Kefamenanu, medikastar.id
Kabupaten Timor Tengah Utara, khususnya Kota Kefamenanu kini telah mampu melahirkan bidan-bidan yang kompeten dan berkualitas yang siap melayani masyarakat. Ini tidak lepas dari hadirnya Akademi Kebidanan (Akbid) St. Elisabeth Kefamenanu.
Akbid St. Elisabeth Kefamenanu berdiri sejak 17 Juni 2014 silam dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 183/E/O/2014 tentang izin pendirian Akademi Kebidanan St. Elisabeth-Kefamenanu. Akbid ini telah terakreditasi dengan raihan akreditasi C pada tahun 2016.
Berhadapan langsung dengan Kampus Universitas Timor (Unimor) di Jln. Eltari Km 9, Desa Naiola, Kecamatan Bikomi, Akbid ini bernaung di bawah Yayasan Widya Fraliska Cabang Kefamenanu. Akbid ini dikelola oleh Kongregasi Suster Fransiskanes St. Elisabeth (FSE) Medan.
Hal di atas dijelaskan oleh Direktur Akbid St. Elisabeth Kefamenanu, Sr. Flora Naibaho, FSE., S.ST., M.Kes saat ditemui Medika Star di ruang kerjanya, Senin (17/09/18). Sr. Flora mengatakan bahwa berdirinya Akbid St. Elisabeth Kefamenanu atas keprihatinan para Suster Fransiskanes St. Elisabeth Medan terhadap kesehatan ibu dan anak di Kefamenanu yang dibuktikan dengan masih tingginya angka kematian ibu dan anak.
Tingginya angka kematian ibu dan bayi, sambungnya, salah satunya disebabkan oleh kurangnya tenaga kesehatan, khususnya tenaga bidan. Baginya, tenaga bidan merupakan ujung tombak yang berperan penting dalam penurunan angka kematian ibu dan anak tersebut.

Disamping itu, Sr. Flora mengatakan bahwa ada dukungan yang kuat dari pihak Gereja dan pemerintah, serta masyarakat setempat akan adanya Akademi Kebidanan St. Elisabeth Kefamenanu. Sehingga pemerintah pun menghibahkan lahan seluas 4 hektar untuk pendidikan kepada Kongregasi Suster Fransiskanes St. Elisabetth Medan.
“Sebelum berdirinya Akademi Kebidanan St. Elisabeth Kefamenanu ini, banyak mahasiswa harus sekolah ke luar daerah seperti ke Surabaya, Malang, Bali dan daerah lainnya. Hal inilah yang melatarbelakangi masyarakat dan pemerintah menginginkan berdirinya Akademi Kebidanan St. Elisabeth Kefamenanu,” tutur Sr. Flora.
Sr. Flora menuturkan bahwa dirinya baru sebulan memimpin Akbid St. Elisabeth Kefamenanu, terhitung sejak 1 Agustus 2018. Serah terima jabatan Direktur sendiri baru dilaksanakan pada 1 September 2018 lalu.
Ia pun mengharapkan agar Akbid St. Elisabeth Kefamenanu dapat menghasilkan tenaga bidan yang unggul dalam pemberdayaan kesehatan ibu dan anak. Dengan demikian, para bidan ini mampu berperan dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak di Provinsi NTT umumnya dan di Kabupaten TTU khususnya. (Santos)
Baca Juga : Bapemperda DPRD TTU Serahkan Ranperda Pengelolaan Pertanian Lahan Kering

