Kota Kupang, medikastar.id
Gubernur Provinsi NTT, Viktor B. Laiskodat menuturkan bahwa sebagai bentuk dukungan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia kesehatan, maka pihaknya akan memberikan beasiswa kepada putra-putri dari Kabupaten Timor Tengah Selatan, khususnya anak-anak yang berada di pedalaman untuk melanjutkan pendidikan kesehatan di Stikes Maranatha Kupang dan di Akper Maranatha Kupang.
Viktor sendiri sebelumnya, telah membantu puluhan anak dari wilayah TTS untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang Pendidikan Strata I dan Srata II.
“Tolong supaya Stikes dan Akper Maranatha ini mencari anak-anak di kampung-kampung terpencil di TTS yang ingin melajutkan pendidikannya di Stikes dan Akper Maranatha untuk kita biayai. Tetapi syaratnya ialah setelah selesai pendidikan, anak-anak ini harus kembali ke kampung dan mengabdi di sana,” kata Viktor saat menerima audiens dari pihak Yayasan Maranatha NTT, Stikes Maranatha Kupang, dan juga Akper Maranatha Kupang, Jumat (26/07/19) di ruang kerjanya.
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Pembina Yayasan Maranatha NTT, Drs. Semuel Sellan; Ketua Stikes Maranatha Kupang, Mery L.Fangidae Tumeluk, SST, MPH; Direktur Akper Maranatha, Camelia Bakker, S.Si-Teol, M.Si; Pemimpin Umum Medika Star, dr. Yoseph E. Gonang; dan Pemimpin Redaksi Medika Star, Jefry Kolo. Hadir juga Staf Khusus Gubernur NTT, Prof. Daniel Kameo dan Plt. Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dr. Zeth Sony Libing M.Si.
Viktor menekankan bahwa cara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia NTT ialah dengan terus menyediakan dan memberikan pendidikan yang layak bagi generasi muda. Akan tetapi, menurutnya, anak-anak di kabupaten TTS, khususnya yang berada di kampung-kampung terpencil, masih sangat kesulitan untuk memperoleh akses pendidikan, sehingga mereka perlu dibantu.

Ia juga mengapresiasi Stikes Maranatha Kupang yang berani mengambil langkah terobosan dengan mengembangkan Akper Maranatha Kupang yang selama ini berada di Kupang ke Kota Soe. Langkah tersebut merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah TTS.
“Nanti anak-anak di sana harus dididik secara baik, sehingga mereka betul-betul memiliki pengetahuan dan keterampilan yang bagus. Ke depan kita akan jalin kerja sama sehingga kita upayakan untuk membuka rumah sakit lansia yang saat ini sedang trend di luar negeri,” kata Viktor.
Selain itu, Viktor juga memberikan apresiasi kepada Stikes Maranatha Kupang yang dalam waktu dekat akan mengirim 60 tenaga perawat lulusan Stikes Maranatha ke Jepang atas kerja sama Stikes ini dengan PT. OS Selnajaya.

Terkait ini, Ia menekankan agar para perawat yang akan dikirim tersebut harus memiliki pengetahuan dan kompetensi yang berkualitas. Selain itu, mereka juga harus memiliki pengetahuan bahasa yang baik, baik itu bahasa Inggris dan bahasa Jepang.
Sebelumnya, Ketua Pembina Yayasan Maranatha NTT, Drs. Semuel Sellan kepada Viktor menjelaskan mengenai kiprah Stikes Maranatha Kupang dan juga Akper Maranatha Kupang di provinsi NTT.
“Akper Maranatha Kupang sudah berkarya di NTT selama 18 tahun, sedangkan Stikes Maranatha Kupang memasuki usiannya yang ke-9. Hingga saat ini, lulusan kami sudah berkarya di berbagai tempat, termasuk di luar negeri,” katanya.
Semuel juga menyinggung mengenai kondisi jalan menuju Stikes Maranatha Kupang yang hingga saat ini tidak dapat diperbaiki. Dirinya meminta agar pemerintah dapat memperhatikan hal ini, mengingat jalan tersebut merupakan jalan satu-satunya menuju ke Stikes Maranatha Kupang.

Sementara itu, Ketua Stikes Maranatha Kupang, Mery L.Fangidae Tumeluk, SST, MPH menjelaskan bahwa 3 Program Studi di Stikes Maranatha Kupang saat ini telah terakreditasi B dan selama beberapa tahun belakangan, para lulusan Stikes Maranatha Kupang selalu memperoleh nilai rata-rata terbaik dalam Uji Kompetensi.
“Dalam waktu yang tidak lama lagi, kami akan mengirim 60 tenaga perawat lulusan Stikes Maranatha Kupang ke Jepang. Sebelum ke sana, para perawat ini akan mengikuti pelatihan dan pembekalan,” katanya.
Dijelaskan pula olehnya bahwa selain kerja sama dengan Jepang, pihaknya juga bekerja sama dengan Belanda untuk hal yang sama.
Direktur Akper Maranatha, Camelia Bakker, S.Si-Teol, M.Si kepada Gubernur NTT memberikan gambaran mengenai perkembangan Akper Maranatha Kupang yang saat ini tengah dibuka di Kota Soe. Saat ini, pihaknya masih mengalami kesulitan terkait tempat kuliah, sehingga dirinya meminta agar pemerintah melalui gubernur NTT memberikan perhatian khusus. (*/red)
Baca Juga: RSUD SK Lerik Siap Resmikan 2 Gedung Baru

