medikastar.id
Sekretaris Daerah Kabupaten Belu (Sekda Belu) Johanes Andes Prihatin, SE.,M.Si. menutup secara langsung kejurdo Shorinji Kempo kategori pelajar tingkat kabupaten Belu, Timor Tengah Utara dan Malaka memperebutkan piala Frans Fatin Cup II. Ajang perlombaan ini berlangsung sejak 14 hingga 16 Desember 2023 di GOR Rai Belu, Atambua.
Johanes saat menutup ajang tersebut mengatakan bahwa pemerintah kabupaten Belu selalu mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini untuk menjaring atlet-atlet terbaik kempo di kabupaten Belu.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan seperti ini karena disamping menjaring atlet-atlet juga mempererat tali silahturahmi sesama atlet di tiga kabupaten ini,” kata Johanes.
Selanjutnya Ia juga menjelaskan bahwa ajang perlombaan seperti ini selaras dengan visi misi kabupaten Belu yakni sehat, berkarakter dan kompetitif.
“Saya ambil dua hal yakni manusia Belu yang berkarakter dan kompetitif. Ciri khas karakter itu yakni pertama percaya diri. Orang yang percaya diri tidak malu, mulai dari penampilan, pikiran dan perilakunya. Kedua, mampu menjaga, mengendalikan diri, mengendalikan emosi dalam pergaulan dan dalam hidup sehari-hari. Ketiga, mampu bekerja sama artinya selalu bekerja sama dalam hal apapun tidak bekerja sendiri sendiri,” jelas Johanes.
“Kompetitif artinya kita memberikan perhatian kepada masyarakat untuk mampu bersaing. Kejurdo ini adalah salah satu contoh dari kompetitif itu sendiri. Oleh karena itu saya mengharapkan kegiatan seperti ini ke depan mampu ditingkatkan terus bila perlu bukan tiga kabupaten saja tetapi kita bisa mengundang para atlet sedaratan Timor hingga negara tetangga Timor Leste,” lanjut Johanes.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para pengurus, panitia dan para atlet yang telah mensuskseskan kegiatan ini.
”Saya ucapkan selamat untuk para atlet yang telah juara, selalu rajin berlatih untuk pertandingan-pertandingan di tingkat yang lebih tinggi,” ucap Johanes.
Kejurdo shorinji Kempo ini memperebutkan piala Frans Fatin Cup II (Ketua Pemkab Perkemi Belu Pertama) dengan diikuti oleh 413 kensi dari tiga kabupaten. Kelas yang dipertandingkan baik dinomor Embu maupun Randori dengan jumlahnya adalah 85 kelas yang dipertandingkan.
Dalam kejuaraan tersebut yang keluar sebagai juara umum adalah SMPN 2 Atambua dengan total perolehan medali sebanyak 35 medali, Tim Favorit dimenangkan oleh dojo SMA Bina Karya, Tim Fair Play dimenangkan oleh Dojo SMPN 2 Atambua dan kenshi terbaik dimenangkan oleh Gerald Alexandre Praso.
Ketua panitia kejurdo Shorinji Kempo 2023 Marius Wiluraha,S.Ip. mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menjaring atlet-atlet potensial dari cabang bela diri khususnya shorinji kempo dari tiga kabupaten yakni Belu,TTU dan Malaka.
“Selain untuk semakin mempererat hubungan persaudaraan sesama kenshi di tiga kabupaten ini tetapi juga kita persiapkan mereka untuk menatap event yang lebih tinggi baik di tingkat provinsi, nasional maupun internasional,” katanya.
Kabid damkar kabupaten Belu ini juga mengharapkan agar ke depan kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin tahunan dan ditingkatkan lagi ke event yang lebih besar seperti kerjurda dan open tournament dengan melibatkan 22 Kabupaten/kota.
“Saya mengharapkan ke depan semoga bisa ditingkatkan lagi bila perlu sampai ke tingkat internasional dengan negara tetangga kita yakni federasi kempo Timor Leste. Ini sekaligus mendukung program pemerintah kabupaten Belu di bidang pariwisata. Dalam hal ini kita menjadikan cabor kempo sebagai sports tourism. Selain itu hal yang juga sangat penting adalah kita dapat mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga serta menambah minat para pelajar untuk berprestasi,” tutur Marius.
Marius juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mensukseskan kegiatan ini serta para atlet dari tiga kabupaten yang telah terlibat dalam kegiatan kejurdo shorinji Kempo ini.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Belu, Polres Belu, pengurus provinsi perkemi NTT, Ketua Umum Koni Belu, ketua yayasan bina karya, ketua yayasan cartintes, dinas pemuda dan olahraga, disperindag, pengkab perkemi Belu, orang tua kengshi, serta para wasit dan atlet sekalian yang telah terlibat aktif dalam kegiatan ini. Terima kasih kepada sekda Belu yang telah bersedia hadir menutup kegiatan ini,” katanya. (*)

