Kota Kupang, medikastar.id
Wakil Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Kupang, Ny. Elizabeth Lies Rengka menegaskan bahwa kader PKK di Kota Kupang harus bekerja secara aktif untuk menyukseskan Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) atau Imunisasi Campak dan Rubella.
Hal tersebut disampaikan olehnya kepada awak media di sela-sela kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Imunisasi MR se-Kota Kupang. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Swiss-Belinn Kristal Kupang, Kamis (19/07/18).
Kelembagaan PKK di Kota Kupang, jelas Elizabeth, sudah sampai pada tingkat dasa wisma. Akses pelayanan di Kota Kupang pun tidak jauh. Untuk itu, PKK dihimbau untuk berperan aktif demi mencapai seratus persen Imunisasi Campak dan Rubella di Kota Kupang.
“Saya sudah mendapat laporan dari Dinas Kesehatan bahwa kader-kader kami sudah bekerja. Mereka sudah sosialisasikan hal ini,” terangnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Kupang menggelar Advokasi dan Sosialisasi Imunisasi MR. Dalam sosialisasi tersebut, Wali Kota Kupang, Jefirston Riwu Kore menegaskan bahwa Imunisasi Campak dan Rubella sangat penting bagi anak-anak. Oleh karenanya, pemerintah dan juga masyarakat punya tanggung jawab besar terhadap kesuksesan imunisasi ini.
Ditargetkan seratus persen anak-anak yang berusia sebilan bulan hingga lima belas tahun di Kota Kupang memperoleh imunisasi tersebut.
UNICEF Turut Ambil Peran
United Nations Children’s Fund atau UNICEF turut berperan dalam menyukseskan Imunisasi Campak dan Rubella yang akan diselenggarakan pada Agustus hingga September nanti.
Vama Chrisnadarmani, MPh, Child Survival and Development Specialis UNICEF Kupang pada kesempatan yang sama kepada para jurnalis menuturkan bahwa UNICEF membantu pemerintah Indonesia untuk menyukseskan Imunisasi Campak dan Rubella, baik di fase pertama maupun fase kedua pelaksanaannya.
“Itulah mengapa kami ikut mengawal program pemerintah. Kami juga memiliki mandat bahwa anak-anak dimana pun berada, harus mendapatkan haknya. Termasuk hak untuk mendapatkan imunisasi,” kata Vama.
Selain membantu dalam proses sosialisasi dan pelaksanaan Imunisasi Campak dan Rubella, pihaknya juga ikut membantu pemerintah melihat tingkat keberhasilan pelaksanaan imunisasi tersebut.
“Mari kita ajak tetangga dan teman-teman yang memiliki anak untuk memberikan imunisasi campak dan rubella,” ajak Vama.
Perlu diketahui bahwa Agustus hingga September nanti akan dilaksanakan Kampanye Imunisasi Campak dan Rubella. Imunisasi ini diberikan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun, tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya. Artinya, walaupun sebelumnya anak telah memperoleh imunisasi campak, tetap pada periode tersebut anak wajib diimunisasi lagi. (Red)
Baca Juga : Menteri PPPA; “Indonesia Tidak Mentolerir Kekerasan Terhadap Anak”

