medikastar.id
Penyebaran corona (covid-19) sedang berada dalam masa pandemi global. Hal ini berarti virus corona berpotensi besar menyebar ke semua negara di dunia.Hal ini dibuktikan dengan hampir semua negara telah melaporkan kejadian covid-19 di wilayah mereka.
Meski begitu, ternyata masih ada beberapa negara yang diberitakan belum memiliki kasus covid-19. Negara manakah itu? Mengapa mereka belum melaporkan adanya kasus corona di daerah mereka?
Berdasarkan data dari World Health Organization hingga 24 April 2020, terdapat 15 negara yang belum memiliki kasus covid-19. Negara tersebut antara lain:
- Comoros
- Kiribati
- Lesotho
- Marshall Island
- Micronesia
- Nauru
- Korea Utara
- Palau
- Samoa
- Kepulauan Solomon
- Tajikistan
- Tonga
- Turkmenistan
- Tuvalu
- Vanuatu
Dilansir dari The Diplomat, terdapat beberapa alasan mengapa belum terdapat satu pun kasus covid-19 yang tercatat di negara mereka. Salah satu contohnya adalah Korea Utara. Negara yang berposisi sangat dekat dengan Cina ini belum melaporkan kasus covid-19 sama sekali.
Mereka mengambil langkah pencegahan sedini mungkin. Cara penerapan pencegahan yang dilakukan adalah menyegel perbatasan dengan Cina pada bulan Januari lalu. Mereka juga melarang turis asing untuk masuk ke negara tersebut.
Dalam sebuah pertemuan politik partai buruh pada beberapa waktu yang lalu, pemerintah Korea Utara mengambil langkah pencegahan bersama. Dikutip dari ABC News, pemimpin rapat yakni Kim Jong-Un mengatakan bahwa banyak pujian yang diberikan kepada mereka. Hal tersebut dikarenakan langkah pencegahan yang ketat dan konsisten dalam tindakan perlindungan nasional yang mereka lakukan.
Meski terbilang masih aman, banyak pengamat yang meragukannya. Alasannya adalah kurangnya kapasitas pengujian covid-19.Hal tersebut juga diperparah oleh sanksi internasional dan sistem pelayanan kesehatan nasional yang lemah. Rasa skeptis juga banyak muncul lantaran negara yang dipimpin Kim Jong Un tersebut memiliki tingkat kerahasiaan data yang sangat tinggi.
Negara Turkmenistan dan Tajikistan juga mendapatkan keraguan dari banyak pihak karena belum adanya kasus covid-19 di negara mereka. Turkmenistan memang memiliki jarak yang cukup jauh dari Cina, tapi mereka juga memiliki tingkat kerahasiaan data yang sama seperti Korea Utara.
Mereka hanya menerima sedikit pengunjung asing sejak munculnya virus ini. Penerbangan ke luar negara pun ditutup oleh negara tersebut. Rasa skeptis sangat besar terhadap Turkmenistan karena sistem pelayanan kesehatan yang dinilai buruk. Mereka juga belum memiliki kapasitas untuk menguji virus.
Sementara itu, di negara Tajikistan, mereka telah membatasi perjalanan yang berskala internasional. Mereka juga telah menerima bantuan peralatan kesehatan dari Amerika Serikat. Akan tetapi, presiden mereka masih mengijinkan kegiatan dan pertemuan dengan kerumunan jumlah besar saat virus corona telah merebak beberapa waktu lalu.
Di negara-negara pasifik, mereka telah menerapkan kebijakan isolasi sebagai proses pencegahan terjadinya bencana ini di sana. Negara Samoa menerapkannya karena belajar dari pengalaman wabah campak yang terjadi cukup parah pada tahun sebelumnya.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa alasan mengapa negara-negara tersebut belum melaporkan kasus covid-19. Alasan adalah pencegahan yang baik seperti pembatasan atau menutup pintu masuk dan keluar negara.
Alasan berikutnya adalah menerapkan proses pembelajaran dari bencana sebelumnya untuk menerapkan isolasi pada negara mereka.Asalan yang lain adalah tertutupnya data negara-negara tersebut. Hal ini juga didukung oleh sistem pemerintahan yang otoriter.
Cukup banyak orang yang meragukan kebenaran dari belum adanya data kasus di beberapa negara tersebut. Alasannya adalah kondisi politik dan sistem kesehatan yang kurang baik. Akan tetapi, waktu akan menjawab kebenaran tersebut. (*/Har)
Video: A Short Movie-Cegah Corona
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=mTuwdCQv8oQ[/embedyt]
