Kota Kupang, medikastar.id
Pimpinan International Organization for Migration (IOM) Indonesia, Louis Hoffman menyebut proses imigran yang ada di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pindah ke Negara ketiga bukan perkara yang mudah. Hal itu disampaikan oleh Louis saat bertemu Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi di kantor Gubernur NTT, Selasa (30/11/2021).
Louis menjelaskan, permintaan imigran asal Afghanistan yang berada di Kupang untuk pindah ke Tangerang bukan tanpa sebab. Permintaan itu dilatarbelakangi oleh keinginan untuk pindah ke Negara ketiga.
“Mereka pikir dengan pindah ke Tanggerang, proses perpindahan dan penempatan ke negara ketiga akan menjadi lebih mudah,” ucap Louis kepada Wakil Gubernur NTT dalam siaran pers yang diterima media ini.
Louis menyebut, pihaknya tidak terlibat langsung dalam proses pemindahan itu. Lagipula, Negara ketiga hanya menyiapkan kuota 100 ribu orang. Sedangkan total imigran di seluruh dunia sebanyak 125 juta orang.
“Sebenarnya mandat untuk memindahkan pengungsi ke negara ketiga adalah menjadi kewenangan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR). Kalau IOM sendiri tidak terlibat lebih dalam terkait pemindahan ini,” katanya lagi.
Meski demikian, bukan berarti tidak ada upaya dari IOM Indonesia. Louis menegaskan, pihaknya terus membangun komunikasi dengan UNHCR guna mendapatkan informasi bagi para imigran ini.
Louis bercerita lebih jauh terkait misi IOM Indonesia. Dijelaskannya, IOM tidak hanya bertugas mengurus para imigran. Human trafficking dan manajemen bencana merupakan misi lain yang diemban IOM Indonesia.
Terkait manajemen bencana, Louis mengatakan, pada 2016 lalu pihaknya menggagas pembentukan sebuah wadah yang bisa dipakai oleh Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB). Wadah itu yang saat ini sudah dimanfaatkan dan dioperasionalkan oleh Pusdalops PB terkait manajemen resiko bencana yang ada di NTT.
“Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah provinsi NTT terkait kedua hal ini, ” tutur Louis.
Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi mengharapkan agar IOM lebih intensif dalam membangun komunikasi dengan para pengungsi Afganistan yang ditampung pada beberapa hotel di Kota Kupang.
“Untuk menghindari kesalapahaman dengan para imigran, saya minta IOM untuk proaktif berkomunikasi dengan mereka. Beri penjelasan yang terang kepada mereka terutama tentang aturan dan kemungkinan proses pemindahan mereka ke negara ketiga yang bersedia menampung mereka, ” kata Nae Soi.
Wagub mengungkapkan, dari dialog dan aspirasi yang disampaikan oleh para imigran, beberapa di antaranya ingin pindah dari Kupang ke Tanggerang.
“Apakah bisa mereka dipindahkan ke Tanggerang? Mungkin perlu disampaikan secara jelas kepada mereka tentang hal ini juga, ” harap Nae Soi. (joe/*)
Baca juga: Pakar UGM Sebut Belum Ada Bukti Varian Omicron Lebih Menular Dari Delta

