Dengan Tagline “Bangun Ngada dari Desa-Lanjutkan,” PAS-GUD Daftarkan Diri di KPU Ngada

Bajawa, medikastar.id

Dengan mengutamakan protokol kesehatan, pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Ngada, Drs. Paulus Soliwoa dan Gregorius Upi Dheo (PAS-GUD) secara resmi mendaftarkan diri ke KPU Ngada, Jumat (4/9/2020).

Tiba di Kantor KPU Ngada sekitar pukul 12.21 Wita, pasangan PAS-GUD terlihat didampingi oleh istri masing-masing dan pimpinan Parpol pendukung, yakni Yosef Bei, Ketua DPD NasDem Ngada dan Herry Pullu, Ketua DPC Demokrat Ngada. Selain itu, nampak juga sejumlah pengurus Parpol pendukung dan tim pemenangan.

Usai menyerahkan dokumen kepada pihak KPU, Drs. Paulus Soliwoa kepada awak media menjelaskan bahwa PAS-GUD sejak awal berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan Ngada dari desa.

“PAS-GUD sejak awal tetap mengusung motto membangun Ngada dari desa, sebab 80 persen masyarakat Ngada tinggal di desa, dan 80 persen masyarakat di desa ini berprofesi di bidang agraris, pertanian,” tutur Paulus.

Ia kemudian menjelaskan MULUS jilid I dan II sudah melakukan beberapa program kerja yang diharapkan menyelesaikan 4 persoalan pokok yang ada di masyarakat Ngada, yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur. Hal tersebut telah dilaksanakan 10 tahun.

“Minta maaf, kebetulan saya 8 tahun menjadi wakil bupati, 2 tahun menjadi bupati. Saya melihat bahwa dari yang sudah kita lakukan, ada yang berhasil tetapi ada juga yang belum. Ada yang sudah selesai tetapi ada juga yang belum selesai. Oleh karena itu, dengan pemikiran dasar kita bahwa masyarakat tinggal di daerah pedesaan, memang bagi kami tidak ada pilihan selain untuk terus melanjutkan kebijakan-kebijakan MULUS jilid I dan II untuk kita lakukan ke depan,” tegas Paulus.

“Kami tetap dengan motto membangun Ngada dari Desa dengan kita melanjutkan apa yang belum selesai, yang masih kurang. Yang belum kita buat akan kita buat, yang belum sempuran akan kita sempurnakan,” lanjut Paulus.

Ia menyatakan bahwa PAS-GUD dengan motto membangun Ngada dari desa dan lanjutkan, maka dalam masa jabatan 4 tahun ke depan apabila PAS-GUD terpilih, maka Ngada akan bisa lebih berhasil ke depan.

Paulus juga menjelaskan bahwa roda pemerintah Ngada saat ini sudah dilaksanakan dengan system E-Planning, E-Budgeting menuju pemerintahan yang bersih, E-Governance.

“Ini harus kita bangun dalam sebuah system. Sistem ini berkaitan dengan struktur, perangkat daerah, tidak terlepas dari SDM Aparatur. Ini menjadi sebuah kolaborasi yang akan kita lakukan ke depan. Jadi kita berbicara mengenai perangkat daerah, kita bicara mengenai struktur, tata laksana, kita akan isi dengan orang yang memenuhi syarat dan kualifikasi,” jelasnya.

Untuk itu Paulus juga menegaskan bahwa PAS-GUD tidak akan menerapkan apa yang dinamakan ‘politik balas dendam’.

“Hilangkan pemikiran bahwa ada sebuah politik balas dendam. Bagi PAS-GUD kami tidak. Jika PAS GUD terpilih, kami membutuhkan aparatur yang solid dengan kinerja yang juga luar biasa karena system sudah mulai kita bangun,” tegasnya.

GUD Siap Bawa Ngada Jadi Model Pembangunan yang Berkarakter

Sementara itu, calon wakil bupati Ngada, Gregorius Upi menjelaskan bahwa dirinya siap berkolaborasi bersama Paulus Soliwoa untuk membawa Ngada menjadi  daerah dengan model pembangunan yang berkarakter.

“Saya akan menjadi ban belakang yang kuat untuk mendorong ban depan ini agar berlari lebih cepat, meloncat lebih tinggi untuk mengejar ketertinggalan dan Ngada bisa menjadi model pembangunan yang berkarakter,” tegas pria yang akrab disapa Gud ini.

Selain itu, menyambung penjelasan Paulus mengenai roda pemerintahan Ngada yang dilaksanakan dengan system E-Planning, E-Budgeting menuju E-Governance, Gud mengatakan bahwa dirinya akan mendorong agar Ngada segera beralih ke transformasi digital, pelayanan berbasis internet.

“Itu menjadi keinginan saya. Semua anak-anak Ngada, semua masyarakat Ngada punya hak untuk menikmati internet,” tegas Gud.

Selain itu, Gud juga bersyukur sebab diberikan kesempatan untuk mendampingi Paulus, orang yang sedang membangun Ngada.

“8 tahun menjadi wakil bupati, 2 tahun menjadi bupati itu bukan main-main. Artinya ada guru dan saya bisa belajar banyak agar ke depan kalau Tuhan menghendaki, saya bisa menjadi lebih bagus, lebih luar biasa di Ngada,” lanjutnya.

Ia menuturkan bahwa dirinya bersedia menjadi calon wakil bupati mendampingi Pualus atas dasar pertimbangan akal sehat dan hati nurani.

“Sosok beliau merupakan sosok yang rendah hati,” ujar Gud. (*/Red)