemi saat ini. Hingga sekarang, terdapat beberapa obat yang diklaim dapat mengobati pasien yang telah terinfeksi virus corona. Salah satunya adalah dexamethasone.

Belakangan ini, obat dexamethasone menjadi viral di pemberitaan media dan kalangan masyarakat. Lantas, benarkah dexamethasone bisa mengobati pasien covid-19?

Mengenal Dexamethasone

Dexamethasone adalah steroid yang sering diberikan dalam dosis rendah pada pasien sebagai anti-inflamasi. Obat yang telah ada sejak tahun 1960-an ini digunakan oleh khalayak luas untuk menangani asma parah, alergi, hingga persendian yang terasa sakit dan bengkak.

Tak hanya itu, dexamethasone juga dapat digunakan dalam kondisi autoimun seperti pada pasien penyakit lupus atau artritis rheumatoid. Efek dari obat ini pada peradangan dan sistem imun membuatnya bisa jadi berguna untuk melawan covid-19.

Dexamethasone dalam Penanganan Pasien Covid-19

Untuk digunakan dalam menangani pasien covid-19, dexamethasone tidak boleh dikonsumsi secara sembarangan. Hal ini juga berlaku bagi masyarakat yang sehat. Alasannya karena obat tersebut termasuk dalam golongan obat keras.

Banyak pasien covid-19 tidak menunjukkan gejala penyakit. Jika memiliki gejala, mungkin saja mereka hanya menunjukkan gejala ringan seperti batuk kering, demam ringan, atau kehilangan rasa dan bau.

Sementara itu, ada pula sebagian kecil pasien yang menunjukkan gejala berat. Karena itu, mereka membutuhkan terapi oksigen atau ventilator guna membantu paru-paru dalam memasok oksigen ke dalam tubuh. Obat dexamethasone adalah tipe obat yang cocok untuk membantu pasien dengan gejala berat.

Pada pasien yang mengalami gejala parah, sistem kekebalan tubuhnya akan bereaksi secara berlebihan terhadap virus yang menyerang sel tubuhnya. Reaksi berlebihan tersebut dikenal dengan sebutan badai sitokin. Sitokin adalah bahan kimia yang dilepaskan oleh sel-sel sistem kekebalan tubuh sehingga menyebabkan peradangan yang berlebihan. Hal tersebut bisa memperparah kondisi pasien, bahkan menyebabkan kematian.

Obat dexamethasone dapat digunakan untuk meredam respon berlebihan tersebut dan mengurangi efeknya. Alhasil, peradangan yang bisa saja terjadi pada jantung dan paru-paru sehingga menyebabkan gangguan pernapasan parah, dapat dicegah.

Penelitian Mengenai Dexamethasone

Dilansir dari BBC, uji coba yang dipimpin oleh tim dari Universitas Oxford melibatkan sekitar 2000 pasien rumah sakit yang diberikan dexamethasone. 2000 pasien tersebut dibandingkan dengan 4000 pasien lainnya yang tidak diberikan obat tersebut.

Hasilnya, pada pasien yang menggunakan ventilator, dexamethasone mengurangi risiko kematian mereka dari 40% menjadi 28%. Sedangkan, pada pasien yang membutuhkan oksigen, obat tersebut mengurangi risiko kematian dari 25% menjadi 20%.

Kepala penyelidik, Profesor Peter Horby, mengatakan bahwa sejauh ini dexamethasone adalah satu-satunya obat yang telah terbukti mengurangi risiko kematian. Pengurangannya pun terjadi secara signifikan. Di sisi lain, World Health Organization (WHO) menyambut baik dan mengapresiasi pengujian dan terobosan yang telah dilakukan tersebut.

“Ini adalah berita bagus dan saya mengucapkan selamat kepada pemerintah Inggris, Universitas Oxford, serta banyak rumah sakit dan pasien yang telah berkontribusi pada terobosan ilmiah yang menyelamatkan jiwa ini,” ujar Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, selaku Direktur Jenderal WHO.

Berfungsi sebagai Pereda Reaksi Radang

Seperti yang telah disampaikan bahwa obat dexamethasone merupakan obat keras dan perlu diberikan dengan resep dokter. Dilansir dari DetikHealth, Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia memberikan penjelasan mengenai hal ini.

Efek samping yang dapat ditimbulkan dari penggunakan dexamethasone adalah tekanan darah yang naik, gula darah naik, serta daya tahan tubuh menurun. Tulang pun bisa menjadi keropos bila dipakai dalam jangka waktu panjang.

“Yang jelas mesti resep dokter, dokter pun mesti hati-hati memberikan,” kata dr Ari.

Dokter yang juga merupakan seorang konsultan kesehatan pencernaan tersebut menegaskan bahwa dexamethasone tidak berfungsi untuk mencegah maupun membunuh virus corona. Dalam riset-riset yang telah dilakukan sebelumnya, obat tersebut memiliki fungsi untuk meredakan reaksi radang akibat infeksi virus corona.

Dexamethasone dapat membantu proses penanganan pasien covid-19 yang parah. Obat ini pun perlu digunakan sesuai dengan resep yang diberikan secara hati-hati oleh dokter. Mari tetap berharap dan memberi dukungan bagi kesembuhan para pasien covid-19. (har)

Baca juga: Mendapatkan Manfaat dari Kegiatan Bersepeda