feature medikastar.id
Tangis Dinto pecah di siang itu. Di bawah naungan pohon asam di halaman SDI Buitae, Kecamatan Raimanuk, air mata mengalir deras di kedua pipi bocah itu. Ayahnya telah tiada. Sang ibu yang terpaksa jadi tulang punggung keluarga harus berjibaku mengadu nasib di tanah rantau. Dan di siang itu, Kamis (14/12/23), Ia berhadapan dengan sebuah peristiwa yang tak pernah terpikir oleh dirinya. Bocah seusianya berhadap-hadapan muka dengan Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH, FINASIM dan menerima beasiswa untuk pendidikannya.
Tangan mungil Dinto bergetar saat menerima pemberian beasiswa dari dr. Agus Taolin. Papan bertuliskan “Bantuan Biaya Personil Peserta Didik Rp1.200.000,-” membuatnya tak dapat menahan diri. Tertunduk pilu, siswa SDI Buitae itu sesegukan. Ia tak sempat melirik atau bahkan mengeja setiap kata di tulisan itu, tapi air matanya seolah mewakili perasaannya, bahwa ternyata masih ada “ayah” yang peduli pada dirinya.
“Hari ini bapaknya sudah tidak ada, tetapi dia ingat bapaknya. Mamanya juga pergi cari kerja, merantau. Tidak apa-apa. Dia masih sekolah, dan dia harus semangat untuk sekolah sampai selesai,” kata dr. Agus usai merangkul bahu Dinto.

Dinto adalah satu dari ratusan siswa di Kabupaten Belu yang tahun ini menerima beasiswa, bantuan biaya Pendidikan khusus bagi anak-anak yang tidak mampu. Jumlah bantuan yang diterima oleh Dinto dan teman-temannya sebesar Rp1.200.000,- per anak per tahun.
Dan di hari Kamis (14/12/23) dalam kunjungan kerja Bupati Belu di kecamatan Raimanuk, beasiswa tersebut diberikan langsung bagi Dinto dan teman-temannya di wilayah itu. Selain mendapat bantuan biaya Pendidikan, para siswa juga mendapat bantuan 2 pasang seragam, yakni seragam putih-merah dan juga seragam pramuka.
Dalam kunjungan kerja di kecamatan Raimanuk tersebut, dr. Agus Taolin bersama para kepala dinas dan rombongan mengunjungi beberapa lokasi, antara lain SDI Buitae, Desa Teun, SDK Welilan di desa Faturika, Puskesmas Rafae, dan berakhir dengan penanaman pohon pisang, dialog bersama masyarakat dan penyerahan bantuan alat pertanian di desa Mandeu Raimanus.

Kunjungan ini disambut antusias oleh masyarakat dan para guru. Di sekolah para orang tua dan wali siswa datang dengan penuh semangat mendampingi buah hati mereka masing-masing.
“Hari ini kami datang membawa bantuan untuk sekolah. Ini adalah program pemerintah, yang mana ini sesuai dengan visi menjadikan masyarakat belu yang sehat, berkarakter dan kompetitif melalui Pendidikan,” kata dr. Agus saat berada di SDI Buitae.
Ia menjelaskan bahwa sejak memimpin Kabupaten Belu, pihaknya menaruh perhatian yang besar terhadap sumber daya manusia (SDM). Selain program berobat gratis hanya dengan KTP yang telah dirasakan oleh masyarakat Belu, Pemda Belu juga menaruh perhatian pada bidang Pendidikan.
Salah satu bentuk perhatian di bidang Pendidikan ialah dengan pemberian beasiswa, Bantuan Biaya Personil Peserta Didik dan juga bantuan seragam bagi para siswa yang kurang mampu. dr. Agus mengatakan total anggaran yang dialokasikan untuk bantuan bagi para siswa yang menerima bantuan di seluruh kabupaten Belu ialah sekitar 3 miliar lebih dengan sumber dana APBD.

“Mudah-mudahan ini mengurangi beban masyarakat dan mengurangi angka putus sekolah terutama anak-anak dari keluarga-keluarga yang kurang mampu. Semoga tahun depan jumlah bantuannya bisa kita tingkatkan sehingga bisa merata dan bagi orang-orang yang tahun ini tidak mendapat bantuan, tahun depan bisa mendapatkan bantuan,” ujarnya.
dr. Agus meminta kepada anak-anak untuk giat belajar dan tidak boleh bermalas-malasan. Ia juga mengharapkan para guru untuk selalu memantau perkembangan para siswa yang telah dibantu, memberikan perhatian lebih sehingga ada perkembangan tersendiri dalam diri anak-anak tersebut.
“Saya ucapkan terima kasih untuk semua orang tua murid, para guru dan anak-anak, serta masyarakat yang telah menyambut kami dengan luar biasa,” tutup dr. Agus.

Terima Kasih Bupati Belu, dr. Agus Taolin
Apolinaris Lopez salah satu orang tua murid di SDK Welilan dengan penuh semangat menyampakan terima kasih kepada bupati Belu, dr. Agus Taolin yang telah membantu anak-anak yang kurang mampu. Ia juga berterima kasih karena hari itu sekolah mereka juga mendapatkan bantuan filter air yang digunakan untuk menyaring air dan bisa langsung diminum sesuai standar WHO.
“Saya ucapkan terima kasih kepada bapak bupati Belu, dr. Agus Taolin bersama rombongan yang sudah datang ke Welilan memberikan bantuan kepada para peserta didik. Ini sangat-sangat bermakna bagi kami orang tua dan peserta didik,” kata Lopez. (*)

